1

Al-Azhar Di Hati

Posted by Nhae Gerhana on 8:45 AM in
Jalanan Ibukota sudah mulai padat dan sesak sore ini. Sepertinya semua pengguna jalan bersaing ingin segera sampai ke rumah. Yaaahhh..Secara besok perkiraan sudah masuk awal bulan Ramadhan 2017, alias 1438 H akan jatuh.

Sementara Nahdatul Ulama masih memantau 90 titik hilal. Kementrian Agama pun menggelar sidang isbat. Sidang untuk menetapkan puasa Ramadhan, dengan memantau 77 titik hilal di seluruh Nusantara.

Saya juga termasuk seperti mereka yang ingin segera pulang (baca : Pulang ke KOSAN). Pengennya sih pulang ke rumah, apalah daya kerjaan yang masih bertubi-tubi memaku saya untuk tetap tinggal di Jakarta. Hati udah ikhlas puasa pertama bukan bersama keluarga. Tapi mungkin bersama calon keluarga. Eeaaa mulai Haluu.. hahaha..

Setelah keputusan bahwa besok, hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 adalah awal puasa Ramadhan.. Its means, Tarawehan sudah dimulai malam ini. Saya udah sangaaat menggebu pengeen meluncur ke Masjid untuk Shalat pertama sebelum puasa besok. Tapiiii, pekerjaan menarik saya kembali, meminta untuk menyelesaikan sebentar saja.. 

Rencana pulang cepat sedikit gagal, terganggu rintangan. Bukan saya namanya jika tak pantang menyerah.. Dengan sigap nebeng motor teman, meluncuuur ke Kosan tercinta.
Kecepatan zupeeer, memburu gojek menuju Masjid Al-Azhar adalah target utama saya hari itu. Sayangnya terlalu lama menunggu, sampai akhirnya saya hanya berharap sambil duduk manis makan sayur di warteg terdekat. 

Adzan Isya berkumandang.. Sadar akan terlambat tak menyurutkan niat saya untuk tetap pergi menuju Jalan Sisingamaraja Jakarta Selatan. Ayooo baaabaang gojeeeek come here pliiiisss..

Yes.. Alhamdulillah gojek siap mendarat.. Dan dengan kekuatan zuper plus komat kamit doa takut telat menerobos kemacetan Ibu kota.
Dan sampailah saya di Masjid Agung Al-Azhar..

Apaaan siih, lebay amat musti kesini segala. Yang dekeet aja kenapaaaaa???

Entahlah.. tempat ini sudah membuat saya jatuh hati tanpa henti. Setiap tahun menjadi rutinitas saya harus Taraweh disini. Energi semangat, tumpahan rindu sudah terlanjur tercurah pada bangunan yang sudah menjadi cagar budaya nasional ini. 

Tahun kelima saya di Jakarta, dan masih sama. Masih menyimpan harapan, curahan, kerinduan, dan rasa nyaman berada disini.

Sekali lagi entahlah...

Masjid ini menjadi saksi, teman, sahabat semenjak saya menginjakan kaki di Ibu Kota. Tempat penawar segala keluh kesah.. Tempat ternyaman menumpahkan kegelisahan, kepenatan, dalam sandiwara Ibu Kota. Hanya tempat ini yang membuat saya merasa tak asing tanpa bising.

Angin bertiup sepoi-sepoi, menggoyangkan dedaunan dari setiap pohon kokoh yang ada di sekitar Masjid. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya..Tenda, meja, kursi, dan keramaian bazar di pelataran halaman masjid menghangatkan suasana Ramadhan.. 

Sejuknya malam itu, menerbangkan saya pada kenangan perkenalan 5 tahun lalu dengan Masjid ini. Berawal dari Siti Badriah, teman kosan yang mengajak saya Taraweh pertama di Masjid Al Azhar. Masih belom ada gojek seperti sekarang, kami pun berangkat dengan kopaja. Perjalanan yang cukup panjang dari arah mampang prapatan. Karena kami harus jalan kaki menuju lokasi setelah turun dari Kopaja.

Keesokan harinya,masih awal Ramadhan, di tahun pertama saya belajar Itikaf. Aaah masih abal-abal, masih belajar karena pertama kali dalam hidup nyobain itikaf tahun 2012 lalu. Masih tengak-tengok gak ada persiapan apa-apa.. Gak ngerti ilmunya. Hanya pengeeen itikaf, itu aja.
Bahkan, mau sahur aja masih bingung harus kemana. Karena peserta itikaf juga hanya satu dua orang Ibu-Ibu. Dan mereka sudah daftar, jadi disediain makanan. 

Naah saya?.. keluar sebentar cari makan sahur sambil deg-degan karena gelap.
Sampai akhirnya Itikaf jadi candu pada setiap Ramadhan.. Walau masih merangkak belajar sedikit demi sedikit..

Dari situlah, saya jadi tertarik ingin tau Masjid-Masjid lainnya di Jakarta. Dengan modal bibir tanya sana-sini saya bisa Tarling alias Taraweh keliling ke Cut Mutia, Istiqlal, dan Sunda kelapa.
Tapi ternyata hati saya masih jatuh pada pilihan yang pertama.Ya Allah, waktu di Bandung boro-boro bisa kaya gini.. Namanya juga awal massa-massa hijrah..hehehe..

Akhirnya, pas pertengahan bulan, sebagai warga Bandung pun akhirnya melakukan Tarling juga di kandang sendiri. Masha Allah, damainya berada di dalam Masjid..

Dan tahun-tahun berikutnya, Al-Azhar menjadi tempat terbaik bagi saya selama berada di Jakarta. Melihat kesungguhan orang-orang yang shalat disini, mengaji. Ibu yang dengan tulus menggendong anaknya, menenangkan untuk shalat.. Ayah yang sabar bersama anak lelaki dan gadis mungilnya, Security wanita yang sibuk merapikan Shaf Shalat, Nenek yang khsuyu membaca al-quran. Anak-anak muda yang semangat mendekat menghadap kiblat.

Yaaah disinilah saya mulai jatuh hati. 
Pada kebersihan tempat wudhunya..
Pada kerapihan di dalam ruangannya..
Pada rangkaian kegiatan Ramadhan setiap tahunnya..

Dan yang paling penting, pada wajah-wajah semangat menyambut bulan penuh berkah ini. Mencari Ridha Allah.

Alhamdulillah..

Semoga tahun berikutnya gak sendiri lagi kesininya.. Eeeehh koook ujung-ujungnya Curhat?? hahaha..
Gak papa.. di Aamin kan saja yaaaaa.. 
hehehe..

Yuuuuksss.. semangaatt meningkatkan ibadah, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, mengejar pahala di bulan Ramadhan.. 






Cerita ini tanpa maksud riya yaaaa.. Maaafkaaannnn,..Hanya curahan hati dari anak kosan.. hehe ^_^


---------------------------------- Ceuceumeo -----------------------------------

@nhaegerhana






1

Diary Najwa

Posted by Nhae Gerhana on 9:39 AM in ,
Cause I would go the distance for you, baby
I'd travel 'round the world if you would let me
I'll meet you where the sun it always shines
You're on my mind, all the time
We are not wasting this

Cause you and I we're good together, oh
You always get me feeling better
And I know you stay by my side
You make me feel much better
Cause girl we're good together


[REPEAT UNTUK KESEKIAN KALINYA]

Lagu milik duo elektronik soul asal Inggris ini masih terus tak mau lepas dari telinga. Yaaah Honne - Good Together. Mungkin efek dari penampilan memukau keduanya bulan maret 2017 kemarin di Jakarta. Membuatku sampai detik ini masih belum bosan memutar semua lagu-lagu mereka. 

Hmmmm... Atau karena ketertarikan nama Honne. Nama yang diambil dari bahasa Jepang, "Niat yang murni." Aaaahhh entahlah.. Karena semua alasan itu hanya alibi saja. Siapa pun yang tampil saat itu,tetap akan sukses membuatku jatuh cinta dengan lagu dan penampilan mereka. Lebih tepatnya lagi, pada lagunya. Karena sejujurnya, aku tidak sempat memperhatikan aksi panggung, karena aku terlalu sibuk meredakan detak jantungku yang lebih kencang dari biasanya.

Yaaah alasan sesungguhnya karena  aku sedang bersamanya. Dia yang sama sekali tak pernah ku duga kehadirannya. Dia yang tiba-tiba saja Tuhan mempertemukannya denganku. Dia yang lama menghilang. Dia yang sudah kulupakan.. 

Lama... Sangat lamaa. Saking lamanya, aku hampir tidak mengingat pernah berusaha melupakannya. Yaaah itulah dia.

------------------------------------------------

Januari 2015

"Najwaaaaaa.. Eeeehhh lo lagi di Aceh kan??" suara Keira terdengar melengking dari handphonku.
"Halooow Keiiii, ngucapin salam kek, ini maen nabrak aja." sambutku tak mau kalah dengan suara melengking

"Hehehehe.. Iyaa, Assalamualaikum Ukhty.." Dengan nada yang dibuat manis dan cengengesan Keira menyapaku lagi.

"Walaikumsalam Kakaak Keiraa yang cantik. Apaan siih.. Lo tiba-tiba telpon grasak grusuk gitu." Aku mulai menyalakan remote TV ddi dalam kamar

"Iya Naaaaj.. lo kan lagi di Aceh, naaah gw dapet kabar kalo si Hans, ternyata Dines di Aceh looh." Keira kembali dengan suara yang cukup semangat.

"Haaah ?? Hans manaaa?" tanyaku kaget

"Aduuuhh Najwaaa.. gaak usah pua-pura hilang ingatan deeh. Ituuu Hans, temen SMP kita dulu. Kan lo sempet deket sama dia. Ah elaaaah.. Tau gak sih loo.. Dia sekarang udah jadi Tentara loooh.. hahaha.. " Keira mulai bernada tengil ala menyebalkan seperti biasanya

"Laaah teruuuusss.. So whaaat Keira Dirgantara anak Pak Sobri??. gw harus bilang WOW gitu?" balasku yang sebenarnya menyembunyikan sedikit kaget dan penasaran, tapi tertahan gengsi.

"Idiiiih.. udah, mumpung lo disana. Kalian wajib harus ketemuan yaa.. gw kasih no nya sama lo. Gak mau tau, giih sana saling berjumpa. Menjalin tali silaturahmi.. Nambah rezeki loh bersilaturahmi. " Kali ini suara lebih cepat dan cukup serius

"Hahaha.. bisa aja lo. Iyeee, nanti kalo sempet gw kontak doi."

Percakapan kami berakhir. Tak lama Keira mengirim nomer HP Hans.. Aku terdiam sejenak. Mencoba mengingat nama itu. 

Hans Putra Aksara. Sudah hampir 12 tahun aku tak pernah dengar nama itu. Bahkan hanya bertemu di sosial media pun kami tak pernah. Aku jadi ragu,apa dia masih mengenalku?? 

Whaatt..12 tahun..?? it's mean.. ah sudahlah, lupakan usia..hahhaa..

Walaupun selama itu, tapi masih ada sedikit ingatanku tentang nya. Hanya sedikit loh, tak lebih. 

Baiklah, sedikit bocoran, yang aku ingat tentangnya adalah.. Hmmm.. Dia anak yang sangat cuek dengan penampilan, bukan masuk golongan populer di Sekolah, sedikit pendiam.. Tepatnya Cool.. Thats why.. I like him.. xixi.. upss..

Tapi..kenapa setelah 12 tahun lamanya, hatiku merasa deg-degan mendengar nama dia disebut ya?. Mau mengetik WA saja rasanya campur aduk.. Oh My God.. Whyyyyyy????
Oke Najwaaa, dia kan hanya teman, plis biasa aja..

Aku mulai mengetik pesan. Dan yes terkirim... *MauPingsanAja*

***
Aceh

Matahari pagi tersenyum sumringah sepertinya. Panasnya Kota Sabang tak bisa tertahan lagi. 

Siang pun berganti malam yang siap memulai tugasnya. 
Tibalah waktuku bertemu dengan Hans..
Jujur yaah.. Aku masih heran dengan rasa grogi, dan jantung yang tanpa permisi berdetak lebih cepat dari biasanya.  

Karena aku akan bertemu dengan Hans. .Ah tidak.. biarkanlah aku bertingkah biasa saja.

Sosok tinggi, tegap, rambut rapih, dan kulit putih duduk di lobby Hotel tempatku menginap. Jaket hijau bertuliskan nama band metal tampak dari depan. Langkahku semakin pelan, memastikan apakah dia Hans.. teman semasa Sekolah Menengah Pertamaku.

"Heeiiii Haansss..Sorriiii lama nunggu yaaa? Apa kabar??" sapaku ceria mencoba biasa saja
Hans mengangkat kepalanya dan menatapku sejenak. Entah apa yang dia pikirkan. Ah sudahlah..

"Gak kok, baru juga sampe. Mau kemana kita?" Hans terseyum tipis dengan santai

"Kaan lo yang udah jadi warga sini. Terserah Pak Bos aja, mau makan dimana." jawabku sambil tersenyum lebar 

Hans membukakan pintu mobil untukku. Aku memulai mencari bahan obrolan, sesekali melihat ke arahnya. Kadang aku pun menangkap matanya yang melirik ke arahku. 

Cafe dengan nuansa vintage akhirnya yang kami pilih. Lokasinya sekitar 10 menit dari Hotel. Cafe yang saya kira jadi tempat nongkrong anak muda di Kota Sabang.

Banyak cerita yang membuat memori-memori lama keluar. Hal konyol tentang massa-massa Ababil pun mengalir menjadi buah bibir.

Kami mengabsen beberapa nama teman dan kembali mengingat massa-massa itu. Tawanya begitu lepas. Sorot mata meneduhkan, dan menenangkan. Hans sangat berbeda dengan dia yang dulu. Aku rasa sekarang dia mulai memperhatikan penampilan. 

Kini badannya lebih berisi, dengan gaya bicara yang berubah dan sangat dewasa. 

Dia memesan segelas kopi hitam.. Aku, memesan segelas cokelat panas.
60 menit percakapan aku dan dia.. 
Melahirkan sebuah candu, Akankah berbuah rindu??
Sehangat rasa kopi dari negri seribu kopi..

Kenapa baru kali ini..
Berjumpa kembali..
Gula yang terlarut dalam cokelat
Kuaduk lebih pekat 
Menarik hati yang mulai terpikat
Karena senyumnya yang masih melekat..
Dari Indonesia di Ujung Barat 
Cerita baru siap mendarat


****
Jakarta 

Suara klakson mobil bersahutan. Lampu jalanan mulai menyambutku kembali ke Ibokota. Sesampainya di rumah, aku mulai membuka lemari lamaku. Dimana semua rahasia tersimpan. 

Aku membuka satu persatu diary yang aku tulis dari semenjak Sekolah Dasar. Ada banyak buku dan diary yang menjadi tumpahan cerita saat itu. Hanya satu yang aku cari. Cerita tentang Hans.

Aku tak mengingat jelas apa yang pernah terjadi antara aku dan Hans. Karena selama kami bertemu di Aceh, aku tak berani menanyakan hal tentang kami, dulu. Sampai akhirnya aku menemukan satu diary, dengan sampul Winny The Pooh. Coretan tahun 2000.

Aku mulai antusias membuka lembaran demi lembaran.. membaca apakah aku pernah menuliskan nama Hans disitu. Dan aku terpaku..

Pada lembaran yang ada di tengah buku aku menemukan nama itu. Tertulis CAPSLOCK.. Bahkan namanya dijadikan sebagai JUDUL TULISAN.. 

Oh My God.. aku pernah seperti ini padanya.. DULU..
Rangkaian cerita demi cerita tertulis jelas disana. Rasanya aku sedikit tak percaca jika aku dulu begitu detail bercerita. Menyebut nama, tempat, dan waktu kejadian begitu sangat jelas.

Sampai akhirnya.. diary itu sukses menyeretku pada kisah putih-biru. Membuatku kembali merasakan gumpalan, pecahan rasa pada zamannya. Kembali mengenal dan menyelami siapakah Hans yang pernah singgah waktu itu.

Sekarang aku mengerti..
Kenapa ada derap talu saat aku mendengar kembali namanya.
Dan berjumpa dengannya.

Kini puzle-puzle kenangan itu, perlahan merayap mengunjungiku dikala gerimis.


----- BERSAMBUNG ------
^__^

@nhaegerhana



 

4

Gincu Bahagia

Posted by Nhae Gerhana on 8:05 AM in
Sekarang aku mengerti.. kenapa perempuan mengoleksi lipstick..
Ada masanya akupun memulai melukis wajah polosku ini..
Hari ini aku mulai paham, kenapa perempuan senang bercermin ..
Pada akhirnya.. akupun menjadi bagian dari mereka..

Najwa memperhatikan Wilona yang sedang asyik memulas pipi putihnya dengan koas blush on. 
"Gw heran deh, kenapa semuanya bisa jadi gini. Padahal gw udah coba, tapi gagal." Wilona beralih mengambil pensil alis dan mulai membentuk alisnya dengan cekatan
"Padahal, kalo dipikir-pikir.. harusnya dia gak harus ngelakuin itu kaan..?" Celoteh Wilona sambil asik memperhatikan hasil riasannya di cermin
"Lo dengerin gw gaak siih??" 
"Wooiii Najwaaaa.. kok ngeliatin gw kaya gitu siiih.." Wilona mulai mengagetkanku..

"Hahaha.. gw cuma heran aja.. Lo kan belom mandi.. Udah gitu, dandan cantiiik amat.. Nanti juga kan dihapus lagiiii.." Jawabku cepat
"Iyaaa..hahaha.. kenapa ya? haha.. Kebiasaan nih gw." jawab Wilona
"Eeeh loo.. sini gw dandanin.. Alisnya biar cetarrr.. trus pake gincu biar centoong.." Wilona kemudian duduk di hadapanku. Lengkap dengan semua senjata Make up nya.
Aku hanya bisa diam dan pasrah..

Yaah Wilona adalah sahabat baikku. Kami baru berkenalan satu tahun ini. Tapi ada sinyal yang membuat kami langsung klik. Dia seorang Make Up Artist. Salah satu obat mujarab baginya adalah bersolek. Jadi, aku sudah tak heran jika dia tiba-tiba bercermin dan mulai berdandan tanpa tujuan.
Itulah cara dia meredakan semua kegelisahan.. Begitulah cara dia meredam emosi.. 
Bagi Wilona, tampil cantik saat bercermin, akan membuat dia merasa lebih baik.

Satu lagi yang membuatku terkejut saat pertama kali mengenalnya. Dia selalu membawa kaca spion di dalam tasnya. Itulah kebiasannya sejak dulu. Kaca ajaib yang sengaja dia ambil dari motor kakak nya.. 
Duuh Wilonaaa.. Wilonaa

Kebiasaannya itu, membuatku belajar. Terkadang kita harus membuat diri kita merasa bahagia dengan cara kita sendiri. Bahagia tak perlu mahal bukan??? Memahami dan membuat rasa percaya diri muncul, mengatakan pada pribadi kita, 'Heiii kamu layak bahagia'

Aku mulai membeli beberapa lipstick, pensil alis, maskara, dan blush on. Mencoba pernak-pernik perempuan ternyata cukup menyenangkan. Aku memulai dengan menarik garis pada alis kananku. Lalu menebalkan dan merapikannya. Sepertinya aku berbakat juga. 

Semenjak kekepoan ku tempo hari melihat Instagram milik Assad. Sebagian hatiku mulai terasa rapuh. Ketika ada secercah bahagia saatku mengenalnya, Ketika itupula ada secercah kesedihan yang siap menggantinya.

Harapan untuk berharap, diterjang Putus asa lalu tumbang.
Aku dan Assad masih berteman. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, dia telah membuatku jatuh hati, sekaligus mempersiapkan diri untuk patah hati.

Postingan sebuah nama yang dia mention di instagram, sontak membuatku terdiam.. terasa kelam..
Mundur perlahan atau terus berjalan??
Aku pilih melupakan... Tanpa kata ungkapan
Kurapikan saja sisa rasa menjadi bongkahan  

Lalu aku tersenyum, melihat bayang wajah di depanku. Topeng yang berhasil menyembunyikan hati yang pecah. Dan melanjutkan melukis wajah berharap senyum berubah lebih merekah.

HP ku mulai bergetar.. Muncul nama Assad di layar..
Jantungku tiba-tiba berdebar.. Ingin segera aku angkat, tapi berusaha tetap sabar..
Oh Tuhan.. baru ditelpon saja rasanya berbinar..

Tapi.. tumben dia menelponku.. Hmmm.. ada apa ya?

----- Lanjutan Cerpen sebelumnya  ^_^ -------

Padang, 300417
@nhaegerhana











1

Ah Kamu

Posted by Nhae Gerhana on 7:35 AM in
Cerita itu kamu..
Ketika berjejalan aksara
Kurangkai dalam doa.

Bisaku..
menitipkan kata pada pena.
Mampuku..
Berbisik pada bumi.
Caraku..
Menengadah mengetuk langit.


#eeeaaa 😆😅
April 2107
---------- ceuceumeo -------
@nhaegerhana




0

Kisah Umi Tri Handayani

Posted by Nhae Gerhana on 7:46 AM in
Langkah saya sedikit perlahan saat memasuki Masjid Ash Shaff Emerald di kawasan Bintaro.. 

Perasaan antusias, senang dan takjub bercampur menjadi satu gumpalan rasa yang singgah..

Tentu saja.. Saya menjadi bagian dari puluhan muslimah yang sudah hadir ketika itu..
Melihat dan mendengarkan langsung motivasi dari seorang wanita tegar, kuat, sabar, dan sangat luar biasa ini.

Kebetulan hari ini, saya sudah janjian dengan beliau melalui pesan di whats up. Dan kesempatan bertemu pun tentu tidak saya lewatkan. Ini pertama kali saya melihat langsung beliau memberikan tausyiah. 

"Biarlah sakit yang dialami menjadi penggugur dosa." 
"Allah sayaang sama kita."



Kalimat demi kalimat penyejuk jiwa keluar dari bibir mungilnya. Wajahnya yang sendu, sedikit pucat, namun semangatnya begitu berkobar dan menularkan energi positive. Dialah Ibu Tri Handayani, SPdi, MA.. Biasa dipanggil dengan Umi.

Sosok yang berhasil membuat saya tak bisa menahan bulir air tumpah ketka berada satu ruangan bersamanya. Bagaimana tidak??
Ibu dua anak ini, adalah sosok yang sangat menginspirasi. Beliau tetap terlihat tegar dan kuaat.. Walaupun telah mengalami ujian yang sangat berat. Bahkan semangatnya untuk dakwah, dan menjalani hidup melebihi orang yang sehat.

Selama 22 tahun beliau telah berperang dengan kanker.. 22 kali kemoterapi, 38 kali radioterapi, 178 kali fisioterapi. Bukan hanya satu kanker, tapi Ustadzah menderita kanker otak, kanker rahim, dan kanker usus. Sudah 7 kali operasi yang beliau alami.

Alhamdulillah, tahun 2005 Umi dinyatakan sehat. Masha Allah.. Keajaiban Allah sangat luar biasa. 
Sampai saat ini, umi masih berjuang, karena tubuhnya mulai mengalami kerusakan. Gigi yang sudah hancur semua, kaki yang sedikit sulit berjalan menaiki tangga, penglihatan, pendengaran, telinga mengalami kerusakan. Bahkan, terkadang indra pegecapnya pun tidak bisa membedakan rasa pada makanan. Bubur lah yang menjadi asupan makanan umi setiap hari.

Ya Allah, di usianya yang ke 46, beliau masih sangat antusias menimba ilmu dan menularkan ilmu. Saat ini, Umi sedang melanjutkan kuliah S3, dan masih terus mengisi keliling mengisi kajian.

Tepat pukul 11 siang, Umi menutup kajiannya. Semua jemaah menghampiri dan tak henti menyalami dan memeluknya. Saya harus menunggu sampai semua jemaah selesai, sehingga bisa berbincang dengan beliau.

Pelukan hangat, dan senyumannya membuatku semakin ingin meneteskan air mata. Betapa tegar dan kuatnya beliau.. Saya berkesempatan berbincang dengan beliau, mendengarkan kisah Umi ketika muda dulu.

Umi dulunya suka berpetualang looh.. Atlet karate, voli, perempuan yang aktif dan tomboi. Pukulan keras di saat remaja ketika mengetahui sakit yang di deritanya waktu itu, membuatnya tetap bertahan. Peran sang Bundalah yang membuatnya terus berjuang.

Satu cerita menarik lainnya, ketika dulu beliau dinyatakan tidak bisa hamil karena penyakitnya.  Sehingga pada  saat umi melakukan ta'aruf, beliau selalu berkata mengenai hal ini. Beberapa pria pun mundur. Hingga satu pria yang menjadi suaminya inilah, yang berkata dan meyakinkan, jika Allah menghendaki dan memberikan kepercayaan Insha Allah.
Masha Allah, memang benar.. Bahkan umi dikarunia 2 orang putra yang sudah besar sekarang.

Seorang sahabat Umi pun tak mau kalah menceritakan kisah mereka. Saya memanggilnya Mpok Choiruniah. Mpok adalah teman yang sudah seperti keluarga. Selalu mengantar Umi untuk dakwah..
Pernah suatu hari, dengan motor mpok mengantar Umi kesana kemari. Dan hujan pun turun.
Tapi Um sama sekali tidak mengeluh dan malah berkata..
"Kapan lagi kita bisa menikmati hujan di dunia. Hujan itu berkah.."

Udara sejuk Jakarta, menemani percakapan kami siang itu.Sampai akhirnya, obrolan kami pun harus berakhir.. Dan pelukan hangat saya dan Umi, kembali kami rasakan.
"Maaaf yaaa kalo Umi ada salah.. maafiin.." suara parau Umi menatap saya.

Kata maaf yang selalu beliau ucapkan kepada setiap orang yang beliau temui.
Semoga sehat terus Umi.. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT..
Terima kasih Umi telah berbagi.. Dan makasiiiih untuk tanda tangan dari bukunya Mengajar pelangi.




Darinya saya belajar, selalu ada pelangi setelah hujan..Yaah karena hidup ini adalah ujian..


--------- Ceuceumeo -------
@nhaegerhana


Tulisan tema Respek untuk #1minggu1cerita 





3

Lalu Ku Jatuh

Posted by Nhae Gerhana on 8:43 AM in
Bunga itu tersimpan rapih di meja. Kemasan yang cantik, segar dan mekar merekah. Disampingnya ada kartu ucapan dengan kalimat yang sangat manis. Aku bisa membaca tulisan si pengirim dengan sangat jelas..

Kata-kata bukan puitis tapi terlihat jujur. Sebuah ucapan doa, harapan, penantian, serta kerinduan tertuang di dalamnya.
Tak lupa pengirim bunga pun menulis inisial namanya tepat di ujung bawah kartu itu. -S A-

"Najwaaaaaa... pesanan udah diantar belom?"   Teriak ibu mengagetkanku seketika.
"Iyaaaa Buuu.. sebentar lagi Najwa antar" balasku segera sebelum ada pekikan kedua.

Mataku masih mematap layar Hand phone. Mengeja kembali caption di foto yang baru saja aku temukan "love 💕"

Itulah postingan dari wanita itu. Wanita cantik, berkulit putih, hidung mancung, dengan tinggi semampai.
Yaah aku mengenalnya, namun dia tak tahu siapa aku. Tentu saja, sebenarnya aku hanya sekedar tahu dari hasil kekepoan tak jelas. Menghasilkan riset mendalam siapa dia.. Gadis cantik berjilbab lulusan kampus ternama di Ibu Kota Jakarta.

Sudah seminggu ini, Aku tak bisa segesit biasanya. Entah kenapa energiku seolah terserap dan berkurang separuhnya. Kata-kata dibungkam dilema dan tak sinkron. Antara hati, perasaan, dan otak yang sudah tak sejalan.

Kekecewaan begitu dalam, merasuk dan menusuk ruang hati. Sebuah ruang yang sengaja kukosongkan sebelumnya. Namun kini telah terisi dengan sebuah nama.. -S A-

Sastra Anugrah.. pria yang baru saja ku kenal setahun kemarin.
Aku mengenalnya di sebuah komunitas relawan. Dia menjadi leader, sangat aktif, pintar, perhatian, dan satu hal yang paling aku suka.. rajin sekali ibadahnya. Ehhhmm..

Darinya aku belajar banyak hal. Sampai akhirnya hatiku jatuh, dan menyimpan namanya dalam sebuah harapan.

Menyukainya dalam diam, adalah caraku saat ini.. Dan entah sampai kapan.
Aku mencoba melawan, dan mengumpulkan energiku kembali.

'Hentikanlah..' jeritku tertahan pelan.

Aku berjalan menghampiri Ibu, yang sedang sibuk membuat cake pesanan. Semangatnya begitu menggebu. Keriput di wajahnya, tak bisa membohongi usia yang sudah semakin menua. Tangan yang begitu terampil membuat hiasan dari vondant.

"Looh kok malah diem disitu? Tuh udah ibu siapkan. Kamu tinggal antar ke alamat ini." Ibu menunjuk kertas yang tergeletak di lantai.

 "Siaaaappp Boss." Sahutku.. Seraya tersenyum lebaar sambil mengangkat tangan kanan sejajar halis. Tanda hormat pada Ibu. Aku harap senyumku cukup sempurna, dan bisa menyembunyikan lukaku.

Mengantar pesanan kue adalah tugasku setiap weekend. Jika hari biasa, aku bekerja di sebuah kantor swasta Perusahaan ritel sebagai staff bagian promosi.

Semenjak Ayah tiada, aku harus bekerja lebih keras agar dapur tetap mengepul. Ditambah lagi, aku mempunyai 3 orang adik ya g masih sekolah. Ketiganya tentu perlu biaya yang tak sedikit.

Aahhh jika mengingat beban kehidupan keluarga, rasanya aku tak semestinya menambah beban pikiranku dengan menghadirkan dia. Seseorang yang menghiasi seisi kepalaku saat ini.

Motor yang aku kendarai melaju lambat, bahkan sangat lambat untuk ukuran biasanya. Bayang wajahnya lah yang lebih cepat terpahat. Mengitari menghiasi memburai mimpi.

"Tiiiiiiinnnnnnn" suara klakson mobil di depan membuyarkan lamunanku. Hampiir saja aku kebablasan menerobos lampu merah.

Oh Tuhan.. sampai seperti inikah?aku hampir mempertaruhkan nyawaku untuk hal yang belum jelas ini. Oke..cukup Najwa.. Kembali lah seperti biasa. Dan lupakan dia perlahan, tinggalkan angan.. Logika ku mulai berteriak menyeruak.

Padatnya lalu lintas siang itu, semakin ramai dengan suara turunnya hujan. Katanya, salah satu doa yang dikabulkan adalah doa ketika hujan.
Dan aku.. masih mendoakanmu.. hari ini, dan entah sampai kapan.


-bersambung- 😆😆😆


------------ Ceuceumeo-------------

@nhaegerhana



0

Lipstik Sakral

Posted by Nhae Gerhana on 7:12 AM in
Hampir semua wanita  punya senjata andalan dalam penampilan. Apalagi yang berhubungan dengan penampilan.. Iya kaaan?? *semua jawab iyaaaa.. hehe

Mungkin setiap orang punya satu atau dua benda yang wajib dibawadi dalam kotak ajaib, untuk menunjang penampilan tadi.

Misalkan niih.. lipstik, eyeliner, blush on, maskara, hijab, rol rambut atau benda apapun itu lah yaaa..

Hmmm... Saya jadi teringat kata-kata teman kampus dulu. Uhuukkk.. tahun nya gak usah saya sebut ya..haha.. Anggap saja baru lulus tahun lalu.. #maksa.. wkwk.
Dia selalu bilang yang penting itu di mata. Mata itu yang paling keliatan.

Itulah yang membuat saya terdoktrin lebih berias di mata dibandingkan yang lain. Cukup dengan maskara atau eye liner aja yang jadi idola.

Saya termasuk gadis manis yang maleees berlama-lama di depan cermin, untuk merias wajah sehari-hari. Pengennya Gerak cepeeet.. 30 menit pagi hari itu, sepaket buat Mandi, Shalat duha, Pake baju, dandan seadanya, jilbab, pesen gojek.. Simple kaan.. 30 meniiit ituuu.. hahaha.. *nyengiiirrrKUDA

Lain halnya kalo ada acara tertentu. Misal zaman masih suka ngeDance, ngMC, itu WAJIB DEMPULAN.. Bisa khusyu itu, depan kaca.. *pisss haha

Naah.. karena gak pernah dandan sehari-hari, bedak aja gak pernah buuu.. Saya ngerasa lipstik adalah sesuatu yang sakral. Kenapa?? Karena benda itu hanya ada di moment-moment penting. Itulah yang membuat saya cuma punya satu atau dua lipstik. Dan selalu aweeetttt lamaaaaa..
Jadi, kalo ngeliat temen, sodara seumuran udah pake lipstik, hati kecil saya bergeming mereka udah dewasa. haha.. padahal seumuran keleesss..
Yaahhh.. Karena gak tau kenapa, kayanya kalo pake lipstik itu, terlihat lebih dewasa aja gitu.. wkwk.. Mungkin karena perasaan itulah, saya gak pernah pake.. Maksudnya siih, menolak tua.. heuuuu =P
Daaaa ternyata, jiwa kewanitaan ini baru muncul sekarang.. 
Saya mulai belajar pake, sehari, dua hari, sampe hampir setiap hari. Sampe akhirmya, saya baru jatuh cinta sekarang dengan lipstik.

Naluri wanita udah mulai bertambah dan merambah pada benda sakral yang satu ini.. Daaan mulai paham.. Kenapa banyak teman-teman yang punya banyak koleksi warna lipstik.. hihi. 
Sekarang jadi tau, bedanya lipstik, lip matte, lip tint..hehehe..

Kayanya, sekarang lip lipan udah ngajak temenan niih.. Dan sebentar lagi dia menjadi sahabat buat saya.. 😆

Boleh deh kasih rekomendasi lip apa yang cucooook? hehe *Sambilpolesbibir ^_^




-------------------------- Ceuceumeo -------------------------
@nhaegerhana



0

Maret Bikin Greget

Posted by Nhae Gerhana on 9:28 AM in
Pernah gak sih ngerasain dapet benda atau barang yang kita pengen???

Tanpa ngeluarin uang sepeserpun.. 
Dan itu kaya dapet hadiah yang dikirim dari langit aja gitu.. 
Plek tiba-tiba jadi milik kitaaaa...

Oh My God..
Gw baru mengalami ituuuu sodaraa-sodaraaaa..

MasyaAllah..
Terharu biru sekali rasanya..

Hari apa ya, lupa.. hmmm tanggal.. lupa juga.. haha.. Tapi kalo hadiahnya pasti gak lupaaa.. Yeaaay.. Jadi gini ceritanyaaa.. Cek it out..


----------------------------------------------------------------------------------
Belajar dari mantra "Semoga" lahirlah sebuah hasil nyata yang membuat rasa bahagia bermekaran, bertebaran sepanjang perjalanan ke kosan malam itu.

Flyer akan adanya pembagian UNDIAN di kantor sudah terpampang di mading dan disebar di Watsap.. Semua gambar hadiah yang terpampang di lembar flyer, meluluhkan mata. Berharap berjodoh dengan salah-satu dari mereka. Aamin..

Adanya ancaman karyawan namanya muncul sebagai pemenang, tapi gak hadir bakal hangus. membuat saya bertekad untuk HADIR.. siapa tau nama Octavina Gerhana Wulan ada rejekinya disitu.

Doa tanpa usaha, sia-sia bukan..?
Perjuangan pun dimulai 

Caranya.. dengan posting di Instastory..wkwk..
Flyer dengan gambar aneka undian, saya kasih tanda ceklis sebagai harapan hadiah yang pengen saya dapet. Pilihan pun jatuh pada kamera dan laptop.

Siapa tau, dengan posting ada temen-temen yang mengaminkan kaaan..hehe..

Doa dan sedekah jadi kunci harapan itu berbuah nyata..
Yakiiiiiiin seyakin-yakinnya bakal dapet undian, kayanya jadi dorongan mujarab juga deh.. Tapi, siap tawakal kalo belom rezeki..

Sampei tiba waktunya.. nama demi nama terpanggil..
Dan harapan saya sempat terputus, karena kabarnya level hadiah yang semakin tinggi dikocok, maka angkatan saya pun sudah selesai pengundiannya. Babaaay..

Menerima kenyataan, kalo harapan gak sesuai dengan kenyataan.. Baiklah..

Tapi ternyataaaa, harapan itu belum punah.. Sampai akhirnya, pas banget dengan menyalakan tombol live di instastory, sambil bilang.. kali ini saya.. Octavina..
Daaaaannn..
Alhamdulillah, dapet sepeda..

Live insta story pun masih berjalan, HP yang saya pegang saya serahkan pada teman. Karena tangan saya gemetar, karena dapet hadiah yang gak disangka.. MashaAllah.. *sujudsyukur

Maha Baik Allah yang ngasih hadiah sepeda lipet warna merah..

Pas banget dengan keinginan duluuuu, yang pengen beli sepeda warna merah, dan bisa dilipet.. OMG..  ternyata Allah ngasih sesuai kebutuhan yaaaa..



Eiiitsss belum selesai pemirsaaa..

Saat pengocokan kamera dibuka, nama saya muncul lagi..
Pas bangeeet sama niat awal yang pengen kamera atau laptop.. Sempet siiih lirik sepeda, tapi gak saya contreng, karena takut maruk banyak pengennya.. hehe..

Tappiiii.. karena sepeda udah ditangan, gak boleeh dooong menang lagi..hehe.

Allah itu Baeek bangeeettt, ngasih hadiah tak terduga..
Doa, keyakinan, usaha, dan sedekah dari contoh kecil ini semoga bisa diaplikasikan dengan impian besar lainnya..

Maaaaf yaaa, gak maksud riya, tapi semoga aja bisa ada manfaatnya juga.. Ternyata, kalo kita yakiiiin, gak ada yang gak  mungkin..

Allah selalu ada, dan dekaat.. Bahkan teramat dekat..

Btw yang ada di jakarta, yuk ah gowes bareng.. hihihi =P



------------------------- Ceuceumeo ---------------------------
 
19 Maret 2017
@nhaegerhana

Deadline @1minggu1cerita di jam 23.15 *Piissssss ^_^




 


 

Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates