0

Maret Bikin Greget

Posted by Nhae Gerhana on 9:28 AM in
Pernah gak sih ngerasain dapet benda atau barang yang kita pengen???

Tanpa ngeluarin uang sepeserpun.. 
Dan itu kaya dapet hadiah yang dikirim dari langit aja gitu.. 
Plek tiba-tiba jadi milik kitaaaa...

Oh My God..
Gw baru mengalami ituuuu sodaraa-sodaraaaa..

MasyaAllah..
Terharu biru sekali rasanya..

Hari apa ya, lupa.. hmmm tanggal.. lupa juga.. haha.. Tapi kalo hadiahnya pasti gak lupaaa.. Yeaaay.. Jadi gini ceritanyaaa.. Cek it out..


----------------------------------------------------------------------------------
Belajar dari mantra "Semoga" lahirlah sebuah hasil nyata yang membuat rasa bahagia bermekaran, bertebaran sepanjang perjalanan ke kosan malam itu.

Flyer akan adanya pembagian UNDIAN di kantor sudah terpampang di mading dan disebar di Watsap.. Semua gambar hadiah yang terpampang di lembar flyer, meluluhkan mata. Berharap berjodoh dengan salah-satu dari mereka. Aamin..

Adanya ancaman karyawan namanya muncul sebagai pemenang, tapi gak hadir bakal hangus. membuat saya bertekad untuk HADIR.. siapa tau nama Octavina Gerhana Wulan ada rejekinya disitu.

Doa tanpa usaha, sia-sia bukan..?
Perjuangan pun dimulai 

Caranya.. dengan posting di Instastory..wkwk..
Flyer dengan gambar aneka undian, saya kasih tanda ceklis sebagai harapan hadiah yang pengen saya dapet. Pilihan pun jatuh pada kamera dan laptop.

Siapa tau, dengan posting ada temen-temen yang mengaminkan kaaan..hehe..

Doa dan sedekah jadi kunci harapan itu berbuah nyata..
Yakiiiiiiin seyakin-yakinnya bakal dapet undian, kayanya jadi dorongan mujarab juga deh.. Tapi, siap tawakal kalo belom rezeki..

Sampei tiba waktunya.. nama demi nama terpanggil..
Dan harapan saya sempat terputus, karena kabarnya level hadiah yang semakin tinggi dikocok, maka angkatan saya pun sudah selesai pengundiannya. Babaaay..

Menerima kenyataan, kalo harapan gak sesuai dengan kenyataan.. Baiklah..

Tapi ternyataaaa, harapan itu belum punah.. Sampai akhirnya, pas banget dengan menyalakan tombol live di instastory, sambil bilang.. kali ini saya.. Octavina..
Daaaaannn..
Alhamdulillah, dapet sepeda..

Live insta story pun masih berjalan, HP yang saya pegang saya serahkan pada teman. Karena tangan saya gemetar, karena dapet hadiah yang gak disangka.. MashaAllah.. *sujudsyukur

Maha Baik Allah yang ngasih hadiah sepeda lipet warna merah..

Pas banget dengan keinginan duluuuu, yang pengen beli sepeda warna merah, dan bisa dilipet.. OMG..  ternyata Allah ngasih sesuai kebutuhan yaaaa..



Eiiitsss belum selesai pemirsaaa..

Saat pengocokan kamera dibuka, nama saya muncul lagi..
Pas bangeeet sama niat awal yang pengen kamera atau laptop.. Sempet siiih lirik sepeda, tapi gak saya contreng, karena takut maruk banyak pengennya.. hehe..

Tappiiii.. karena sepeda udah ditangan, gak boleeh dooong menang lagi..hehe.

Allah itu Baeek bangeeettt, ngasih hadiah tak terduga..
Doa, keyakinan, usaha, dan sedekah dari contoh kecil ini semoga bisa diaplikasikan dengan impian besar lainnya..

Maaaaf yaaa, gak maksud riya, tapi semoga aja bisa ada manfaatnya juga.. Ternyata, kalo kita yakiiiin, gak ada yang gak  mungkin..

Allah selalu ada, dan dekaat.. Bahkan teramat dekat..

Btw yang ada di jakarta, yuk ah gowes bareng.. hihihi =P



------------------------- Ceuceumeo ---------------------------
 
19 Maret 2017
@nhaegerhana

Deadline @1minggu1cerita di jam 23.15 *Piissssss ^_^




 


 

2

Dibalik Layar Namaku

Posted by Nhae Gerhana on 11:46 PM in
"Octavina Gerhana Wulan" ibu guru mengabsen namaku dengan suara keras, sambil menarik halisnya mendekat mata, dan mulai mencari siapa yang menunjuk tangan..

Dengan sigap aku mengangkat tangan kanan, seraya bersuara.
"Saya Bu.." sambil tersenyum lebar seolah sudah tau apa yang akan Ibu Guru pertanyakan.

"Kamu lahir waktu gerhana bulan ya?"
"Pasti bulan oktober"

Ya ya ya.. itulah dua pertanyaan yang sudah biasa masuk ke telinga jika masuk kelas baru. Hampir setiap guru yang mengabsen murid, selalu berhenti sejenak pada namaku.

Respon mereka ada yang heran, ada yang tersenyum geli. Ah untung saja tidak ada yang langsung pusing setelah menyebut nama itu..hehe..
Tapi beruntungnya, hampir setiap guru jadi lebih mudah mengingat aku. 😎 *peace

Naah karena 3 nama itulah, ada saja yang memanggilku Octa, Octap, Vina, Ina,  Gerhana, atau Wulan.

Waktu kecil, aku gak suka sama nama Vina. Panggilan yang dicetuskan oleh Bu Teti, mamah kesayangan aku.

Karena, katanya dulu namaku mau Rika. Entah kenapa malah aku lebih memilih nama Rika daripada Vina..heuu..
Apa mungkin gara-gara tokoh Rika Akana di film drama jepang, "Tokyo Love Story" ? Upsss ketauan deh umurnya..xixixi =p

Dengan hadirnya Gerhana pada nama tengahku, membuatku menjadi antusias dan tertarik dengan fenomena alam gerhana bulan. Ah rasanya berasa lagi ulang tahun. 😆😅

Bahkan beberapa teman sering melaporkan jika akan terjadi gerhana bulan.. Dari jaman sms, sampe ke medsos.. Ada aja yang mention.hehe. 🤗 Kecuali waktu masih jaman pager, telpon koin, warnet yaa.. Gak ada yang ngasih kabar "Woooi besok gerhana" haha..Kalo ada sih, itu teramat niat yaa.. qkqk 😂

Tapi, seiring waktu nama panggilan-panggilan itu mulai bergeser ditelan kenangan. #eeeaaa

Sampai akhirnya, lahirlah sebuah nama baru, ... -- Nhae.

"Kok bisa?"
"Darimananya Nhae?"

Itu pula yang jadi pertanyaan jika baru berkenalan dengan seseorang..
*Adegan Sambil berjabatan tangan *
"Haloo.. saya Nhae"
"Haaah Mae?"
"Nhae"
"Apa? Naay ? "
"NAAEEE.."
"Ohhh Aep"

#lalu gigit kerupuk# *lempar kamoceng hahaha 😂

Nama Nhae terlahir bersamaan dengan boomingnya Westlife pada masanya..Hayoooo anak 90an, siapa yang dulu koleksi poster, foto, kartu, kertas-kertas West life?? Ngakuuuu..

Itulah versi alay pada zamannya. Tak hanya mengoleksi, dalam satu geng kita punya jatah idola yang DILARANG KERAS sama. Masing-masing anggota geng harus punya satu. Kebetulan geng saya sesuai dengan jumlah personel Westlife.

Dan saya dapat sisa dari yang lain, harus memilih "Kian".. Naah nyambung ke asal usul nama tadi, Setiap tanda tangan di buku mulai deh pake nama belakang Kian WestLife, dengan tulisan alay..
Vhinae Kian West Life..
(Baca : Vina nya Kian West Life)
#maafkan ke alayan saya apda masa itu sodaraaahhh

Sumpah ini masuk kategori alay ga siiih??? Wkwkwkwk..

Karena penulisan nama Vina yang ada tambahan huruf gak jelas itulah, temanku membacanya Vhinae sesuai ejaan sesungguhnya. Dan mulai ada teman sebangku yang manggil Nhae..

Dan teruslah nama itu sampai usia remaja seperti sekarang. 😅*ngakunyaABG

Lalu, seiring berkembangnya medsos, twitter, instagram,path.. NhaeGerhana pun menjadi nick name ku sampe sekarang..

Artinya? Bukan lagi milik anggota westlife ya..haha..

Itulah sedikit cerita tentang namaku.
Tidak ada arti khusus dari nama lengkap ataupun nama panggilan.

Tapi aku berharap, hidupku bisa memberikan arti khusus buat kamuu..Iyaa kamu-kamuuu..😙
#eeeaaaa




Note : Tulisan untuk setoran @1minggu1cerita dengan tema Arti Sebuah Nama.

-------------------- Ceuceumeo ----------------

Jakarta, 12 Maret 2017
@nhaegerhana








3

Kabar Dari Khaibar

Posted by Nhae Gerhana on 8:51 AM in ,
Dari balik jendela kaca mobil, mata saya menatap langit yang selalu tampak sendu akhir-akhir ini. 

Tak jarang dengan cepatnya awan putih berganti kegelapan, lalu menumpahkan bulir-bulir air berjatuhan.

Mereka tak kenal pagi, siang, dan petang. Turun serentak, bersahutan. Terkadang sedikit mencemaskan kawasan yang waspada banjir akan menggenang.

Tatapan saya siang itu belum beranjak dari balik kaca mobil. Kali ini menangkap bangunan kokoh menjulang sepanjang jalan di Jakarta Pusat. 

Ingatan saya kemudian menyeret perlahan pada perjalanan 35 hari yang lalu. Tepat di bulan Januari.

Masih dari balik jendela kaca mobil. 
Masih menatap langit di luar sana.. 
Hanya saja, waktu itu langit begitu cerah, matahari tak segan menampakan sinar cahayanya..

Bukan bangunan menjulang tinggi ala metropolitan yang tertangkap lensa mata. Melainkan gunung bebatuan yang berbaris megah. Padang pasir yang luas. Dan sesekali tampak bangunan tua di kanan kiri jalan. 

Tak ada kemacetan, tak ada hiruk pikuk kendaraan.. Semua terasa begitu sepi di luar.. Tapi perasaan hangat menyelimuti perjalanan kala itu.

Yaah.. Tentu saja saya bukan berada di Ibu kota, Jakarta.. 
Tapi ada di Kota yang penuh berkah.. Kota Madinah.

Beruntungnya saya karena Allah memberi saya kesempatan melakukan perjalanan ini. Alhamdulillah..

Pagi itu, sekitar jam 9, saya, Mas Epit, Ust Arifin, dan teman saya Hanif beserta Om nya Abu Saeed menuju Khaibar.

Khaibar terletak di sebelah utara kota Madinah. Jaraknya, sekitar 170 km dari Kota Madinah. Yaah 2,5 jam perjalanan menuju lokasi.

Siapa sangka, hal tak terduga ini bisa saya rasakan.. Mengunjungi, mengenang tempat bersejarah tentang seseorang yang sangatttt saya kagumi, idolakan dan tentu selalu saya rindukan setiap saat. *terharu *sujudsyukur

Siapa lagi tokoh idola yang jadi panutan
Yang setiap sikapnya jadi teladan
Yang sunahnya selalu jadi acuan
Yang kehadirannya sangat dirindukan

Yaappss.. Rasulullah SAW.. 
Ya Allah, terima kasih karena rasa dan kenikmatan yang udah dikasih ini ya Rabb :)

Perjalanan sama sekali tidak terasa melelahkan. Karena pemandangan di luar sana yang masih terasa asing, membuat tak bosan dipandang.

Hanif dan Abu Saeed juga kali pertama berkunjung ke Khaibar. Alhamdulillah beruntungnya saya karena ditemani mereka yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.hehe.. MashaAllah deh baeknya.😆

Sesekali kami bertanya pada penduduk letak Khaibar. Mereka tak segan menjawab dengan ramah. Bahkan ada yang bersedia mengantar sebentar hanya untuk menunjukan lokasinya.

Sayangnya, mobil yang kami gunakan, terlalu mungil untuk lokasi Khaibar yang seharusnya menggunakan mobil yang lebih besar.

Sampai akhirnya..Alhamdulillah..
Sepertinya ada titik terang, dan kami sampai di lokasi yang kami cari.
KHAIBAR..






Khaibar adalah benteng terbesar milik bangsa Yahudi 1.400 tahun yang lalu.







Khaibar termasuk daerah yang subur, dengan ketinggian 850 mdpl. Daaaan, disini juga dulunya penghasil kurma terbaik di Jazirah Arab.

Disinilah benteng-benteng yang didirikan kaum Yahudi berdiri kokoh setelah diusir dari Madinah.

Pertahanan yang cukup tangguh. Bahkan tentara-tentara romawi saja, untuk bisa mengalahkan mereka yang bersembunyi di balik benteng ini, mengalami kewalahan, dan kesulitan.



Belum lagi kekuatan mereka dalam menyimpan bahan makanan. 

Benteng Khaibar memiliki persiapan banyak cadangan makanan selama 2 tahun. Kaum Yahudi tinggal bertahan saja dari orang-orang yang mencoba mendekat. Lalu dengan mudahnya mereka akan meluncurkan anak panahnya, melemparkan pedang dan tombak-tombak mereka. Sehingga tempat ini betul-betul kokoh pada zamannya..



Belum lagi di seputaran sini. Perkebunan kurma tumbuh subur.. Dan inilah kerja orang-orang yahudi kala itu, ketika mereka tinggal disini. 

Secara ekonomi tentunya sangat bagus, segi pertahanan tangguh, strategi mereka canggih, senjata mereka juga luar biasa tak tiknya.



Tapi.... MashaAllah.. Tempat ini pun mencetak sejarah, bagaimanan kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah SAW bisa menaklukan benteng besar ini.



LALU??? Apa yang menggerakan Rasulullah SAW dan kaum muslimin untuk datang kesini.. ??? 

Padahal secara logika, akan sulit mengalahkan kekuatan kaum Yahudi kala itu.


Karena janji Allah, dalam surah Al Fath ayat 20.. 
"Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus."
 (Al-Fath 48:20)

Yaahhh. 
Menjanjikan kesuksesan besar untuk kaum muslimin.  Dari situlah Rasulullah menjadi kuat, untuk bisa menaklukannya. 

Kebayang kaaannn.. Bentengnya besar, senjatanya lengkap..makanan cukup.. sedangkan pasukannya yang datang dari madinah, berhari- hari sampai. Mustahil untuk bisa menaklukan  benteng ini.

Tapi, ketika Allah memberikan janji satu, maka tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati Nabi Muhammad SAW, dengan para sahabatnya untuk datang kesini.. dan menaklukan..



Dan sejarah mencatat.. 
Ternyata itu terbukti.. Terbukti benteng ini, menjadi benteng terakhir perlawanan kaum yahudi.. Setelah ini ditaklukan, tak ada lagi yahudi yang ada di Madinah.

Dari sinilah kita bisa memetik hikmah untuk tidak pernah meragukan Janji Allah.. Tidak Meragukan apa yang sudah tercantum dalam Al-Quran. Masha Allah.











Terima kasih Tuhan.. My Allah SWT atas rezeki ini.. saya bisa menapaki jejak perjuangan kaum muslimin yang begitu tangguh kala itu.

Makasiiih juga Hanif Basalamah, Om Tawfik / Abu Saeed yang begitu baiiiiikkk mengantar kami.. Semoga kalian senantiasa dilindungi Allah SWT. Aahhh pokoke thank you so much yaaa.. 

Tak lama, terdengar sayup-sayup suara seseorang memanggil..
Bang Ferry Pujo, yang membawa mobil, memanggil nama saya berulang "Nhae..Nhae..Nhaee.. dah sampe"

Saya menoleh sebentar, lalu kembali melihat langit dari kejauhan, menerawang sambil tersenyum simpul penuh rasa syukur.

Yaaahh..
Masih dari balik jendela kaca mobil, di ibu Kota Jakarta.



Semoga bermanfaat.. ^_^


Jakarta, 260217



------------------ Ceuceumeo --------------------- 
@nhaegerhana



3

Penyesalan Berhijab

Posted by Nhae Gerhana on 8:01 AM in ,



Bandung, Maret 2011

Malam itu.. hujan rintik menemani perjalanan saya menuju pulang.
Bersama motor kesayangan, melintasi kota Bandung menjadi sejarah dalam setiap detik waktu kebersamaan kami.

Dadaku sesak..
Pikiranku berkeliaran bercabang..
Ada getaran yang sangat bergejolak ketika itu..
Kenapa???

Padatnya kendaraan, riuh suara klakson, ramainya pengguna jalan.. Sedikit pun tak kupedulikan..

Ingatanku terbang pada suatu sabtu yang sama.. Beberapa minggu yang lalu..

-------------

Tepat pukul 15.00 WIB, saya sudah sampai di sebuah rumah yang berada di kawasan Geger Kalong Kota Bandung.

Rumah yang cukup megah, asri, sejuk dan nyaman.

Inilah rumah, yang mereka sebut rumah ngaji. Tempat dimana kajian rutin mingguan digelar.

Dalam ketidaksengajaan hari itu saya hadir.. 

Kalo boleh jujur, awalnya datang terpaksa, hehe.. 

Alasannya, Yaaah karena tidak enak selalu menolak ajakan seorang teman yang bernama Devi. 

Gadis berparas manis, pipi chubby, dan baik hati..
Dia tak bosan mengajak saya ke tempat ini. Dan saya sering menolak halus ajakannya..

Alasan yang selalu sama.. "Maaf ada siaran" atau "Aduuuh.. ada meeting." Hmm..kadang "Ada off air niih"

Sampai suatu masa, saya terpaksa mengiyakan.. Siapa tau, setelah ini ajakan dan seruan dia tak akan mendarat lagi di telinga saya. Minimal satu kali saya mencobanya.. hehe.. *pissDev

Hari sabtu pertama saya masuk ke lingkungan baru. Yaah Rumah Ngaji.. 

Beberapa orang sudah berada di dalam rumah..

Pemilik tempat tinggal yang kami panggil umi begitu ramah luar biasa.. Suaminya tak kalah baiknya..

Saya berkenalan dengan Aris dan kang Dion sebagai pengurus disana.. Mereka sangat hangat, sopan, dan sederhana.

Lalu saya bertegur sapa dengan Ibu-Ibu yang sudah hadir lebih awal.. Aah mereka tak kalah humble dan menyapa saya penuh kehangatan. 

Tampaknya hanya saya dan Devi yang paling muda..
Ruangan dipenuhi oleh Bapak-bapak dan Ibu..

Sebagian ada yang membaca Al-Quran, ada yang mencatat, ada juga yang sedang berdiskusi..

Tentu saja, semua wanita mengenakan busana rapih, seorang muslimah seharusnya..

Sedangkan saya?? Sepatu boots,celana jins ketat, T'shirt,  dan kerudung ala-ala yang asal nempel di kepala, dengan poni yang mengintip setia. #maafkanakuyangdulu hehehe

Dipandang anehkah penampilan saya??
Dilirik dengan mata siniskah saya?? Dihujatkah saya?? 

Sama sekali tidak.. 
Mereka tetap hangat, seolah merangkul, memeluk saya erat..

Senyuman tanpa paksaan.. Pelukan keikhlasan seolah kami sudah kenal dekat.. 

Rasa persaudaraan sesama muslimin mengalir begitu berjumpa dengan raut wajah penuh ketulusan.


Setiap peserta yang datang, mengambil al-quran yang telah disediakan.. 
Al-quran, sejadah, mukena lengkap disediakan Umi disana..

Nara sumber Ustadz dari Jakarta pun telah hadir dan siap memberi materi..
Aahhh saya lupa namanya.. Harap maklum ya, ini 6 taun lalu soalnya..hehehe.. 😆

Materi yang diberikan,  penjelasannya berdasarkan al-quran.. 
kami bergantian membaca arti dari surat dan ayat yang disebutkan oleh pemberi materi..

"Coba buka surat .. ayat .. " begitulah beliau memberi kami isyarat..
Mau tidak mau semua sibuk membuka al-quran nya masing-masing..

Hampir semua rajin mencatat setiap surat dan ayat yang dijelaskan pemberi materi..

Saya????
Masih bingung dan beradaptasi memperhatikan sekeliling yang sibuk dengan al-quran, buku, dan bolpointnya.. 

"Rajin sekali mereka" bisikku dalam hati waktu itu..

Sepertinya hanya saya yang masih terlihat celingak-celinguk..  

Setelah materi selesai, kami shalat magrib berjemaah, dan makan malam..

MashaAllah.. makan malam gratis, dengan peserta yang gak sedikit. 
Dan kegiatan ini rutin seminggu 3-4 kali.

Ilmu dapet, perut kenyaang.. tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun..

Kekuatan sedekah, apakah membuat pemilik rumah ini rugi??? Sama sekali tidak.. justru semakin berkah dan melimpah..

Dan yang pasti, ilmu yang disampaikan tidak keluar jalur.. Sesuai Al-Quran dan Hadits.. itu yang penting..


Lingkungan baru yang saya rasakan, membuat ketagihan.

Sabtu berikutnya, saya mencobanya lagi.. Datang bersama teman yang sama.. 
Tentu dengan penampilan lebih rapih, dan kali ini membawa buku catatan. 😅

Makin mengetahui dan belajar, makin terasa betapa miskinnya ilmu islam yang saya miliki.. 
Betapa secuilnya bekal hidup saya ini ya Allah.

Hingga suatu sabtu malam itu..

Dada saya terasa sesak..
Getaran hebat itu mendarat tepat..

Ketika disampaikan surat 8 ayat 2-4

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA, bertambahlah iman mereka karenaNYA dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal."

Saya tersentuh, sekaligus tertampar oleh kalimat-kalimat indah dalam Al-quran..

Terutama yang terngiang pada saat itu adalah, surat An-Nur ayat 31.

Intinya mengenai kewajiban wanita beriman untuk menutup auratnya..

"Baca loooh, hanya ditujukan untuk wanita yang beriman aja.. Bukan perintah pada semua wanita nhaee.." isi hatiku memberikan suaranya..

"Kamu rajin puasa senin-kamis.. Sunahnya dijalankan.. 
Percuma kalo yang wajib ditinggalkan.." tambahan bisikan itu terus mengiang

Ya Allah... 
Keinginan menggunakan hijab mulai mengarah pada hatiku..
Berseru terus bertalu.. 

Tapi masih terbantahkan oleh rayuan duniawi untuk tetap tampil memamerkan aurat..

"Nanti rambut gak bisa di curly, dicatok lagi... gak bisa diwarna lagii.. "
"Hotpant baruu, dress baru, beberapa pakaian yang belom terpakai sayang juga.."

"Job MC lagi banyak nih.. latian dance lagi rajin-rajinnya juga." Teriak rayuan godaan syetan juga tak mau kalah..

Ya Allah..
Sampai akhirnya saya teringat Almarhum Bapak..

Apih saya sudah meninggalkan kami 2 tahun lalu ketika itu..

Penyesalan yang dalam, membuat mata hati saya terbuka..

Lagi-lagi..Allah menolong dan memberikan saya petunjuk lewat perantaranya..

Ada 3 amalan yang akan terus mengalir, meski dia telah tiada..
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal jariyah
3. Doa anak sholeh

Saya ingin menjadi point ke 3 sebagai anak yang solehah.. 

Dengan cara ini saya ingin bisa menjadi amalan untuk Bapak saya di syurga..

Saya yang masih penuh dosa ini.. Hanya ingin menebus bakti saya yang belum sempat terpenuhi untuk Almarhum Apih ketika beliau masih ada..


Doa anak yang soleh akan menjadi amalan yang terus mengalir untuk almarhum.. Inilah salah satu cara saya, belajar menjadi anak yang solehah.. Meskipun saya masih belajar merangkak, belajar berjalan, bahkan harus berlari mendekati Sang Maha Pencipta.

"Siapa mendekat kepada KU (Allah) sejengkal, maka aku akan mendekatinya satu hasta, Siapa yang mendekat kepada KU (Allah) satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan siapa yang mendekat kepada KU (Allah) dengan berjalan kaki, maka aku akan mendekatinya dengan berlari-lari keci."
(HR Muslim)

Jika saya dekat denganNYA.. menjalani perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.. Semoga bisa menjadi jalan doa terkabul, dan tentu jadi tabungan amal.. Aamiin


Karena bagaimanapun anak adalah amanah orang tua yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak bukan??

Artinya, sebagai anak, kita harus menjadi yang terbaik untuk menolong orang tua kita di akhirat nanti.. Aamiin..

Yaah.. walaupun saya tauu, masih jauuuh dan masih haus ilmuNYA..  

Ya Allah..
Hal yang belum pernah terbayang sebelumnya.. Bahkan gak terpikir untuk berhijab di usia itu.

Bismillahirahmanirrahim..
Bulan Maret 2011, saya memutuskan dengan penuh keyakinan untuk mengenakan hijab.

Tanpa pikir panjang.. Membulatkan niat, melupakan hasrat duniawi. 

Biarlah teman-teman yang masih tak percaya dan ragu dengan keputusan saya itu..

Lupakanlah job MC yang bakal hilang..
Bersiaplah meninggalkan kerlap-kerlip Bandung kala malam.
Mungkin saja kehilangan teman yang tak sejalan.

Saya melangkah mantap.. Yang penting Allah tersenyum melihat saya.. 

Keinginan untuk lebih dekat, disayang oleh yang Maha Kuasa..
Karena denganNYA, bersamaNYA hati ini tenang..

Dengan berhijab, menjalankan perintah Allah.. menjadi cara saya untuk hijrah mendekatkan diri padaNYA..

Belajar menjadi lebih baik, berharap bisa menjadi anak yang solehah sebagai tabungan Apih di syurga.. 

MasyaAllah.. 
Saya menyesal mengenakan hijab...sungguh..

Menyesal..

Kenapa baru saat itu hati saya tergerak untuk hijrah..?

Karena luar biasa banyak rezeki, keberuntungan, dan hal-hal indah tak terduga yang saya peroleh setelah berhijab.

Job MC sama sekali tak hilang..
Rezeki saya berlipat..
Bukan hanya soal materi.. 

Seandainya sudah berhijab sejak lama.. 
Sama sekali gak ada keraguan akan janji Allah..

Maha besar Allah yang begitu baik padaku..

Sampai malu rasanya.. Karena doa-doa selama ini, bergantian terkabul..

Bahkan banyak rezeki tak terduga, Banyak kemudahan yang saya dapat..

Alhamdulillah..

Apalah saya yang masih dalam proses belajar dan belum sempurna..
Masih jauh ilmunya.. masih miskin pengetahuannya..
Masih bergelimang dosanya..

Tapi Allah akan membimbing kita langsung, dengan caraNYA, jika kita berniat dekat denganNYA.

Melalui manusia, alam, dan ciptaanNYA yang kita temui.

Ah..terima kasih ini tak terhingga..

Semoga yang masih ragu untuk berhijab.. gak menjadi ragu..

Mantapkan hati hanya untuk meraih RidhoNya..

Daaan 1 Februari lalu, diperingati sebagai hari hijab sedunia atau International World Hijab..

Semoga kita tetap Istiqomah yaaa 😚


Note : thx buat devi dan rumah ngaji yang jadi sarana saya hijrah 😙😘








---------- Ceuceumeo ---------

@nhaegerhana











Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates