Sebuah Perjalanan Sederhana

Padang, 160915,   05.30 WIB 




Sebelum memulai menulis di subuh yang syahdu ini, banyak cerita yang berjejalan di kepala. Tapi apa daya, ketika laptop menyala, beberapa detik bengong bingung mau nulis apaan yaaak?? hehehe =P

Mungkin karena terlalu lama sendiri *nyanyii.. eh maksudnya gak posting curhatan pribadi *eheeemmm, jadinya kaku kaya kanebo. Beda dengan blog pertama saya yang isinya Curhatan semua pake bangeeet.. Tapi sayangnya blog ceuceumeo1 harus diprivate, karena ada temen iseng, yang ngesave foto2 jahiliyah buat bahan candaan. Okeey, salah saya kenapa posting2.. iyaaa saya salah.. Sooo, blog itu saya kunci.

Seperti hati saya sekarang, yang saya kunci rapat. Kalo mau masuk, harus mengetuknya perlahan sampai merasakan kenyamanan.. Bukan tempat persinggahan yang gak jelas tujuan #eeeeeaaaa #eeeeaaaa.

Okeiii, saya pengen cerita tentang perjalanan. Perjalanan setiap orang pasti berbeda, dan punya sisi keunikan, kesedihan, kesakitan, keresahan, endingnya mencari kebahagiaan.

Saya sadar, saya bukan Alysa Soebandono, Claudia Cintya Bella, Risty Tagor, Dewi Sandra, dan seleb berhijab lainnya. Meskipun kalo dilihat lihat, wajah saya perpaduan keempatnya loooh *Mulai pada mual* hahahhaa.. #HalusinasiTingkatKecamatan

Yes, tapi gak ada salahnya saya ingin berbagi cerita setapak perjalanan sederhana kehidupan, bukan seperti jejak si gundul yaa.. hehehe =P

Cahaya matahari cukup terik waktu itu, anak-anak berlarian di pekarangan sebuah Masjid sederhana di Kabupaten Bandung. Saya teringat jaman SMP, ketika ikut serta kegiatan pesantren dalam rangka libur sekolah. Semacam kegiatan setiap tahun yang dipaksakan. Saya dapet beberapa teman baru. Salah satunya, duh lupa siapa namanya. Secara udah berabad-abad lalu, duuuh tuiir bangeet kesannya..hahaha.. Okeeeii, lanjut.. 

Dia pernah bilang "Saya gak takut sama siapapun, karena Allah bareng saya." 

Dalem hati terbersit, "Wuiiih, hebat bener.. kok bisa ya seberani ituu??? Padahal rasa takut kan pasti ada. Kapan saya bisa berani bilang gitu?"

Ternyata kalimat yang pernah saya denger itu, baru bisa saya mengerti dan benar benar saya rasakan di saat saya lulus kuliah. Emang sih, terlambat tapi tetap bermanfaat ketika kita mau bertobat. hehehe

Pernah merasakan ketakutan??? 
Belom apa-apa udah takut duluan.. aduuh nanti gimana kalo gini??
Ngerasa ga Percaya Diri dengan keadaan???
Takut dia nyangkanya beda.. Takut akhirnya nyesel, semua sia-sia..
Aahhh.. rasa takut ini mencekik sampe ke urat leher.

Ternyata semua rasa takut, sedih, kecewa, periiih, obatnya cuma satu. Cinta sama Allah. Dari cinta, munculah keyakinan, kalo Dia selalu bersama kita.

Balik lagi ke masa sekolah, kali ini masuk ke jaman SMP, SMA. Pasti berharap nilai bagus, bisa lulus sesuai target. Makanya, setiap akhir semester saya puasa sunah senin-kamis. Yaah cuma sekali doang siih, cuma harapannya bisa lulus. Gak ngerti ilmunya, gak tau maksudnya. Intinya yang saya tau, saya melakukan puasa, supaya dapet nilai bagus.. hanya itu.

Memasuki masa kuliah, saya berteman dengan beberapa teman yang rajin puasa senin - kamis. Bahkan setiap senin dan kamis rutin puasa. Dalem hati saya berbisik "rajin banget siiih ni orang" Tapi lama lama saya pun terbawa ikut rutin puasa senin kamis.  Kali ini, yang saya tau hanya teori 'kalo semua gak ada yang gratis di dunia. Kalo kita mau sesuatu juga gak gratis, minta sama Allah dengan puasa.' Sampe akhirnya puasa sunah ini udah jadi kebiasaan rutin, yang kalo ditinggalin rasanya ada yang gak enak.

Puasa yang dijalani hanya sekedar puasa menahan lapar, minum. Saya gak berpuasa dalam hal duniawi yang bergejolak di masa remaja. Pergaulan, dunia malam, kerap jadi candu dan keseharian yang menyenangkan. Shalat yang dilakukan hanya sebatas gerakan, kecepatan, tanpa menelusuri apa makna dibalik sebuah kewajiban tanpa paksaan.

Sampai akhirnya bertanya dalam hati, kemana saya harus belajar??. Saya muslim, tapi saya tau apa tentang islam?? Ilmu saya sampai dimana?? Hanya sekedar menjalankan warisan nenek moyang.

Coba tes deeh.. Dari hal sederhana aja. Kalo shalat, ngerti gak bacaannya??. Ketika kita baca surat pendek, mengangkat kedua tangan, rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud. Apa udah paham kita melakukan apa?? huftt *mulai merenung*

Pengen menggali islam hanya keinginan semata, hanya wacana. Sampe akhirnya saya dipertemukan dengan teman yang mengajak saya ke "Rumah Ngaji". Lebih tepatnya dia mengajak sampai berulang-ulang supaya saya ikut pengajian rutin setiap sabtu, malem minggu. Katanya, enak belajarnya, kita belajar paham isi Al-Quran, kita ketemu banyak orang, pengisi ceramahnya datang dari mana-mana. Udah semacam promo MLM deeeh, supaya dia dapet point. hehehehe

Karena gak enak, selalu menolak dengan alasan kerjaan dan siaran pada waktu itu, akhirnya saya mencoba ikut ke Rumah Ngaji. Awalnya saya heran melihat orang orang yang rajin mencatat ceramah, khusyuk mendengar ustadz memberi tausyiah. Hati saya masih belum terketuk maksimal. Yaah masih standar laaah.. Bahkan pertama saya datang, tanpa jilbab. Ah beda sendiri deeh.

Minggu depannya saya datang lagi, karena berpikir, mungkin disinilah tempat saya mencari ilmunya. Disini saya bertemu teman-teman baru yang soleh, solehah dan sopan, sederhana, rendah hati. Pemandangan yang baru saya temui. Jauh dari penampilan laki laki urakan, pakaian seksi mereka tanggalkan, tanpa rasa ingin menonjolkan diri. Tempat bertemunya orang orang yang sama sama ingin belajar. Timbul rasa nyaman, ketagihan menghilangkan rasa kehausan ilmu tak berkesudahan. Melihat kecantikan, kepintaran, kesolehan mereka, duuuh makin malu aja.. Da aku mah apa atuuuh??

Mau tidak mau saya pun memegang Al-Quran. Membacanya dengan terbata-bata, ah minder rasanya. Selama ini hanya bertemu dengannya setahun sekali, saat ramadhan. Itupun Al-Quran punya keluarga, bukan milik saya pribadi. Artinya saya gak punya al quran sendiri.. Ya Allah, maafkan saya dulu yaaa..

Di Rumah Ngaji milik Keluarga Pak joni inilah saya belajar banyak hal. Rumah mewah, dengan pemilik yang sederhana, cantik, ramah, rendah hati, tapi begitu besar hatinya. Setiap hari rabu dan minggu rutin mengadakan pengajian gratis dan terbuka untuk umum. Siapapun boleh datang, dan belajar bersama. Ustadz yang didatangkan juga bukan sembarangan. Selalu berbeda, dan berbobot. Terkadang didatangkan dari luar kota. Ilmu yang disampaikan juga sama sekali gak menyimpang. Sesuai Al-quran dan hadits.

Setelah beberapa kali rutin kesana, belajar,memahami, tiba2 ada rasa periiiih terasa. Rasa yang gak biasa. Antara sakit, hati diremas akan rasa malu. Hati saya mulai bergetar, bergetar lebih dari biasanya.  Woooow ternyata saya tau penyebabnya pemirsaaah..Ini diaa penyebab hati saya bergetarrr.

Dalam surat al-Anfal (8 : 2) : 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."

 Dikuatkan lagi di surat AzZumar (39: 23) yang artinya: 

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun."

Terimakasih Allah, karena saya masih diberi rasa gemetar ketika medengar, mengingat Allah. Itu tandanya masih termasuk orang beriman. alhamdulillah.. 
Ditemani cahaya bulan, termenung.. Merasa banyakkkk bangeeet dosa, dan ingin lebih dekat lagi denganNYA. 

Salah satu cara supaya makin dekat denganNYA adalah dengan menjalankan kewajiban sebagai muslim. Berhijab.. Seperti dalam surat An Nur, ayat 31 :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” 

Kenapa kata beriman saya bold??.. karena perintah Allah ini, dikhususkan bukan pada semua wanita, tapi hanya wanita beriman. Kalo merasa beriman, kenapa gak mau nurut sama Allah??  

Dulu sama sekali gak berpikir bakalan secepat ini menutup aurat, berhijab. Yang kebayang pake jilbab kalo udah punya suami aja. Ternyata, keinginan itu muncul tiba-tiba, cepat. Dan rasanya udah pengen segera berhijab aja. Hmmm...masih galau, pertimbangannya, nanti gak bisa pake celana celana pendek lagiii. Dress mini yang baru belom kepake, pergaulan terbatas, job MC pasti ilang, nanti keliatan kaya Ibu Ibu, gak cantik, gak gaul. Karena hijab saat itu, belom sengeTrend sekarang, rasa ragu kerap kali muncul.. aaaggghhhh...

Yaaah namanya juga syaiton, mana mau sih liat manusia hijrah, betuuul?? hehehe.. Lawan dan Yakin. Alhamdulillah, tanggal 5 Maret 2011 resmi berhijab. 

Respon semua teman dekat kaget, gak percaya, bahkan ada yang mengira saya ikut aliran sesat.. hoalaaaah..ckckc.. Tapi apapun itu, ketika kita ikhlas melakukan sesuatu yang benar, biarlah orang bicara apa, yang penting Allah tersenyum pada kita.. Right??? 

Sekarang, saya  mulai paham, tujuan dari kewajiban shalat, berhijab, puasa, sedekah yang selama ini dilakukan hanya sebagai kegiatan rutin. Yappppsss... Tujuannya hanya satu, mencari Ridho Allah. Sekali lagi hanya berharap RidhoNYA.. Semua dilakukan karena Allah.

Tooh Allah gak butuh shalat kita, gak butuh puasa kita, gak butuh sedekah kita.. Gak ada ruginya bagi Allah kalo kita gak taat, dan bersikap menyimpang.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman :  
"Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

"Siapa mendekat kepada KU (Allah) sejengkal, maka aku akan mendekatinya satu hasta, Siapa yang mendekat kepada KU (Allah) satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan siapa yang mendekat kepada KU (Allah) dengan berjalan kaki, maka aku akan mendekatinya dengan berlari-lari kecil" (HR Muslim)

Kalo mau doanya dikabulin, Kita  deketin Allah dulu, PDKT sama pemilik dan penguasa Alam semesta ini. Dia yang Maha membolak balik hati manusia. Karena hidup ini hanya sementara, cari tabungan sebanyak mungkin buat di akhir kelak.

Saya masih jauh dari sempurna, jauuuhh pake bangeet. Masih fakir ilmu, masih banyak dosa. Mulai belajar dari hal-hal kecil, Menjadikan apa yang kita lakukan niatnya sebagai ibadah. Memiliki, membaca, memahami,mengamalkan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Bukan lagi dibaca setahun sekali lagi. Tapi rutin, biarpun satu ayat asal setiap hari. 

Sekarang saya  merasakan maksud kata2 teman jaman masih SMP yang saya tulis sebelumnya di atas. Boleeh dong, saya melengkapi dengan kalimat sendiri yaaaa:)

 "Kemanapun Kaki melangkah, kemanapun wajah menghadap, disitulah WajahNYA.. Gak pernah merasa sepi, karena Allah selalu menemani"

Banyak hikmah setelah memutuskan berhijab. Banyak energi positive mengalir..

Sama sekali gak bermaksud riyaaa.. *Sueeeer* saya merasakan mandapatkan kekuatan luar biasa setelah berhijrah.. Rasa takut berkurang, hati lapang, senang bukan kepalang :))

Ketika memutuskan hijrah, pasti dooong pengen ada peningkatan. Yaah walaupun, secara penampilan saya masih jauh dari sempurna sebagai muslimah. Peningkatan pertama dari hal hal sederhana. Misal shalat tepat waktu, shalat sunah qobla ba'da, shaumnya makin rutin, dan baca al-quran setiap hari. Jujurrr, saya baru sekali khatam baca al-quran ketika hijrah itu. Whatt?? gilaaaa, telat banget kaan??.. Di saat lulus kuliah, saya baru bisa khatam al-quran.. Makiiiiin dalem dong, syududududu harus menebus dengan ibadah lainnya niih.

Membaca rutin satu halaman setiap hari. Lalu tahun berikutnya ditambah jadi dua halaman setiap hari. Kalo dulu masih merasa asing, dan terbata bata karena cuma setahun sekali, alhamdulillah ada peningkatan, yaah walau masih jauuuh dari sempurna bacaannya. Diikuti dengan baca artinya sedikit sedikit..

Manfaat yang saya rasakan dengan belajar membaca, mengenal al-quran, menjadikannya sahabat ketika suka, duka, adalah saya merasa jauh lebiiih nyaman, tenang, rasa percaya diri pun muncul dengan sendirinya. Rasa percaya diri ini, bukan kePDan yang soook paling oke. Tapi merasa bahwa, semua Manusia di mata Allah sama. Jadi untuk apa kita mesti takut ??? Entah dia pejabat, bos, orang kaya, orang miskin, di mata Allah sama. Yang membedakan hanya imannya. Soooo... selama kita percaya ada Allah di samping kita, bersama kita, untuk apa takut??

Thats the point, why Im so in love with YOU, my LORD :**

Selain itu, rasa kasih sayang lebih membuncah, lebih peka, lebih sensitive, lebih empati. Semua karena Allah. Allah aja bersifat Ar Rahman-Ar Rahim, kasih sayang.. Menyayangi semua mahluk ciptaan Allah, adalah bentuk rasa syukur dan cinta kita sama Allah.

Jujur, dulu saya termasuk orang yang cuek, brutal, mudah emosi, liat hewan, tumbuhan, yaa biasa aja, gak terlalu suka hewan. Liat kucing aja cueekkks bebek.. Kalo sekarang malah sayaaaang banget sama si meong kesayangan Rosululloh.. 

Malah . Sekarang tuh, kayanya, liat pohon tertiup angin, kucing mengeong, semut jalan, bahkan tikus pun, rasanya senyum aja gitu liat mereka..Hahaha, jangan salah paham eeaaa.. Karena semua mahluk di bumi ini menyeru dan bertasbih pada Allah dengan cara mereka masing2.. Makanya, saya senyum senyum sendiri kalo liat pemandangan alam terpapar depan mata, membayangkan mereka berdzikir pada Allah dengan cara mereka.

Terimakasih Tuhan karena membawa saya keliling Negri saya tercinta. Dalam perjalanan ini, saya mengenal semua mahluk berbeda ciptaanMU, terpesona keindahan lukisanMU, takjub akan kuasaMU, merasakan ketulusan setiap manusia yang saya temui.. Ah indahnya nikmatMU..

Yaaah itulah cerita perjalanan saya yang masihh banyak kekurangan, masih miskin ilmunya, masih belom sempurna ibadahnya..

Semoga bisa meningkatkan iman yang naik turun ini yaaaa. Dan yang pasti istiqomah..

Maaf kalo ada salah2 kata, dan tulisan ini gak berkenan yaaaaa Guuuys..

#Just Reminder To My Self

May Allah always blessing our lifes :))




Padang, 16 September 2015

@nhaegerhana


----------- Ceuceumeo -------------

Comments

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang