3

Penyesalan Berhijab

Posted by nhae gerhana on 8:01 AM in ,



Bandung, Maret 2011

Malam itu.. hujan rintik menemani perjalanan saya menuju pulang.
Bersama motor kesayangan, melintasi kota Bandung menjadi sejarah dalam setiap detik waktu kebersamaan kami.

Dadaku sesak..
Pikiranku berkeliaran bercabang..
Ada getaran yang sangat bergejolak ketika itu..
Kenapa???

Padatnya kendaraan, riuh suara klakson, ramainya pengguna jalan.. Sedikit pun tak kupedulikan..

Ingatanku terbang pada suatu sabtu yang sama.. Beberapa minggu yang lalu..

-------------

Tepat pukul 15.00 WIB, saya sudah sampai di sebuah rumah yang berada di kawasan Geger Kalong Kota Bandung.

Rumah yang cukup megah, asri, sejuk dan nyaman.

Inilah rumah, yang mereka sebut rumah ngaji. Tempat dimana kajian rutin mingguan digelar.

Dalam ketidaksengajaan hari itu saya hadir.. 

Kalo boleh jujur, awalnya datang terpaksa, hehe.. 

Alasannya, Yaaah karena tidak enak selalu menolak ajakan seorang teman yang bernama Devi. 

Gadis berparas manis, pipi chubby, dan baik hati..
Dia tak bosan mengajak saya ke tempat ini. Dan saya sering menolak halus ajakannya..

Alasan yang selalu sama.. "Maaf ada siaran" atau "Aduuuh.. ada meeting." Hmm..kadang "Ada off air niih"

Sampai suatu masa, saya terpaksa mengiyakan.. Siapa tau, setelah ini ajakan dan seruan dia tak akan mendarat lagi di telinga saya. Minimal satu kali saya mencobanya.. hehe.. *pissDev

Hari sabtu pertama saya masuk ke lingkungan baru. Yaah Rumah Ngaji.. 

Beberapa orang sudah berada di dalam rumah..

Pemilik tempat tinggal yang kami panggil umi begitu ramah luar biasa.. Suaminya tak kalah baiknya..

Saya berkenalan dengan Aris dan kang Dion sebagai pengurus disana.. Mereka sangat hangat, sopan, dan sederhana.

Lalu saya bertegur sapa dengan Ibu-Ibu yang sudah hadir lebih awal.. Aah mereka tak kalah humble dan menyapa saya penuh kehangatan. 

Tampaknya hanya saya dan Devi yang paling muda..
Ruangan dipenuhi oleh Bapak-bapak dan Ibu..

Sebagian ada yang membaca Al-Quran, ada yang mencatat, ada juga yang sedang berdiskusi..

Tentu saja, semua wanita mengenakan busana rapih, seorang muslimah seharusnya..

Sedangkan saya?? Sepatu boots,celana jins ketat, T'shirt,  dan kerudung ala-ala yang asal nempel di kepala, dengan poni yang mengintip setia. #maafkanakuyangdulu hehehe

Dipandang anehkah penampilan saya??
Dilirik dengan mata siniskah saya?? Dihujatkah saya?? 

Sama sekali tidak.. 
Mereka tetap hangat, seolah merangkul, memeluk saya erat..

Senyuman tanpa paksaan.. Pelukan keikhlasan seolah kami sudah kenal dekat.. 

Rasa persaudaraan sesama muslimin mengalir begitu berjumpa dengan raut wajah penuh ketulusan.


Setiap peserta yang datang, mengambil al-quran yang telah disediakan.. 
Al-quran, sejadah, mukena lengkap disediakan Umi disana..

Nara sumber Ustadz dari Jakarta pun telah hadir dan siap memberi materi..
Aahhh saya lupa namanya.. Harap maklum ya, ini 6 taun lalu soalnya..hehehe.. 😆

Materi yang diberikan,  penjelasannya berdasarkan al-quran.. 
kami bergantian membaca arti dari surat dan ayat yang disebutkan oleh pemberi materi..

"Coba buka surat .. ayat .. " begitulah beliau memberi kami isyarat..
Mau tidak mau semua sibuk membuka al-quran nya masing-masing..

Hampir semua rajin mencatat setiap surat dan ayat yang dijelaskan pemberi materi..

Saya????
Masih bingung dan beradaptasi memperhatikan sekeliling yang sibuk dengan al-quran, buku, dan bolpointnya.. 

"Rajin sekali mereka" bisikku dalam hati waktu itu..

Sepertinya hanya saya yang masih terlihat celingak-celinguk..  

Setelah materi selesai, kami shalat magrib berjemaah, dan makan malam..

MashaAllah.. makan malam gratis, dengan peserta yang gak sedikit. 
Dan kegiatan ini rutin seminggu 3-4 kali.

Ilmu dapet, perut kenyaang.. tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun..

Kekuatan sedekah, apakah membuat pemilik rumah ini rugi??? Sama sekali tidak.. justru semakin berkah dan melimpah..

Dan yang pasti, ilmu yang disampaikan tidak keluar jalur.. Sesuai Al-Quran dan Hadits.. itu yang penting..


Lingkungan baru yang saya rasakan, membuat ketagihan.

Sabtu berikutnya, saya mencobanya lagi.. Datang bersama teman yang sama.. 
Tentu dengan penampilan lebih rapih, dan kali ini membawa buku catatan. 😅

Makin mengetahui dan belajar, makin terasa betapa miskinnya ilmu islam yang saya miliki.. 
Betapa secuilnya bekal hidup saya ini ya Allah.

Hingga suatu sabtu malam itu..

Dada saya terasa sesak..
Getaran hebat itu mendarat tepat..

Ketika disampaikan surat 8 ayat 2-4

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA, bertambahlah iman mereka karenaNYA dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal."

Saya tersentuh, sekaligus tertampar oleh kalimat-kalimat indah dalam Al-quran..

Terutama yang terngiang pada saat itu adalah, surat An-Nur ayat 31.

Intinya mengenai kewajiban wanita beriman untuk menutup auratnya..

"Baca loooh, hanya ditujukan untuk wanita yang beriman aja.. Bukan perintah pada semua wanita nhaee.." isi hatiku memberikan suaranya..

"Kamu rajin puasa senin-kamis.. Sunahnya dijalankan.. 
Percuma kalo yang wajib ditinggalkan.." tambahan bisikan itu terus mengiang

Ya Allah... 
Keinginan menggunakan hijab mulai mengarah pada hatiku..
Berseru terus bertalu.. 

Tapi masih terbantahkan oleh rayuan duniawi untuk tetap tampil memamerkan aurat..

"Nanti rambut gak bisa di curly, dicatok lagi... gak bisa diwarna lagii.. "
"Hotpant baruu, dress baru, beberapa pakaian yang belom terpakai sayang juga.."

"Job MC lagi banyak nih.. latian dance lagi rajin-rajinnya juga." Teriak rayuan godaan syetan juga tak mau kalah..

Ya Allah..
Sampai akhirnya saya teringat Almarhum Bapak..

Apih saya sudah meninggalkan kami 2 tahun lalu ketika itu..

Penyesalan yang dalam, membuat mata hati saya terbuka..

Lagi-lagi..Allah menolong dan memberikan saya petunjuk lewat perantaranya..

Ada 3 amalan yang akan terus mengalir, meski dia telah tiada..
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal jariyah
3. Doa anak sholeh

Saya ingin menjadi point ke 3 sebagai anak yang solehah.. 

Dengan cara ini saya ingin bisa menjadi amalan untuk Bapak saya di syurga..

Saya yang masih penuh dosa ini.. Hanya ingin menebus bakti saya yang belum sempat terpenuhi untuk Almarhum Apih ketika beliau masih ada..


Doa anak yang soleh akan menjadi amalan yang terus mengalir untuk almarhum.. Inilah salah satu cara saya, belajar menjadi anak yang solehah.. Meskipun saya masih belajar merangkak, belajar berjalan, bahkan harus berlari mendekati Sang Maha Pencipta.

"Siapa mendekat kepada KU (Allah) sejengkal, maka aku akan mendekatinya satu hasta, Siapa yang mendekat kepada KU (Allah) satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan siapa yang mendekat kepada KU (Allah) dengan berjalan kaki, maka aku akan mendekatinya dengan berlari-lari keci."
(HR Muslim)

Jika saya dekat denganNYA.. menjalani perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.. Semoga bisa menjadi jalan doa terkabul, dan tentu jadi tabungan amal.. Aamiin


Karena bagaimanapun anak adalah amanah orang tua yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak bukan??

Artinya, sebagai anak, kita harus menjadi yang terbaik untuk menolong orang tua kita di akhirat nanti.. Aamiin..

Yaah.. walaupun saya tauu, masih jauuuh dan masih haus ilmuNYA..  

Ya Allah..
Hal yang belum pernah terbayang sebelumnya.. Bahkan gak terpikir untuk berhijab di usia itu.

Bismillahirahmanirrahim..
Bulan Maret 2011, saya memutuskan dengan penuh keyakinan untuk mengenakan hijab.

Tanpa pikir panjang.. Membulatkan niat, melupakan hasrat duniawi. 

Biarlah teman-teman yang masih tak percaya dan ragu dengan keputusan saya itu..

Lupakanlah job MC yang bakal hilang..
Bersiaplah meninggalkan kerlap-kerlip Bandung kala malam.
Mungkin saja kehilangan teman yang tak sejalan.

Saya melangkah mantap.. Yang penting Allah tersenyum melihat saya.. 

Keinginan untuk lebih dekat, disayang oleh yang Maha Kuasa..
Karena denganNYA, bersamaNYA hati ini tenang..

Dengan berhijab, menjalankan perintah Allah.. menjadi cara saya untuk hijrah mendekatkan diri padaNYA..

Belajar menjadi lebih baik, berharap bisa menjadi anak yang solehah sebagai tabungan Apih di syurga.. 

MasyaAllah.. 
Saya menyesal mengenakan hijab...sungguh..

Menyesal..

Kenapa baru saat itu hati saya tergerak untuk hijrah..?

Karena luar biasa banyak rezeki, keberuntungan, dan hal-hal indah tak terduga yang saya peroleh setelah berhijab.

Job MC sama sekali tak hilang..
Rezeki saya berlipat..
Bukan hanya soal materi.. 

Seandainya sudah berhijab sejak lama.. 
Sama sekali gak ada keraguan akan janji Allah..

Maha besar Allah yang begitu baik padaku..

Sampai malu rasanya.. Karena doa-doa selama ini, bergantian terkabul..

Bahkan banyak rezeki tak terduga, Banyak kemudahan yang saya dapat..

Alhamdulillah..

Apalah saya yang masih dalam proses belajar dan belum sempurna..
Masih jauh ilmunya.. masih miskin pengetahuannya..
Masih bergelimang dosanya..

Tapi Allah akan membimbing kita langsung, dengan caraNYA, jika kita berniat dekat denganNYA.

Melalui manusia, alam, dan ciptaanNYA yang kita temui.

Ah..terima kasih ini tak terhingga..

Semoga yang masih ragu untuk berhijab.. gak menjadi ragu..

Mantapkan hati hanya untuk meraih RidhoNya..

Daaan 1 Februari lalu, diperingati sebagai hari hijab sedunia atau International World Hijab..

Semoga kita tetap Istiqomah yaaa 😚


Note : thx buat devi dan rumah ngaji yang jadi sarana saya hijrah 😙😘








---------- Ceuceumeo ---------

@nhaegerhana











3

Ketika Logika Memaafkan Rasa

Posted by nhae gerhana on 3:54 AM in , ,

Logika dan rasa menjadi sahabatku sejak lama

Mereka kerap begitu dekat.. 
Terkadang bertengkar hebat
Yaaaahhh... Sesekali berbeda pendapat
Sebenarnya mereka lebih sering berselisih adu firasat.

Aaahhh
Tak jarang logika begitu keras
Memaksa rasa membuang angan
Merampas kenangan
Membuyarkan harapan
Bahkan memenjarakan mimpi, ia pun tak segan

Banyak tahun memisahkan hari
Dulu..
Logika dan rasa sering bercengkrama mesra 
Di setiap pagi dan petang
Berbincang tentang alam dan masa depan
Karena hal itulah yg membuat mereka sejalan tanpa perdebatan..

Hingga suatu senja..

Rasa memulai percikan kehadiran yang tak biasa
Rasa terjebak dalam buaian yang katanya bernama cinta
Hanyut dan hampir tenggelam terbawa suasana drama

Logika tak bisa terdiam melihat saparuhnya luluh hampir runtuh
Tak segan logika menampar rasa begitu keras
Menghardik angan yang melambung
Dan mengusirnya tanpa memberi ruang
Hal yang samapun kembali berulang 
Logika di barisan depan penghadang
Emosi logika kembali meradang

Rasa mungkin sedikit lemah
Begitu mudahnya membuat logika marah

Logika semakin tegas
Menyerang dengan lugas

Mereka pun saling terdiam
Di sebuah sudut kerinduan kebersamaan yang sejalan
Hingga suatu fajar..
Saat matahari memperlihatkan kemegahannya
Ketika rasa sudah lelah dengan penantiannya
Disitulah terbit sebuah ruang harap dalam sebuah pertemuan

Rasa yang pernah hilang itu muncul kembali
Mendebarkan si jantung hati
Terkesima harap, lahirlah asa
Mimpi mulai berkeliaran
Menggoyahkan benteng pertahanan

Rasa tak bisa memilih
Pada siapa jantungnya berdetak begitu lirih

Rasa pun membuncah
Bergerak perlahan mencari celah harapan
Tak bisa menepis kerinduan

Rasa ini berbeda.. Itu pikirnya.
Karena berlabuh pada seseorang yang tak biasa
Bukan karena fisik yang sempurna
Tapi punya pesona yang membuat terpana

Lagi-lagi..
Logika mengintip melalui celah kepastian

Mewaspadai setiap gerakan
Berpura-pura menghindari pertengkaran
Membiarkan rasa mengalir perlahan

Ternyata..
Logika tak sekeras kemarin
Rasa menyadari hal itu..
Kali ini.. logika tampak terlihat teduh

Apakah logika memaafkan rasa???

Ketika logika memaafkan rasa
Melihat senyum tipis yang pernah pecah
Terpancar luka berganti sumringah

Ada apa dengan logika?
Ketika logika memaafkan rasa..

Logika belajar memahami rasa agar sejalan
Untuk saat ini logika memberi kesempatan
Karena sepertinya seseorang itu pilihan
Dan layak diperjuangkan
 
Karena bersamanya menuju ketaatan
Melihatnya memberi kesejukan
Bukan hanya ketampanan, tapi keimanan

Setidaknya rasa dan logika memulai pertemanan


Akhlaknya meluluhkan rasa dan logika
Memantaskan diri 
Memperbaiki diri
Inilah cara introspeksi jati diri

Merayu pada pemilik hatiNYA
  
Seandainya pun bukan dia
Tak mengapa
Karena perubaham positif terjadi pada rasa dan logika

Menyelami taat..
Memantaskan diri untuk yang tepat..
Mendapat separuh kepingan yang pernah tersesat

Ketika logika memaafkan rasa
Rasa yang akan bermuara
Pada waktunya



Jakarta, 11022017
@nhaegerhana

-------------------- Ceuceumeo -------------------


Tulisan ini, untuk tema minggu ketiga : Forgiveness
hihihi ^.^






Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates