Malang Tak Lagi Tenang Ingin Segera Pulang

Dua gelas minuman dingin berdiri di hadapanku sekarang. Warnanya yang pudar, menyisakan rasa cotton candy, dan nutella milkshake sisa tadi siang.

Aaah ini postingan pertamaku di awal tahun 2016. Bukan postingan yang menceritakan kisah menyenangkan. Berbeda dengan januari 2015 lalu. Yaaah, setahun lalu mengawali lembaran baru dengan lautan biru di Aceh. Alhamdulillah sampailah misi dari Sabang sampai merauke aku tapaki.

Sekarang?? di Kota Malang yang tenang, tapi hati ingin segera pulang. Bosan dengan antrian menahan perasaan yang berkorban tak ada pilihan. Hmm lebih tepatnya tak ada keberanian. Karena satu rasa "Gak Enakan" yang akhirnya mengorbankan perasaan. huuufffttttt =((

Rencana yang berjejalan tertangkis kenyataan yang tak bisa dijalankan sampai di penghujung jalan.  Disinilah aku belajar menghargai perasaan. Ada dua tindakan yang disarankan. Sabar sekalian, atau pertegas tindakan.

Terlintas rasa heran dengan sifat manusia yang tak peduli perasaan sesama. Mementingkan ego pribadi, berbuah pahit di hati. Mungkin Tuhan sedang mengajarkanku berbagai sifat makhlukNYA. Mengetes kemampuan nalarku, menguji kesabaranku. Atau mengajaku membela kepentingan diriku??

Terkadang membela kepentingan pribadi bagiku biasa menjadi nomor dua. Memikirkan perasaan orang selalu didahulukan. Ketika kesal, marah, selalu berbalik bertanya. "Wajarkah jika saya kesal?" "Bolehkan saya marah??" Sampai akhirnya pertanyaan itu yang menyibukan pikiran. Sampai melupakan rasa yang merasuk kedalam. Lupa, dan berusaha melupakan.

Pertanyaannya. Apakah kesibukan memikirkan perasaan orang, diapun memikirkan apa yang kita rasakan?? Lalu apa yang harus dilakukan???

Heran... tetap membuatku penasaran.. Masih ada kegusaran menyelimuti pikiran.

Aku kembali memesan Spagetti Carbonara. Rasa panasnya tak terasa di lidah. Kejunya meresap membalut tampilan luarnya. Menikmati sore bersama spagetti di penghujung hari. 

Terimakasih Malang, berhasil membuatku malang dan ingin segera Pulang.


Comments

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang