Gelombang Korea dan Penonton di Indonesia

Selama #dirumahaja, #workfromhome akibat pandemi corona, serial drama korea makin membius banyak penonton baru. Hayooo ngaku siapa yang tadinya sama sekali gak pernah nonton drama korea, eeehh sekarang malah jadi kecanduan..??? hehehhee.. :P


Contohnya, seorang teman perempuan saya yang paliiiing anti dengan Drakor, sekarang sudah menikmati berbagai judul serial drama selama work form home. Bahkan dia chat saya, tanya judul apa lagi yang bagus. wkwk. Nah looh ketagihan doi..


Tak hanya itu, teman-teman pria yang benci drakor pun, sekarang punya aplikasi untuk download berbagai judul. Mereka kerap membicarakan isi drama korea yang sudah mereka tonton. Seperti serial 'Itaewon Class' dan 'The World Of Married.' haha..


Itulah cara mereka mebunuh rasa bosan ketika harus berdiam di rumah. Bukan hanya di lingkungan saya saja, para selebriti tanah air juga menjadi penggemar serial drama korea. Postingan mereka yang membicarakan tentang para pemain, alur cerita, dan berbagai judul yang telah mereka tonton.. Niiih bukti postingan mereka, dan berita yang diangkat di media.


Sumber : Kompas.com






Gak sampai di situ Gaaaisss.. media sosial Ifan seventeen, youtuber Arief Muhammad, Nagita Slavina juga menceritakan kegemaran mereka pada drama korea..


Sumber : IG Ifanseventeen

sumber : IG Ariefmuhammad

sumber : IG Raffinagita

Bahkan, tak sedikit dari selebriti yang membuat foto halu dengan aktor Korea nya tuuh.. Wadidaw mulai haluu.. #haluchallange

Sumber : IG Melly Goeslow

Sumber : IG Rossa

sumber : IG Tata Janeta
Dari fenomena demam drama korea ini, membuat serial drama korea makiin hits dan digandrungi berbagai kalangan. Kalo sudah seperti ini, siapa yang diuntungkan ???

Sebelum adanya wabah corona, KDrama atau Korean Drama memang sudah populer.. Bukan hanya serial dramanya saja, tetapi KPop pun telah membius sebagian masyarakat Indonesia.

Lalu bagaimana siih, kok bisa Korea Selatan meraih hati para penggemar?? Bukan hanya di Indonesia looh, bahkan hampir di seluruh dunia..

Yapss, Korean wave atau Gelombang Korea ini, jadi senjata Pemerintah Korea Selatan untuk memperbaiki ekonomi di negaranya. 

Setelah kepo dan membaca berbagai jurnal penelitian tentang Korean Wave, mari kita bahas dari awal sejarahnya yaaa…

Kalian mungkin pernah dengar kan istilah Hallyu? atau lebih dikenal dengan Korean Wave yang sudah saya sebutkan di atas tadi. 

Korean Wave atau Hallyu adalah istilah untuk menggambarkan kebudayaan populer Korea Selatan. Istilah Hallyu ini, berasal dari Cina pada tahun 1990-an. Pada saat itu, Drama Korea menyebar ke berbagai negara seperti Taiwan, Hongkong, dan Cina. 

Nah dari situlah tercetus istilah Hallyu yang dalam Bahasa mandarin artinya Gelombang. 

Produk kebudayaan populer (Pop Culture) Korea Selatan berupa musik, film, serial drama, dan produksi hiburan lainnya. Semua produk industri hiburan tersebut diekspor ke berbagai wilayah Asia, Eropa, Amerika. 

Hallyu ini, tak hanya jadi gelombang budaya, namun meningkatkan citra dan perdagangan Korea Selatan. Dampak ekonomi dari bisnis Hallyu, termasuk produksi, nilai tambah dan pekerjaan mencapai 5 triliun won atau setara USD 4,87 miliar per tahun (sumber: businesskorea, 2014). Wow besar juga kan pemasukannya???. 

Naah Pemerintah Korea Selatan berperan dalam perkembangan produk hiburan, sebagai representasi Kebudayaan Korea ke luar. Pemerintah Korea Selatan mengucurkan dana khusus loooh, untuk membangkitkan industri hiburan. 

Dari jurnal Choi, 2017, menyebutkan bahwa Pemerintah Lee yang konservatif menggunakan "Strategi Ekonomi Budaya" dan "Strategi Politik Budaya" dalam pengambangan Korean Wave sebagai industri nasional.

Tentunya berkat perkembangan teknologi, Korean wave semakin menyebar dengan bantuan media sosial seperti twitter, Instagram, youtube, dll. Sehingga gelombang korea mudah diakses.

Terusss kapan mulai mendarat ke Indonesia??

Budaya Populer Korea mulai mendapat perhatian dari warga Indonesia sekitar tahun 2000-an. Pada saat itu, melalui media televisi, Drama korea sukses merebut hati penonton Indonesia. 

Berawal dari kehadiran serial drama dengan judul Endless Love (Autumn In My Heart). Eeehhhm siapa yang udah nonton???

Drama ini, tayang Perdana di Indosiar tahun 2002. Drama yang dibintangi Song Hye-kyo ini, adalah tetralogy dari drama karya Yoon Seok-ho dari stasiun TV KBS-2. 

Empat K-Drama yang berjudul nama-nama musim, seperti Autumn In My Heart, Winter Sonata, Summer Scent, dan Spring Waltz. Naah empat judul inilah yang jadi pionir K-Drama mulai Hitzzzz.

Popularitas K-Drama semakin meningkat dengan maraknya berbagai pilihan judul tontonan. Daan tentu saja, karena perkembangan teknologi yang menghadirkan kemudahan dalam menonton. 

Yaaaaa, Berbagai aplikasi video streaming seperti DramaFever, Viu, Netflix, membuat Budaya popular Korea semakin hits dan diminati para khalayak.

Oiaaaa, dari hasil penelitian yang dilakukan Tirto.id pada 17 Feb 2017-8 Maret 2017, mengenai serial televisi yang disukai masyarakat Indonesia. Ternyata, dari 529 responden, 49,72% memilih menonton drama korea looh. 


Sumber : Tirto.id - Purnamasari -2017


Hmmmmm… Sepertinya, jika dilakukan survei terbaru tahun 2020, jumlah nya saya kira akan bertambah. Maybe Yesss.. hehehe..

Sebagai khalayak atau penonton, tentunya kita harus tetap bijak dalam menonton, dan merespon berbagai tayangan. Yapss, Tidak terlalu berlebihan, bisa membedakan antara realitas, dan dunia K-Drama.

Okeee deeeh.. 
Itulah secuil ulasan tentang Gelombang Korea. Nanti kita bahas lagi tentang perKorean kalo memang ada yang baca dan bermanfaat.. hehehe.. ^_^





-------------- Ceuceumeo ----------------


Comments

  1. Gua sama istri beberapa kali nonton drakor sama-sama. Kami berdua ngikutin Reply 1988, setelah istri khusyu nonton yang serial misteri macam Signal, dll. Sedangkan saya coba ikuti Itaewon Class, setelah itu lebih memilih yang komedi bikin ngakak macam the Sound of your Heart

    Setelah sekitar sebulan nonton drakor, kami akhirnya memutuskan tidak nonton dulu, soalnya beneran menyita waktu dan susah berhenti pas mulai nonton. Saat ini kami beralih ke serial netflix, DARK, serial Jerman.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang