0

Ah Kamu

Posted by Nhae Gerhana on 7:35 AM in
Cerita itu kamu..
Ketika berjejalan aksara
Kurangkai dalam doa.

Bisaku..
menitipkan kata pada pena.
Mampuku..
Berbisik pada bumi.
Caraku..
Menengadah mengetuk langit.


#eeeaaa 😆😅
April 2107
---------- ceuceumeo -------
@nhaegerhana




0

Kisah Umi Tri Handayani

Posted by Nhae Gerhana on 7:46 AM in
Langkah saya sedikit perlahan saat memasuki Masjid Ash Shaff Emerald di kawasan Bintaro.. 

Perasaan antusias, senang dan takjub bercampur menjadi satu gumpalan rasa yang singgah..

Tentu saja.. Saya menjadi bagian dari puluhan muslimah yang sudah hadir ketika itu..
Melihat dan mendengarkan langsung motivasi dari seorang wanita tegar, kuat, sabar, dan sangat luar biasa ini.

Kebetulan hari ini, saya sudah janjian dengan beliau melalui pesan di whats up. Dan kesempatan bertemu pun tentu tidak saya lewatkan. Ini pertama kali saya melihat langsung beliau memberikan tausyiah. 

"Biarlah sakit yang dialami menjadi penggugur dosa." 
"Allah sayaang sama kita."



Kalimat demi kalimat penyejuk jiwa keluar dari bibir mungilnya. Wajahnya yang sendu, sedikit pucat, namun semangatnya begitu berkobar dan menularkan energi positive. Dialah Ibu Tri Handayani, SPdi, MA.. Biasa dipanggil dengan Umi.

Sosok yang berhasil membuat saya tak bisa menahan bulir air tumpah ketka berada satu ruangan bersamanya. Bagaimana tidak??
Ibu dua anak ini, adalah sosok yang sangat menginspirasi. Beliau tetap terlihat tegar dan kuaat.. Walaupun telah mengalami ujian yang sangat berat. Bahkan semangatnya untuk dakwah, dan menjalani hidup melebihi orang yang sehat.

Selama 22 tahun beliau telah berperang dengan kanker.. 22 kali kemoterapi, 38 kali radioterapi, 178 kali fisioterapi. Bukan hanya satu kanker, tapi Ustadzah menderita kanker otak, kanker rahim, dan kanker usus. Sudah 7 kali operasi yang beliau alami.

Alhamdulillah, tahun 2005 Umi dinyatakan sehat. Masha Allah.. Keajaiban Allah sangat luar biasa. 
Sampai saat ini, umi masih berjuang, karena tubuhnya mulai mengalami kerusakan. Gigi yang sudah hancur semua, kaki yang sedikit sulit berjalan menaiki tangga, penglihatan, pendengaran, telinga mengalami kerusakan. Bahkan, terkadang indra pegecapnya pun tidak bisa membedakan rasa pada makanan. Bubur lah yang menjadi asupan makanan umi setiap hari.

Ya Allah, di usianya yang ke 46, beliau masih sangat antusias menimba ilmu dan menularkan ilmu. Saat ini, Umi sedang melanjutkan kuliah S3, dan masih terus mengisi keliling mengisi kajian.

Tepat pukul 11 siang, Umi menutup kajiannya. Semua jemaah menghampiri dan tak henti menyalami dan memeluknya. Saya harus menunggu sampai semua jemaah selesai, sehingga bisa berbincang dengan beliau.

Pelukan hangat, dan senyumannya membuatku semakin ingin meneteskan air mata. Betapa tegar dan kuatnya beliau.. Saya berkesempatan berbincang dengan beliau, mendengarkan kisah Umi ketika muda dulu.

Umi dulunya suka berpetualang looh.. Atlet karate, voli, perempuan yang aktif dan tomboi. Pukulan keras di saat remaja ketika mengetahui sakit yang di deritanya waktu itu, membuatnya tetap bertahan. Peran sang Bundalah yang membuatnya terus berjuang.

Satu cerita menarik lainnya, ketika dulu beliau dinyatakan tidak bisa hamil karena penyakitnya.  Sehingga pada  saat umi melakukan ta'aruf, beliau selalu berkata mengenai hal ini. Beberapa pria pun mundur. Hingga satu pria yang menjadi suaminya inilah, yang berkata dan meyakinkan, jika Allah menghendaki dan memberikan kepercayaan Insha Allah.
Masha Allah, memang benar.. Bahkan umi dikarunia 2 orang putra yang sudah besar sekarang.

Seorang sahabat Umi pun tak mau kalah menceritakan kisah mereka. Saya memanggilnya Mpok Choiruniah. Mpok adalah teman yang sudah seperti keluarga. Selalu mengantar Umi untuk dakwah..
Pernah suatu hari, dengan motor mpok mengantar Umi kesana kemari. Dan hujan pun turun.
Tapi Um sama sekali tidak mengeluh dan malah berkata..
"Kapan lagi kita bisa menikmati hujan di dunia. Hujan itu berkah.."

Udara sejuk Jakarta, menemani percakapan kami siang itu.Sampai akhirnya, obrolan kami pun harus berakhir.. Dan pelukan hangat saya dan Umi, kembali kami rasakan.
"Maaaf yaaa kalo Umi ada salah.. maafiin.." suara parau Umi menatap saya.

Kata maaf yang selalu beliau ucapkan kepada setiap orang yang beliau temui.
Semoga sehat terus Umi.. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT..
Terima kasih Umi telah berbagi.. Dan makasiiiih untuk tanda tangan dari bukunya Mengajar pelangi.




Darinya saya belajar, selalu ada pelangi setelah hujan..Yaah karena hidup ini adalah ujian..


--------- Ceuceumeo -------
@nhaegerhana


Tulisan tema Respek untuk #1minggu1cerita 





3

Lalu Ku Jatuh

Posted by Nhae Gerhana on 8:43 AM in
Bunga itu tersimpan rapih di meja. Kemasan yang cantik, segar dan mekar merekah. Disampingnya ada kartu ucapan dengan kalimat yang sangat manis. Aku bisa membaca tulisan si pengirim dengan sangat jelas..

Kata-kata bukan puitis tapi terlihat jujur. Sebuah ucapan doa, harapan, penantian, serta kerinduan tertuang di dalamnya.
Tak lupa pengirim bunga pun menulis inisial namanya tepat di ujung bawah kartu itu. -S A-

"Najwaaaaaa... pesanan udah diantar belom?"   Teriak ibu mengagetkanku seketika.
"Iyaaaa Buuu.. sebentar lagi Najwa antar" balasku segera sebelum ada pekikan kedua.

Mataku masih mematap layar Hand phone. Mengeja kembali caption di foto yang baru saja aku temukan "love 💕"

Itulah postingan dari wanita itu. Wanita cantik, berkulit putih, hidung mancung, dengan tinggi semampai.
Yaah aku mengenalnya, namun dia tak tahu siapa aku. Tentu saja, sebenarnya aku hanya sekedar tahu dari hasil kekepoan tak jelas. Menghasilkan riset mendalam siapa dia.. Gadis cantik berjilbab lulusan kampus ternama di Ibu Kota Jakarta.

Sudah seminggu ini, Aku tak bisa segesit biasanya. Entah kenapa energiku seolah terserap dan berkurang separuhnya. Kata-kata dibungkam dilema dan tak sinkron. Antara hati, perasaan, dan otak yang sudah tak sejalan.

Kekecewaan begitu dalam, merasuk dan menusuk ruang hati. Sebuah ruang yang sengaja kukosongkan sebelumnya. Namun kini telah terisi dengan sebuah nama.. -S A-

Sastra Anugrah.. pria yang baru saja ku kenal setahun kemarin.
Aku mengenalnya di sebuah komunitas relawan. Dia menjadi leader, sangat aktif, pintar, perhatian, dan satu hal yang paling aku suka.. rajin sekali ibadahnya. Ehhhmm..

Darinya aku belajar banyak hal. Sampai akhirnya hatiku jatuh, dan menyimpan namanya dalam sebuah harapan.

Menyukainya dalam diam, adalah caraku saat ini.. Dan entah sampai kapan.
Aku mencoba melawan, dan mengumpulkan energiku kembali.

'Hentikanlah..' jeritku tertahan pelan.

Aku berjalan menghampiri Ibu, yang sedang sibuk membuat cake pesanan. Semangatnya begitu menggebu. Keriput di wajahnya, tak bisa membohongi usia yang sudah semakin menua. Tangan yang begitu terampil membuat hiasan dari vondant.

"Looh kok malah diem disitu? Tuh udah ibu siapkan. Kamu tinggal antar ke alamat ini." Ibu menunjuk kertas yang tergeletak di lantai.

 "Siaaaappp Boss." Sahutku.. Seraya tersenyum lebaar sambil mengangkat tangan kanan sejajar halis. Tanda hormat pada Ibu. Aku harap senyumku cukup sempurna, dan bisa menyembunyikan lukaku.

Mengantar pesanan kue adalah tugasku setiap weekend. Jika hari biasa, aku bekerja di sebuah kantor swasta Perusahaan ritel sebagai staff bagian promosi.

Semenjak Ayah tiada, aku harus bekerja lebih keras agar dapur tetap mengepul. Ditambah lagi, aku mempunyai 3 orang adik ya g masih sekolah. Ketiganya tentu perlu biaya yang tak sedikit.

Aahhh jika mengingat beban kehidupan keluarga, rasanya aku tak semestinya menambah beban pikiranku dengan menghadirkan dia. Seseorang yang menghiasi seisi kepalaku saat ini.

Motor yang aku kendarai melaju lambat, bahkan sangat lambat untuk ukuran biasanya. Bayang wajahnya lah yang lebih cepat terpahat. Mengitari menghiasi memburai mimpi.

"Tiiiiiiinnnnnnn" suara klakson mobil di depan membuyarkan lamunanku. Hampiir saja aku kebablasan menerobos lampu merah.

Oh Tuhan.. sampai seperti inikah?aku hampir mempertaruhkan nyawaku untuk hal yang belum jelas ini. Oke..cukup Najwa.. Kembali lah seperti biasa. Dan lupakan dia perlahan, tinggalkan angan.. Logika ku mulai berteriak menyeruak.

Padatnya lalu lintas siang itu, semakin ramai dengan suara turunnya hujan. Katanya, salah satu doa yang dikabulkan adalah doa ketika hujan.
Dan aku.. masih mendoakanmu.. hari ini, dan entah sampai kapan.


-bersambung- 😆😆😆


------------ Ceuceumeo-------------

@nhaegerhana



0

Lipstik Sakral

Posted by Nhae Gerhana on 7:12 AM in
Hampir semua wanita  punya senjata andalan dalam penampilan. Apalagi yang berhubungan dengan penampilan.. Iya kaaan?? *semua jawab iyaaaa.. hehe

Mungkin setiap orang punya satu atau dua benda yang wajib dibawadi dalam kotak ajaib, untuk menunjang penampilan tadi.

Misalkan niih.. lipstik, eyeliner, blush on, maskara, hijab, rol rambut atau benda apapun itu lah yaaa..

Hmmm... Saya jadi teringat kata-kata teman kampus dulu. Uhuukkk.. tahun nya gak usah saya sebut ya..haha.. Anggap saja baru lulus tahun lalu.. #maksa.. wkwk.
Dia selalu bilang yang penting itu di mata. Mata itu yang paling keliatan.

Itulah yang membuat saya terdoktrin lebih berias di mata dibandingkan yang lain. Cukup dengan maskara atau eye liner aja yang jadi idola.

Saya termasuk gadis manis yang maleees berlama-lama di depan cermin, untuk merias wajah sehari-hari. Pengennya Gerak cepeeet.. 30 menit pagi hari itu, sepaket buat Mandi, Shalat duha, Pake baju, dandan seadanya, jilbab, pesen gojek.. Simple kaan.. 30 meniiit ituuu.. hahaha.. *nyengiiirrrKUDA

Lain halnya kalo ada acara tertentu. Misal zaman masih suka ngeDance, ngMC, itu WAJIB DEMPULAN.. Bisa khusyu itu, depan kaca.. *pisss haha

Naah.. karena gak pernah dandan sehari-hari, bedak aja gak pernah buuu.. Saya ngerasa lipstik adalah sesuatu yang sakral. Kenapa?? Karena benda itu hanya ada di moment-moment penting. Itulah yang membuat saya cuma punya satu atau dua lipstik. Dan selalu aweeetttt lamaaaaa..
Jadi, kalo ngeliat temen, sodara seumuran udah pake lipstik, hati kecil saya bergeming mereka udah dewasa. haha.. padahal seumuran keleesss..
Yaahhh.. Karena gak tau kenapa, kayanya kalo pake lipstik itu, terlihat lebih dewasa aja gitu.. wkwk.. Mungkin karena perasaan itulah, saya gak pernah pake.. Maksudnya siih, menolak tua.. heuuuu =P
Daaaa ternyata, jiwa kewanitaan ini baru muncul sekarang.. 
Saya mulai belajar pake, sehari, dua hari, sampe hampir setiap hari. Sampe akhirmya, saya baru jatuh cinta sekarang dengan lipstik.

Naluri wanita udah mulai bertambah dan merambah pada benda sakral yang satu ini.. Daaan mulai paham.. Kenapa banyak teman-teman yang punya banyak koleksi warna lipstik.. hihi. 
Sekarang jadi tau, bedanya lipstik, lip matte, lip tint..hehehe..

Kayanya, sekarang lip lipan udah ngajak temenan niih.. Dan sebentar lagi dia menjadi sahabat buat saya.. 😆

Boleh deh kasih rekomendasi lip apa yang cucooook? hehe *Sambilpolesbibir ^_^




-------------------------- Ceuceumeo -------------------------
@nhaegerhana



0

Maret Bikin Greget

Posted by Nhae Gerhana on 9:28 AM in
Pernah gak sih ngerasain dapet benda atau barang yang kita pengen???

Tanpa ngeluarin uang sepeserpun.. 
Dan itu kaya dapet hadiah yang dikirim dari langit aja gitu.. 
Plek tiba-tiba jadi milik kitaaaa...

Oh My God..
Gw baru mengalami ituuuu sodaraa-sodaraaaa..

MasyaAllah..
Terharu biru sekali rasanya..

Hari apa ya, lupa.. hmmm tanggal.. lupa juga.. haha.. Tapi kalo hadiahnya pasti gak lupaaa.. Yeaaay.. Jadi gini ceritanyaaa.. Cek it out..


----------------------------------------------------------------------------------
Belajar dari mantra "Semoga" lahirlah sebuah hasil nyata yang membuat rasa bahagia bermekaran, bertebaran sepanjang perjalanan ke kosan malam itu.

Flyer akan adanya pembagian UNDIAN di kantor sudah terpampang di mading dan disebar di Watsap.. Semua gambar hadiah yang terpampang di lembar flyer, meluluhkan mata. Berharap berjodoh dengan salah-satu dari mereka. Aamin..

Adanya ancaman karyawan namanya muncul sebagai pemenang, tapi gak hadir bakal hangus. membuat saya bertekad untuk HADIR.. siapa tau nama Octavina Gerhana Wulan ada rejekinya disitu.

Doa tanpa usaha, sia-sia bukan..?
Perjuangan pun dimulai 

Caranya.. dengan posting di Instastory..wkwk..
Flyer dengan gambar aneka undian, saya kasih tanda ceklis sebagai harapan hadiah yang pengen saya dapet. Pilihan pun jatuh pada kamera dan laptop.

Siapa tau, dengan posting ada temen-temen yang mengaminkan kaaan..hehe..

Doa dan sedekah jadi kunci harapan itu berbuah nyata..
Yakiiiiiiin seyakin-yakinnya bakal dapet undian, kayanya jadi dorongan mujarab juga deh.. Tapi, siap tawakal kalo belom rezeki..

Sampei tiba waktunya.. nama demi nama terpanggil..
Dan harapan saya sempat terputus, karena kabarnya level hadiah yang semakin tinggi dikocok, maka angkatan saya pun sudah selesai pengundiannya. Babaaay..

Menerima kenyataan, kalo harapan gak sesuai dengan kenyataan.. Baiklah..

Tapi ternyataaaa, harapan itu belum punah.. Sampai akhirnya, pas banget dengan menyalakan tombol live di instastory, sambil bilang.. kali ini saya.. Octavina..
Daaaaannn..
Alhamdulillah, dapet sepeda..

Live insta story pun masih berjalan, HP yang saya pegang saya serahkan pada teman. Karena tangan saya gemetar, karena dapet hadiah yang gak disangka.. MashaAllah.. *sujudsyukur

Maha Baik Allah yang ngasih hadiah sepeda lipet warna merah..

Pas banget dengan keinginan duluuuu, yang pengen beli sepeda warna merah, dan bisa dilipet.. OMG..  ternyata Allah ngasih sesuai kebutuhan yaaaa..



Eiiitsss belum selesai pemirsaaa..

Saat pengocokan kamera dibuka, nama saya muncul lagi..
Pas bangeeet sama niat awal yang pengen kamera atau laptop.. Sempet siiih lirik sepeda, tapi gak saya contreng, karena takut maruk banyak pengennya.. hehe..

Tappiiii.. karena sepeda udah ditangan, gak boleeh dooong menang lagi..hehe.

Allah itu Baeek bangeeettt, ngasih hadiah tak terduga..
Doa, keyakinan, usaha, dan sedekah dari contoh kecil ini semoga bisa diaplikasikan dengan impian besar lainnya..

Maaaaf yaaa, gak maksud riya, tapi semoga aja bisa ada manfaatnya juga.. Ternyata, kalo kita yakiiiin, gak ada yang gak  mungkin..

Allah selalu ada, dan dekaat.. Bahkan teramat dekat..

Btw yang ada di jakarta, yuk ah gowes bareng.. hihihi =P



------------------------- Ceuceumeo ---------------------------
 
19 Maret 2017
@nhaegerhana

Deadline @1minggu1cerita di jam 23.15 *Piissssss ^_^




 


 

2

Dibalik Layar Namaku

Posted by Nhae Gerhana on 11:46 PM in
"Octavina Gerhana Wulan" ibu guru mengabsen namaku dengan suara keras, sambil menarik halisnya mendekat mata, dan mulai mencari siapa yang menunjuk tangan..

Dengan sigap aku mengangkat tangan kanan, seraya bersuara.
"Saya Bu.." sambil tersenyum lebar seolah sudah tau apa yang akan Ibu Guru pertanyakan.

"Kamu lahir waktu gerhana bulan ya?"
"Pasti bulan oktober"

Ya ya ya.. itulah dua pertanyaan yang sudah biasa masuk ke telinga jika masuk kelas baru. Hampir setiap guru yang mengabsen murid, selalu berhenti sejenak pada namaku.

Respon mereka ada yang heran, ada yang tersenyum geli. Ah untung saja tidak ada yang langsung pusing setelah menyebut nama itu..hehe..
Tapi beruntungnya, hampir setiap guru jadi lebih mudah mengingat aku. 😎 *peace

Naah karena 3 nama itulah, ada saja yang memanggilku Octa, Octap, Vina, Ina,  Gerhana, atau Wulan.

Waktu kecil, aku gak suka sama nama Vina. Panggilan yang dicetuskan oleh Bu Teti, mamah kesayangan aku.

Karena, katanya dulu namaku mau Rika. Entah kenapa malah aku lebih memilih nama Rika daripada Vina..heuu..
Apa mungkin gara-gara tokoh Rika Akana di film drama jepang, "Tokyo Love Story" ? Upsss ketauan deh umurnya..xixixi =p

Dengan hadirnya Gerhana pada nama tengahku, membuatku menjadi antusias dan tertarik dengan fenomena alam gerhana bulan. Ah rasanya berasa lagi ulang tahun. 😆😅

Bahkan beberapa teman sering melaporkan jika akan terjadi gerhana bulan.. Dari jaman sms, sampe ke medsos.. Ada aja yang mention.hehe. 🤗 Kecuali waktu masih jaman pager, telpon koin, warnet yaa.. Gak ada yang ngasih kabar "Woooi besok gerhana" haha..Kalo ada sih, itu teramat niat yaa.. qkqk 😂

Tapi, seiring waktu nama panggilan-panggilan itu mulai bergeser ditelan kenangan. #eeeaaa

Sampai akhirnya, lahirlah sebuah nama baru, ... -- Nhae.

"Kok bisa?"
"Darimananya Nhae?"

Itu pula yang jadi pertanyaan jika baru berkenalan dengan seseorang..
*Adegan Sambil berjabatan tangan *
"Haloo.. saya Nhae"
"Haaah Mae?"
"Nhae"
"Apa? Naay ? "
"NAAEEE.."
"Ohhh Aep"

#lalu gigit kerupuk# *lempar kamoceng hahaha 😂

Nama Nhae terlahir bersamaan dengan boomingnya Westlife pada masanya..Hayoooo anak 90an, siapa yang dulu koleksi poster, foto, kartu, kertas-kertas West life?? Ngakuuuu..

Itulah versi alay pada zamannya. Tak hanya mengoleksi, dalam satu geng kita punya jatah idola yang DILARANG KERAS sama. Masing-masing anggota geng harus punya satu. Kebetulan geng saya sesuai dengan jumlah personel Westlife.

Dan saya dapat sisa dari yang lain, harus memilih "Kian".. Naah nyambung ke asal usul nama tadi, Setiap tanda tangan di buku mulai deh pake nama belakang Kian WestLife, dengan tulisan alay..
Vhinae Kian West Life..
(Baca : Vina nya Kian West Life)
#maafkan ke alayan saya apda masa itu sodaraaahhh

Sumpah ini masuk kategori alay ga siiih??? Wkwkwkwk..

Karena penulisan nama Vina yang ada tambahan huruf gak jelas itulah, temanku membacanya Vhinae sesuai ejaan sesungguhnya. Dan mulai ada teman sebangku yang manggil Nhae..

Dan teruslah nama itu sampai usia remaja seperti sekarang. 😅*ngakunyaABG

Lalu, seiring berkembangnya medsos, twitter, instagram,path.. NhaeGerhana pun menjadi nick name ku sampe sekarang..

Artinya? Bukan lagi milik anggota westlife ya..haha..

Itulah sedikit cerita tentang namaku.
Tidak ada arti khusus dari nama lengkap ataupun nama panggilan.

Tapi aku berharap, hidupku bisa memberikan arti khusus buat kamuu..Iyaa kamu-kamuuu..😙
#eeeaaaa




Note : Tulisan untuk setoran @1minggu1cerita dengan tema Arti Sebuah Nama.

-------------------- Ceuceumeo ----------------

Jakarta, 12 Maret 2017
@nhaegerhana








3

Kabar Dari Khaibar

Posted by Nhae Gerhana on 8:51 AM in ,
Dari balik jendela kaca mobil, mata saya menatap langit yang selalu tampak sendu akhir-akhir ini. 

Tak jarang dengan cepatnya awan putih berganti kegelapan, lalu menumpahkan bulir-bulir air berjatuhan.

Mereka tak kenal pagi, siang, dan petang. Turun serentak, bersahutan. Terkadang sedikit mencemaskan kawasan yang waspada banjir akan menggenang.

Tatapan saya siang itu belum beranjak dari balik kaca mobil. Kali ini menangkap bangunan kokoh menjulang sepanjang jalan di Jakarta Pusat. 

Ingatan saya kemudian menyeret perlahan pada perjalanan 35 hari yang lalu. Tepat di bulan Januari.

Masih dari balik jendela kaca mobil. 
Masih menatap langit di luar sana.. 
Hanya saja, waktu itu langit begitu cerah, matahari tak segan menampakan sinar cahayanya..

Bukan bangunan menjulang tinggi ala metropolitan yang tertangkap lensa mata. Melainkan gunung bebatuan yang berbaris megah. Padang pasir yang luas. Dan sesekali tampak bangunan tua di kanan kiri jalan. 

Tak ada kemacetan, tak ada hiruk pikuk kendaraan.. Semua terasa begitu sepi di luar.. Tapi perasaan hangat menyelimuti perjalanan kala itu.

Yaah.. Tentu saja saya bukan berada di Ibu kota, Jakarta.. 
Tapi ada di Kota yang penuh berkah.. Kota Madinah.

Beruntungnya saya karena Allah memberi saya kesempatan melakukan perjalanan ini. Alhamdulillah..

Pagi itu, sekitar jam 9, saya, Mas Epit, Ust Arifin, dan teman saya Hanif beserta Om nya Abu Saeed menuju Khaibar.

Khaibar terletak di sebelah utara kota Madinah. Jaraknya, sekitar 170 km dari Kota Madinah. Yaah 2,5 jam perjalanan menuju lokasi.

Siapa sangka, hal tak terduga ini bisa saya rasakan.. Mengunjungi, mengenang tempat bersejarah tentang seseorang yang sangatttt saya kagumi, idolakan dan tentu selalu saya rindukan setiap saat. *terharu *sujudsyukur

Siapa lagi tokoh idola yang jadi panutan
Yang setiap sikapnya jadi teladan
Yang sunahnya selalu jadi acuan
Yang kehadirannya sangat dirindukan

Yaappss.. Rasulullah SAW.. 
Ya Allah, terima kasih karena rasa dan kenikmatan yang udah dikasih ini ya Rabb :)

Perjalanan sama sekali tidak terasa melelahkan. Karena pemandangan di luar sana yang masih terasa asing, membuat tak bosan dipandang.

Hanif dan Abu Saeed juga kali pertama berkunjung ke Khaibar. Alhamdulillah beruntungnya saya karena ditemani mereka yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.hehe.. MashaAllah deh baeknya.😆

Sesekali kami bertanya pada penduduk letak Khaibar. Mereka tak segan menjawab dengan ramah. Bahkan ada yang bersedia mengantar sebentar hanya untuk menunjukan lokasinya.

Sayangnya, mobil yang kami gunakan, terlalu mungil untuk lokasi Khaibar yang seharusnya menggunakan mobil yang lebih besar.

Sampai akhirnya..Alhamdulillah..
Sepertinya ada titik terang, dan kami sampai di lokasi yang kami cari.
KHAIBAR..






Khaibar adalah benteng terbesar milik bangsa Yahudi 1.400 tahun yang lalu.







Khaibar termasuk daerah yang subur, dengan ketinggian 850 mdpl. Daaaan, disini juga dulunya penghasil kurma terbaik di Jazirah Arab.

Disinilah benteng-benteng yang didirikan kaum Yahudi berdiri kokoh setelah diusir dari Madinah.

Pertahanan yang cukup tangguh. Bahkan tentara-tentara romawi saja, untuk bisa mengalahkan mereka yang bersembunyi di balik benteng ini, mengalami kewalahan, dan kesulitan.



Belum lagi kekuatan mereka dalam menyimpan bahan makanan. 

Benteng Khaibar memiliki persiapan banyak cadangan makanan selama 2 tahun. Kaum Yahudi tinggal bertahan saja dari orang-orang yang mencoba mendekat. Lalu dengan mudahnya mereka akan meluncurkan anak panahnya, melemparkan pedang dan tombak-tombak mereka. Sehingga tempat ini betul-betul kokoh pada zamannya..



Belum lagi di seputaran sini. Perkebunan kurma tumbuh subur.. Dan inilah kerja orang-orang yahudi kala itu, ketika mereka tinggal disini. 

Secara ekonomi tentunya sangat bagus, segi pertahanan tangguh, strategi mereka canggih, senjata mereka juga luar biasa tak tiknya.



Tapi.... MashaAllah.. Tempat ini pun mencetak sejarah, bagaimanan kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah SAW bisa menaklukan benteng besar ini.



LALU??? Apa yang menggerakan Rasulullah SAW dan kaum muslimin untuk datang kesini.. ??? 

Padahal secara logika, akan sulit mengalahkan kekuatan kaum Yahudi kala itu.


Karena janji Allah, dalam surah Al Fath ayat 20.. 
"Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus."
 (Al-Fath 48:20)

Yaahhh. 
Menjanjikan kesuksesan besar untuk kaum muslimin.  Dari situlah Rasulullah menjadi kuat, untuk bisa menaklukannya. 

Kebayang kaaannn.. Bentengnya besar, senjatanya lengkap..makanan cukup.. sedangkan pasukannya yang datang dari madinah, berhari- hari sampai. Mustahil untuk bisa menaklukan  benteng ini.

Tapi, ketika Allah memberikan janji satu, maka tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati Nabi Muhammad SAW, dengan para sahabatnya untuk datang kesini.. dan menaklukan..



Dan sejarah mencatat.. 
Ternyata itu terbukti.. Terbukti benteng ini, menjadi benteng terakhir perlawanan kaum yahudi.. Setelah ini ditaklukan, tak ada lagi yahudi yang ada di Madinah.

Dari sinilah kita bisa memetik hikmah untuk tidak pernah meragukan Janji Allah.. Tidak Meragukan apa yang sudah tercantum dalam Al-Quran. Masha Allah.











Terima kasih Tuhan.. My Allah SWT atas rezeki ini.. saya bisa menapaki jejak perjuangan kaum muslimin yang begitu tangguh kala itu.

Makasiiih juga Hanif Basalamah, Om Tawfik / Abu Saeed yang begitu baiiiiikkk mengantar kami.. Semoga kalian senantiasa dilindungi Allah SWT. Aahhh pokoke thank you so much yaaa.. 

Tak lama, terdengar sayup-sayup suara seseorang memanggil..
Bang Ferry Pujo, yang membawa mobil, memanggil nama saya berulang "Nhae..Nhae..Nhaee.. dah sampe"

Saya menoleh sebentar, lalu kembali melihat langit dari kejauhan, menerawang sambil tersenyum simpul penuh rasa syukur.

Yaaahh..
Masih dari balik jendela kaca mobil, di ibu Kota Jakarta.



Semoga bermanfaat.. ^_^


Jakarta, 260217



------------------ Ceuceumeo --------------------- 
@nhaegerhana



3

Penyesalan Berhijab

Posted by Nhae Gerhana on 8:01 AM in ,



Bandung, Maret 2011

Malam itu.. hujan rintik menemani perjalanan saya menuju pulang.
Bersama motor kesayangan, melintasi kota Bandung menjadi sejarah dalam setiap detik waktu kebersamaan kami.

Dadaku sesak..
Pikiranku berkeliaran bercabang..
Ada getaran yang sangat bergejolak ketika itu..
Kenapa???

Padatnya kendaraan, riuh suara klakson, ramainya pengguna jalan.. Sedikit pun tak kupedulikan..

Ingatanku terbang pada suatu sabtu yang sama.. Beberapa minggu yang lalu..

-------------

Tepat pukul 15.00 WIB, saya sudah sampai di sebuah rumah yang berada di kawasan Geger Kalong Kota Bandung.

Rumah yang cukup megah, asri, sejuk dan nyaman.

Inilah rumah, yang mereka sebut rumah ngaji. Tempat dimana kajian rutin mingguan digelar.

Dalam ketidaksengajaan hari itu saya hadir.. 

Kalo boleh jujur, awalnya datang terpaksa, hehe.. 

Alasannya, Yaaah karena tidak enak selalu menolak ajakan seorang teman yang bernama Devi. 

Gadis berparas manis, pipi chubby, dan baik hati..
Dia tak bosan mengajak saya ke tempat ini. Dan saya sering menolak halus ajakannya..

Alasan yang selalu sama.. "Maaf ada siaran" atau "Aduuuh.. ada meeting." Hmm..kadang "Ada off air niih"

Sampai suatu masa, saya terpaksa mengiyakan.. Siapa tau, setelah ini ajakan dan seruan dia tak akan mendarat lagi di telinga saya. Minimal satu kali saya mencobanya.. hehe.. *pissDev

Hari sabtu pertama saya masuk ke lingkungan baru. Yaah Rumah Ngaji.. 

Beberapa orang sudah berada di dalam rumah..

Pemilik tempat tinggal yang kami panggil umi begitu ramah luar biasa.. Suaminya tak kalah baiknya..

Saya berkenalan dengan Aris dan kang Dion sebagai pengurus disana.. Mereka sangat hangat, sopan, dan sederhana.

Lalu saya bertegur sapa dengan Ibu-Ibu yang sudah hadir lebih awal.. Aah mereka tak kalah humble dan menyapa saya penuh kehangatan. 

Tampaknya hanya saya dan Devi yang paling muda..
Ruangan dipenuhi oleh Bapak-bapak dan Ibu..

Sebagian ada yang membaca Al-Quran, ada yang mencatat, ada juga yang sedang berdiskusi..

Tentu saja, semua wanita mengenakan busana rapih, seorang muslimah seharusnya..

Sedangkan saya?? Sepatu boots,celana jins ketat, T'shirt,  dan kerudung ala-ala yang asal nempel di kepala, dengan poni yang mengintip setia. #maafkanakuyangdulu hehehe

Dipandang anehkah penampilan saya??
Dilirik dengan mata siniskah saya?? Dihujatkah saya?? 

Sama sekali tidak.. 
Mereka tetap hangat, seolah merangkul, memeluk saya erat..

Senyuman tanpa paksaan.. Pelukan keikhlasan seolah kami sudah kenal dekat.. 

Rasa persaudaraan sesama muslimin mengalir begitu berjumpa dengan raut wajah penuh ketulusan.


Setiap peserta yang datang, mengambil al-quran yang telah disediakan.. 
Al-quran, sejadah, mukena lengkap disediakan Umi disana..

Nara sumber Ustadz dari Jakarta pun telah hadir dan siap memberi materi..
Aahhh saya lupa namanya.. Harap maklum ya, ini 6 taun lalu soalnya..hehehe.. 😆

Materi yang diberikan,  penjelasannya berdasarkan al-quran.. 
kami bergantian membaca arti dari surat dan ayat yang disebutkan oleh pemberi materi..

"Coba buka surat .. ayat .. " begitulah beliau memberi kami isyarat..
Mau tidak mau semua sibuk membuka al-quran nya masing-masing..

Hampir semua rajin mencatat setiap surat dan ayat yang dijelaskan pemberi materi..

Saya????
Masih bingung dan beradaptasi memperhatikan sekeliling yang sibuk dengan al-quran, buku, dan bolpointnya.. 

"Rajin sekali mereka" bisikku dalam hati waktu itu..

Sepertinya hanya saya yang masih terlihat celingak-celinguk..  

Setelah materi selesai, kami shalat magrib berjemaah, dan makan malam..

MashaAllah.. makan malam gratis, dengan peserta yang gak sedikit. 
Dan kegiatan ini rutin seminggu 3-4 kali.

Ilmu dapet, perut kenyaang.. tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun..

Kekuatan sedekah, apakah membuat pemilik rumah ini rugi??? Sama sekali tidak.. justru semakin berkah dan melimpah..

Dan yang pasti, ilmu yang disampaikan tidak keluar jalur.. Sesuai Al-Quran dan Hadits.. itu yang penting..


Lingkungan baru yang saya rasakan, membuat ketagihan.

Sabtu berikutnya, saya mencobanya lagi.. Datang bersama teman yang sama.. 
Tentu dengan penampilan lebih rapih, dan kali ini membawa buku catatan. 😅

Makin mengetahui dan belajar, makin terasa betapa miskinnya ilmu islam yang saya miliki.. 
Betapa secuilnya bekal hidup saya ini ya Allah.

Hingga suatu sabtu malam itu..

Dada saya terasa sesak..
Getaran hebat itu mendarat tepat..

Ketika disampaikan surat 8 ayat 2-4

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA, bertambahlah iman mereka karenaNYA dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal."

Saya tersentuh, sekaligus tertampar oleh kalimat-kalimat indah dalam Al-quran..

Terutama yang terngiang pada saat itu adalah, surat An-Nur ayat 31.

Intinya mengenai kewajiban wanita beriman untuk menutup auratnya..

"Baca loooh, hanya ditujukan untuk wanita yang beriman aja.. Bukan perintah pada semua wanita nhaee.." isi hatiku memberikan suaranya..

"Kamu rajin puasa senin-kamis.. Sunahnya dijalankan.. 
Percuma kalo yang wajib ditinggalkan.." tambahan bisikan itu terus mengiang

Ya Allah... 
Keinginan menggunakan hijab mulai mengarah pada hatiku..
Berseru terus bertalu.. 

Tapi masih terbantahkan oleh rayuan duniawi untuk tetap tampil memamerkan aurat..

"Nanti rambut gak bisa di curly, dicatok lagi... gak bisa diwarna lagii.. "
"Hotpant baruu, dress baru, beberapa pakaian yang belom terpakai sayang juga.."

"Job MC lagi banyak nih.. latian dance lagi rajin-rajinnya juga." Teriak rayuan godaan syetan juga tak mau kalah..

Ya Allah..
Sampai akhirnya saya teringat Almarhum Bapak..

Apih saya sudah meninggalkan kami 2 tahun lalu ketika itu..

Penyesalan yang dalam, membuat mata hati saya terbuka..

Lagi-lagi..Allah menolong dan memberikan saya petunjuk lewat perantaranya..

Ada 3 amalan yang akan terus mengalir, meski dia telah tiada..
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal jariyah
3. Doa anak sholeh

Saya ingin menjadi point ke 3 sebagai anak yang solehah.. 

Dengan cara ini saya ingin bisa menjadi amalan untuk Bapak saya di syurga..

Saya yang masih penuh dosa ini.. Hanya ingin menebus bakti saya yang belum sempat terpenuhi untuk Almarhum Apih ketika beliau masih ada..


Doa anak yang soleh akan menjadi amalan yang terus mengalir untuk almarhum.. Inilah salah satu cara saya, belajar menjadi anak yang solehah.. Meskipun saya masih belajar merangkak, belajar berjalan, bahkan harus berlari mendekati Sang Maha Pencipta.

"Siapa mendekat kepada KU (Allah) sejengkal, maka aku akan mendekatinya satu hasta, Siapa yang mendekat kepada KU (Allah) satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan siapa yang mendekat kepada KU (Allah) dengan berjalan kaki, maka aku akan mendekatinya dengan berlari-lari keci."
(HR Muslim)

Jika saya dekat denganNYA.. menjalani perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.. Semoga bisa menjadi jalan doa terkabul, dan tentu jadi tabungan amal.. Aamiin


Karena bagaimanapun anak adalah amanah orang tua yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak bukan??

Artinya, sebagai anak, kita harus menjadi yang terbaik untuk menolong orang tua kita di akhirat nanti.. Aamiin..

Yaah.. walaupun saya tauu, masih jauuuh dan masih haus ilmuNYA..  

Ya Allah..
Hal yang belum pernah terbayang sebelumnya.. Bahkan gak terpikir untuk berhijab di usia itu.

Bismillahirahmanirrahim..
Bulan Maret 2011, saya memutuskan dengan penuh keyakinan untuk mengenakan hijab.

Tanpa pikir panjang.. Membulatkan niat, melupakan hasrat duniawi. 

Biarlah teman-teman yang masih tak percaya dan ragu dengan keputusan saya itu..

Lupakanlah job MC yang bakal hilang..
Bersiaplah meninggalkan kerlap-kerlip Bandung kala malam.
Mungkin saja kehilangan teman yang tak sejalan.

Saya melangkah mantap.. Yang penting Allah tersenyum melihat saya.. 

Keinginan untuk lebih dekat, disayang oleh yang Maha Kuasa..
Karena denganNYA, bersamaNYA hati ini tenang..

Dengan berhijab, menjalankan perintah Allah.. menjadi cara saya untuk hijrah mendekatkan diri padaNYA..

Belajar menjadi lebih baik, berharap bisa menjadi anak yang solehah sebagai tabungan Apih di syurga.. 

MasyaAllah.. 
Saya menyesal mengenakan hijab...sungguh..

Menyesal..

Kenapa baru saat itu hati saya tergerak untuk hijrah..?

Karena luar biasa banyak rezeki, keberuntungan, dan hal-hal indah tak terduga yang saya peroleh setelah berhijab.

Job MC sama sekali tak hilang..
Rezeki saya berlipat..
Bukan hanya soal materi.. 

Seandainya sudah berhijab sejak lama.. 
Sama sekali gak ada keraguan akan janji Allah..

Maha besar Allah yang begitu baik padaku..

Sampai malu rasanya.. Karena doa-doa selama ini, bergantian terkabul..

Bahkan banyak rezeki tak terduga, Banyak kemudahan yang saya dapat..

Alhamdulillah..

Apalah saya yang masih dalam proses belajar dan belum sempurna..
Masih jauh ilmunya.. masih miskin pengetahuannya..
Masih bergelimang dosanya..

Tapi Allah akan membimbing kita langsung, dengan caraNYA, jika kita berniat dekat denganNYA.

Melalui manusia, alam, dan ciptaanNYA yang kita temui.

Ah..terima kasih ini tak terhingga..

Semoga yang masih ragu untuk berhijab.. gak menjadi ragu..

Mantapkan hati hanya untuk meraih RidhoNya..

Daaan 1 Februari lalu, diperingati sebagai hari hijab sedunia atau International World Hijab..

Semoga kita tetap Istiqomah yaaa 😚


Note : thx buat devi dan rumah ngaji yang jadi sarana saya hijrah 😙😘








---------- Ceuceumeo ---------

@nhaegerhana











Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates