Posts

Showing posts with the label Pray

Allah Itu Romantis

Pernah kah kau merasa.. ? Hatimu kosong.. Pernahkah kau merasa.. Jeng.. jenggg *nyanyik ceunah :D Hehehehe Gak lucu ya?  Huftt Ya udah deh serius aja. Biar cepet diseriusin.. Eeeh.. wkwkwk.. Oke Guyyss, pernah gak sih ngerasa berpikiran.. "Kenapa kok Allah ngasih ujian ini?" "Apa salah saya? kok gini amat.." Astagfirullohaladzim.. Maaaf ya Allah, aku pernah ngeluuh seperti itu kemarin-kemarin. Merasa sakiit, sediih, kecewa, dan mempertanyakan semua yang terjadi pada Allah. Seolah tidak terima dengan hal yang sedang terjadi. :( T_T Padahal dalam lubuk hati menyadari, ujian ini gak seberapa dibandingkan dengan orang-orang di luar sana yang jaauuuuuh lebih  susah. Mereka yang berjuang lebih keras dengan ujian yang sangat besar. Bahkan belum tentu aku sanggup bertahan seperti mereka yang dilanda ujian lebih berat. Ujung-ujungnya terkadang menyalahkan iman yang naik turun. Merasa diri sedang drop. Padahal iman itu memang harus terus dicas, supaya ga ...

Tenaaang Ada DIA

Pernah gak sih kalo lagi ngerasa butuh sama temen, sahabat, atau siapaun itu. Kita jadi ngebaik-baikin dia. Atau bisa jadi sebaliknya. Lo ngerasa heran dengan dia yang lama gak ada kabar, tiba-tiba ngebaikin. Sampe akhirnya terbersit Tanya. "Hmmm.. kayanya ada maunya aja niih." Begitu juga ketika kita lagi ngerasa butuh sebutuh-butuhnya dengan Sang Khalik. Ibadah mulai ditingkatkan. Yang wajib mulai tepat waktu. Shalat malamnya gak ketinggalan, shalat sunah lainnya dikerjakan. Termasuk puasa sunah gak dilupakan. Begitulah manusia. Kalo Allah udah negor, baru deh sadar. Mulai introspeksi diri dan mendekatkan diri. Kalo udah dapet masalah, gak berani deh berulah. Langsung membuka sajadah. Getol ibadah.  Trus kook tiba-tiba bahas ituuu?? hehehe Saya lagi inget salah satu surat, Al-Baqarah : 155 "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang...

Selamat Jalan Kiagus Saipul

Image
Di penghujung tahun 2017, ditutup dengan kabar duka . Telah berpulangnya rekan kerja sekaligus sahabat yang baik. Kiagus Saipul Ridwan pada usia 36 tahun. Beliau meninggalkan seorang istri Sartika Sri Rahayu dan satu putri mungil nan cantik Shaqira Aquina Ridwan. Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un Kang Ipul, panggilan akrabnya adalah seorang Camera Person yang handal dalam mengambil gambar. Pada beberapa postingan saya sebelumnya,  Makan Papeda di Raja Ampat , Puncak Rinjani ,  Air Garam dan Sapi adalah trip saya bersama almarhum. Sedikit berbagi cerita.. B ulan Desember 2016 lalu, Saipul masuk Rumah Sakit, dan dirawat di RS. Santosa Kota Bandung. Saat saya bersama Ibu saya menengoknya, Teh S a rtika istri nya man gatakan kalau Kang Ipul kanker Usus . Dan panjangnya sudah sampai 20 cm.  Sempat gak percaya, karena selama ini beliau sangat sehat. Bahkan bulan mei 2016, trip dengan medan yang cukup menguras tenaga berhasil dilalui. Sama sekali gak...

Meniti Langkah Dan Arti Sebuah Persahabatan

Image
Ini alam nyata, aku harus berjuang jika ingin sesuatu. Aku masih meniti langkah, artinya aku harus siap dengan segala realitas sampai akhirnya aku berada dua meter di bawah tanah. Aku meniti langkah selama masih menginjak tanah. Sejak dulu aku suka melangkah dengan kaki telanjang, dan kini pun aku masih tetap menyukainya walau kaki yang satu masih berjuang untuk berpijak dengan sempurna.   Sepenggal bait kalimat dari buku "Meniti Langkah" karya sahabat saya Sutri Yaningsih Manik. Buku yang menceritakan sebuah perjuangan di tengah keterbatasan. Dia menulis dalam keadaan stroke, pada usianya yang masih sangat muda. Dua tahun setelah bukunya terbit, sahabat saya pun berpulang pada bulan januari 2015.  Waktu itu, saya sedang berada di Aceh, dan sangat terkejut mendengar kabar duka tersebut. Terakhir kami bertemu saat menjadi MC di acara reuni akbar Paskibra SMP 1 Margahayu Bandung. Dengan keterbatasan dia berjalan, tanpa keluhan dan menyembunyikan kesedihannya. Wa...

Mimpi Mendapat Beasiswa Yang Telah Menguap Lalu Kutangkap

Image
Hal yang paling disesalkan adalah waktu yang terbuang sia-sia. Pastinya, kalo udah nyesel gak bisa kembali ke masa itu lagi. Kaya mutusin mantan, tapi gengsi buat minta balikan lagi.. Upsss..haha apaan siih nhae? Oke, entah kenapa waktu berlalu begitu cepat..  Tak terasa waktu berlalu berganti (tebak lirik lagu apa??)  Yaah, sekarang udah masuk hari pertama di tahun 2018.. Hampir setiap akhir tahun, saya selalu menulis resolusi, dan resolusi.. Pencapaiannya?? Dari sekian banyak no urut yang tertulis, paling hanya satu dua yang terealisir. Oh SAD :( Salah satu yang sampai saat ini, masih hanya sekedar wacana dan khayalan adalah Get a scholarship.. Ikutan milis info soal beasiswa sih diikutin. Tapiii email yang masuk pun, rasanya gak saya baca.. Ampuni hamba ya Allah.. Karena hanya bermodalkan khayalan tingkat dewa, saya menyerah sebelum bertempur tentang beasiswa ke luar negri. Lalu munculah ide, ikut suami masa depan aja deh, yang dapet beasiswa di London aja..hahahaa....

Tahun Baru Bukan Perayaan Buatku

Sepertinya... bunyi terompet hanya terdengar sesekali pada jam 7 malam tadi. Sekarang??? sama seperti hari-hari biasanya. Sepi.. Tak tampak kemeriahan, atau terdengar riuh suara di luar sana. Yaah, di komplek rumah saya yang berada di Bandung, ehm tepatnya Kabupaten Bandung =P,  memang tak antusias menghadapi malam tahun baru. Karena tak ada yang perlu dirayakan bukan?.. Biasanya, setiap malam tahun baru saya selalu berada di keramaian. Itu dulu yaaa. Tentunya dalam rangka pekerjaan. Hidup di dunia radio, event tahun baru, berada diantara teman-teman, tertawa riang, dan menikmati pergantian tahun dengan pesta pora. Tapi tidak untuk saat ini, dan 5 tahun terakhir ini.. Saat ini.. Saya memilih diam di rumah, seperti tahun sebelumnya. Duduk depan TV, movie marathon, lalu pindah menatap laptop.  Malam tahun baru, membawa ingatan saya terbang pada cerita 8 tahun lalu. Pastinya, kenangan itu tak akan pernah hilang.. Selalu mengalir pada malam-malam tahun baru berikutnya....

Penyesalan Berhijab

Image
Bandung, Maret 2011 Malam itu.. hujan rintik menemani perjalanan saya menuju pulang. Bersama motor kesayangan, melintasi kota Bandung menjadi sejarah dalam setiap detik waktu kebersamaan kami. Dadaku sesak.. Pikiranku berkeliaran bercabang.. Ada getaran yang sangat bergejolak ketika itu.. Kenapa??? Padatnya kendaraan, riuh suara klakson, ramainya pengguna jalan.. Sedikit pun tak kupedulikan.. Ingatanku terbang pada suatu sabtu yang sama.. Beberapa minggu yang lalu.. ------------- Tepat pukul 15.00 WIB, saya sudah sampai di sebuah rumah yang berada di kawasan Geger Kalong Kota Bandung. Rumah yang cukup megah, asri, sejuk dan nyaman. Inilah rumah, yang mereka sebut rumah ngaji. Tempat dimana kajian rutin mingguan digelar. Dalam ketidaksengajaan hari itu saya hadir..  Kalo boleh jujur, awalnya datang terpaksa, hehe..  Alasannya, Yaaah karena tidak enak selalu menolak ajakan seorang teman yang bernama Devi.  Gadis berparas...