Wanita Tercantik di Dunia Dan Standar Kecantikan

"Kok kamu jadi gosong gitu?"
"Aku udah putihan belum?"
"Memangnya gw keliatan gemuk yaaa?"
"Kok kamu makin subur sekarang?"
"Ciye yang udah kurus."


Pertanyaan dan pernyataan seperti itu, kayanya udah biasa ya di lingkungan perempuan. Hal pertama yang dibahas kalo ketemu itu biasanya soal berat badan. Seneng bukan maen kalo dibilang kurus, atau malah jadi kepikiran dan mulai resah kalo dibilang gendaats.. hahaha.. upsss.. :P

Semua ini karena pengaruh budaya, dan asupan media yang selalu menonjolkan model wanita cantik, nan ideal. 

Yaaa, Mitos kecantikan berakar setelah meningkatnya industrialisasi. Industri kapitalis yang memproduksi berbagai produk dengan tema kecantikan. Membuat perempuan cemas, sehingga tertarik membeli produk tersebut. 

Oiaa, saya pernah baca buku yang judulnya "Mitos Kecantikan, Kala Kecantikan Menindas Perempuan". 

Dalam buku itu, menceritakan, pada tahun 1840-an, seorang pelacur difoto telanjang. Dari situlah Biro iklan mulai menggunakan citra perempuan cantik sebagai model. Patung porselen, kartu pos dengan gambar bangsawan yang cantik, karya seni klasik banyak ditampilkan perempuan cantik sebagai modelnya. 

Tak sampai disitu, model dari Helmut Newton, tampil telanjang dengan hiasan dari bahan kulit di majalah Vogue. Lalu foto karya David Hamilton yang menampakan orang-orang dewasa telanjang. Tubuh perempuan yang "ideal" ditelanjangi dan dipajang terus menerus. Semua terjual laris di toko buku.

Buku yang ditulis oleh Naomi Wolf itu mengupas tuntas, membeberkan tentang perempuan yang diteror secara fisik agar bisa tampil layaknya model dalam majalah, iklan, atau bintang film. Kesempurnaan tubuh perempuan ditampakan  dengan detail grafis kepada pembaca perempuan saat itu. 

Di Amerika, tahun 1980-an, kecantikan perempuan sangat penting. Kenapa? Karena kecantikan jadi syarat bagi perempuan untuk mengambil langkah. Bisa dalam hal pekerjaan, kekuasaan. 'Kecantikan' menjadi kualifikasi yang diperlukan bagi kemunculan perempuan dalam kancah kekuasaan.

Jadi, pada zaman itu, perempuan memang sudah diperkenalkan dengan pengalaman keperempuanan yang baru. Tentu saja saat itu, bertentangan dengan ukuran tubuh mereka sendiri. Sehingga muncul kecemasan, apalagi untuk kalangan masyarakat menengah yang berbeda kelas dengan para bangsawan.

Sebagian besar perempuan pun beraksi kuat ketika melihat lembaran foto, iklan, yang menampilkan model sebagai panutan mereka. Seolah jadi sesuatu yang wajib bagi mereka untuk menjadi "ideal" seperti itu.

Kebayang kan kalo kita hidup di zaman itu? Tekanan dan diskriminasi terhadap perempuan masih tinggi. Tapi setiap zaman punya tantangan yang berbeda, dari sudut pandang perempuan. Pastinyaaa, daya tarik fisik, memainkan peranan. 

Padahal, setiap daerah punya penilaian yang berbeda tentang standar kecantikan. Tren kecantikan pun berubah dari masa ke masa. Setelah budaya pop masuk ke Indonesia, standar kecantikan pun mengikuti keinginan Industri Kapitalis. Karena, bagaimanapun perempuan menjadi alat, daya tarik dalam sebuah industri

Belum lama ini, artis korea Son Ye-Jin dinobatkan jadi wanita tercantik di dunia. Kalian yang udah nonton Crash Landing On You pasti tau, belahan hati nya Kapten Ri.. hehehe. 

Dalam unggahan Starmometer.com, merilis 100 wanita tercantik di dunia tahun 2020. Pemilihan berdasarkan voting sebanyak hampir 14 juta orang dari berbagai belahan dunia. 

staarmometer.com
So Ye-Jin berhasil mengalahkan Gal Gadot, Priyanka Chopra, Selena Gomez, Taylor Swift, dan masih banyak bintang lainnya. Urutan teratas malah dikuasai oleh Asia, terutama Artis dari Korea Selatan. Wow, daebakk..

Lalisa Manoban dari Thailand, atau yang kita kenal dengan Lisa BLACKPINK berada di posisi kedua. Posisi ketiga ada Tzuyu TWICE. 10 besar wanita tercantik dunia versi starmometer ini, dikuasai oleh Korea Selatan. Diantaranya ada Jisoo, Song Hye Kyo, Jennie Kim.

Kulit putih, bersih, tinggi, langsing, perut rata, dan wajah Asia jadi kiblat kecantikan dunia. Tak heran jika mulai  banyak produk kecantikan ala Korea yang laris manis di pasaran. Produk kecantikan lainnya pun mulai meracik produk dengan pemutih yang menjanjikan cantik seperti perempuan Korea Selatan. 

Dan Media punya peran dan kekuatan dalam membentuk citra kecantikan 'ideal'. Jadiiiii, gak usah khawatir tentang definisi cantik yang menjadi tren saat ini. Be Your Self... 

Kuuuyy.. Kita mulai berdamai dengan tubuh, menjadi cantik luar dalam. Jangan takut gendaatsss.. karena kegemukan bukan suatu kejahatan. Sing penting sehat.. yaaa kaaann??




---------------- Ceuceumeo -----------------





Comments

  1. Istilah cantik memang sulit dijadikan standar sebenarnya karena berurusan dengan selera manusia.

    Meski kapitalisme dan induatrialisasi sudah mempengaruhinya, tetap saja penilaian akan subyektif juga.

    Cuma, itu juga agak membingungkan karena disiai lain, meski tidak ada kriteria umum, wujud kecantikan ada. Contohnya, sulit untuk mayoritas orang tidak menyebut song hye kyo, gal gadot tidak cantik. Mayoritas akan sepakat mereka wujud kecantikan itu sendiri. Disini ada konsensus juga..

    Cuma..ahh ngapain dipikir juga, saya ga bakalan jadi cantik ini 😜😜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya siih gak dipikir, tapi jadi fans yang cantik2 aja yaa.. haha..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang