Posts

Peletakan Batu Pertama Bangun Masjid Di Kampung Ta'ba Tana Toraja #CintaMasjidPart4

Image
Setelah menempuh perjalanan puaanjaaaang dengan penuh perjuangan menuju kampung Ta'Ba, (Ceritanya ada di sini yaaa Menuju Kampung Ta'Ba). Sekarang saya mau cerita kegiatan selama di sana. 
Warga luar kampung yang ikut membantu terselengaranya acara ini, membuat kampung Ta'Ba yang tadinya sepi sunyi, hari itu terasa lebih ramai dari biasanya. Kebetulan saat itu bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami menggelar beberapa acara, sekaligus sebagai peletakan batu pertama pembangunan Masjid.
Bahagia itu sederhana.
Ya itulah yang tergambar dari suasana saat di sana. Ibu-Ibu yang luar biasa semangat dan baik hati dari Majelis taklim Al Bina Sangalla Selatan Tana Toraja tampil dengan totalitas.






Mereka menampilkan qasidah dengan alat musik rebana. Persatuan umat muslim terasa kental. Tentu saja terlihat dari dukungan warga luar kampung Ta’ba yang ikut hadir, menjadi bagian dari kegiatan. Padahal butuh waktu dan tenaga ekstrauntuk sampai ke lokasi. 
Selain itu, warga juga menyiapk…

Inilah Kampung Ta'Ba Tana Toraja #Part3

Image
Pesawat Jakarta – Makassar boarding jam 8 pagi. Setelah shalat subuh, Saya, Mas Radit, dan Budi menuju Bandara Soeta. 

Jam 11 kami sudah sampai di Kota Makassar. Terik matahari menyambut kehadiran kami. Rindu sekali dengan kota ini, terutama kulinernya. Tapi saya sayangnya kami belum bisa icip-icip kuliner di Makassar, karena harus segera menuju Kota Makale – Tana Toraja. Berburu dengan waktu, menjadi target kami.. Karena hanya punya waktu 3 hari untuk menyelesaikan misi ini..hehe. 


Om Nyong, vendor rental mobil yang baikk hati dan lucu sudah siap membawa kami menuju tujuan utama. Roda kendaraan langsung tancap gas menuju Kota Makale. Perjalanan darat sekitar 8-10 jam dengan jarak 293 km. Tapi, berkat kelihaian Om Nyong dalam menyetir, 7 jam saja kami sudah sampai.
Sebenarnya, untuk menuju Kota ini langsung bisa saja langsung pesan tiket pesawat ke Palopo. Lalu dari Palopo ke Makale, hanya 3 jam. Tapi saya dan 2 rekan kerja, lebih memilih mendarat di Makassar, dan rela melakukan perjalan…

Hapus Saja.. Beres Bukan

Dari zaman masih kuliah, saya punya hobi menambah teman dan nomor kontak di handphone. Yaah kalo bisa, sehari punya satu nomer baru. Hehehe =P

Menambah teman, relasi dari berbagai kalangan. Saat kuliah sambil kerja membuat saya punya peluang untuk selalu menambah teman baru. Bisa dari tempat kerja, dan dari kampus.

Di tempat kerja yang kebetulan saya bekerja di dunia radio, menambah kontak baru tentu saja jadi lebih mudah. Bisa dari label musik, manager artis, supir, polisi untuk ngurus perizinan event, penjaga pasar, preman pasar, mahasiswa yang mau kerjasama promosi atau magang, pendengar, dan masih banyak lagi peluang untuk berteman dengan siapa saja. Berteman dengan semua kalangan.

Apalagi setelah dapat kesempatan bekerja di media lain, menambah nomer telepon berpeluang lebih banyak. sehari bukan hanya satu nomer. Bisa lebiih.. Senang rasanya punya banyak teman bahkan saudara..

Kalo lagi rajin, saya tulis satu persatu nomer kontak sesuai daerah masing-masing.. Yaaa, saya punya buk…

Cinta Masjid Di Kampung Ta'Ba Tana Toraja #Part2

Image
Saat masjid mulai ditutup akibat virus Corona, saya jadi teringat masjid yang berada di daerah pedalaman. Dimana mereka begitu kesulitan untuk membangun masjid. Dimana mereka sangat menginginkan memiliki masjid yang layak.

Masjid yang bisa menampung Jemaah saat shalat jumat. Masjid yang menjadi sarana untuk mencari ilmu.

Ternyata, negara Indonesia dengan umat muslim terbanyak, masih ada beberapa daerah yang belum memiliki masjid. Kalaupun ada, sangat minimalis, dan jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal.

Kita yang hidup di kota, punya banyak pilihan masjid untuk melakukan ibadah. bisa di masjid raya, masjid dekat rumah, masjid dekat kantor, atau masjid di Mall. Banyak sekali kemudahan kita untuk melakukan ibadah, dengan pahala yang berlipat jika dilaksanakan di Masjid. Namun, ketika pandemic ini menyerang, manusia baru sadar betapa rindunya pada Masjid yang selama ini terabaikan.

Tahun 2018, saya menyadari betapa kita yang hidup di kota besar sangat beruntung dibandingkan mereka yan…

Cinta Masjid - Yayasan Masjid Nusantara #Part1

Oktober 2018
Pagi itu, saya mendapat pesan singkat dari Produser, yang isinya menugaskan saya untuk menggerjakan program Ramadhan 2019. Karena PIC sebelumnya sedang hamil, jadi tugas dadakan ini diserahkan ke saya. Waduuuh..
Keesokan harinya, saya menemui Mas Radit, dan Mas Guntur untuk membahas mengenai program special Ramadhan 2019 yang akan kami kerjakan.Dan ternyata, programnya menariiikkkk.
Memang, jarak menuju bulan Ramadhan 2019 saat itu masih panjang. Ada jeda sekitar 7 bulan. Tapi yang membuat program ini berbeda dan harus dimulai secepatnya karena akan membangun sebuah masjid di pedalaman. Sehingga butuh waktu pengambilan gambar saat sebelum membangun Masjid, proses pembangunan dan setelah masjid tersebut berdiri kokoh. 
Di tengah padatnya pekerjaan program reguler yang sedang saya kerjakan, saya menyambut dengan antusias program ini. Yesss..
Kenapa?? 
Karena bagi saya program ini, bukan hanya sekedar sebuah tayangan. Tapi mudah-mudahan ada nilai pahala dan berkah dengan membangun…

Kembali Diingatkan Dengan Kabar Yang Sama

Image
Pukul 17.24 WIB, ponselku berdering. Panggilan dari saudara sepupu mengejutkanku. Tumben, ada apa nih ? Karena kami biasa komunikasi via chat di WA.

"Assalamualaikum.." sapaku
Hanya ada suara tangisan..
"Teeeh.." Ayang, sepupuku mulai memanggilku
"Ayang kenapa??" tanyaku heran. 
Pikiranku menerawang. Dia kenapa? ada masalah apa? dia dimana?
Sepupuku masih menangis.. hanya memanggil namaku.. Dan nama Bibiku..
"Iya kenapa?? Ada apa??"

"Bi Nyai.."

"Kenapa??"

"Bi Nyai meninggal.." suaranya bergetar, dengan tangisan yang masih terdengar.

"Kata siapa ayang? Masa???"

Aku masih mencerna kalimatnya.
Terdiam.. setengah tak percaya.. 

Ditengah keramaian suasana kantor, seolah semua tiba-tiba menjadi diam tak bergerak..
"Innalillahi Wainaillahi Rojiun.."
Rasanya suasana seperti ini, baru saja terjadi beberapa bulan yang lalu. Tepatnya di bulan Januari. 
Hanya saja saat itu aku yang menelpon Ayang, sepupuku. Mengabarkan kabar…

Pulau Senja dan Pulau Lara Di Sulawesi Tenggara

Image
Pagi itu matahari tersenyum tipis. Panasnya belum terasa menyengat, karena waktu masih menunjukan Pukul 08.00 WITA. Saya, Mas Eko, Om Jimi, dan Cindy siap berpetualang menelusuri wisata di Kota Kendari Sulawesi Tenggara.
Kali ini kami mau ke Pulau Senja. Aiih namanya cakeeep yaaa. Senja.  Dari Kota Kendari, perjalanan menuju Pulau Senja sekitar 1 jam. 
Pulau Senja ini, dikenal dan punya julukan raja ampatnya Sulawesi Tenggara. Waah saya makiin penasaran, apa iya mirip dengan Raja ampat? Lokasi Pulau Senja, ada di Kabupaten Konawe selatan, tepatnya di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara Sulawesi Tenggara. Kami menuju Dermaga Windonu. Setelah sampai di dermaga, kami sewa perahu. Dermaga sudah ramai dengan aktivitas warga sekitar. Senang rasanya bisa melihat sudut kehidupan, dan saling memberi sapa dengan masyarakat di Kota ini.