Mendung Langit Dan Segelas Cokelat




Semangat menggebu untuk menulis selalu muncul begitu saja. Entah apa sebabnya. Tak usah tanya kenapa. 
Dihujani ide, hasrat menumpahkan dalam bentuk tulisan menjadi energi pencurahan. 
Segelas cokelat sudah hadir di meja sebelah tempat tidurku. Ku seruput perlahan, manis dan hangat mengawali pagiku.
Ku tatap keluar jendela, matahari masih malu menampakan sinarnya. Akankah siang ini langit tak secerah biasanya??


Loving can hurt
Loving can hurt sometimes
But it's the only thing that I know
When it gets hard
You know it can get hard sometimes
It is the only thing that makes us feel alive


Repeat lagu Ed Sheeran - Photograph sepanjang hari, sampai rasa bosan menghampiri. Aah sial.. Kenapa mesti lagu menyayat seperti ini yang jadi teman di pagi hari.

Segelas cokelat yang masih tersimpan di meja ku seruput kembali. Rasanya tak semanis tadi, tak sehangat seperti pertama mendarat di lidahku. Aku terdiam sesaat. 
Angan, ingatan terbang mundur perlahan ke belakang. Singgah pada kenangan yang tersimpan. Begitu indah di awal, memberi efek candu penghilang dahaga.

Yaah ada masanya cerita itu hangat dan manis seperti segelas cokelat kesukaan yang kuseduh setiap pagi. Memberikan rasa nyaman, aman, ketagihan.

Yaah ada masanya cerita itu harus terasa pahit seperti segelas cokelat kesukaan yang didiamkan lama. Berubah rasa, dingin, berakhir jera.

Mendung langit melengkapi tumpahan rasa. Membaur dalam nuansa yang sama. Seperti dugaanku sebelumnya, langit tak secerah biasanya.

Mendung langit menemani asa yang terbelenggu waktu. Ada harap ingin menatap langit yang biru. Namun senja datang terburu buru. Memaku rasa rindu yang terbujur kaku.

Segelas cokelat masih tersimpan di meja. Masih tersisa seteguk rasa. Masih sanggupkah indra pengecap ini menerimanya?? atau kubuang saja sisanya???

Seperti angan yang tersisa menjadi buih buih tak beraturan. Biarkanlah pergi berhamburan. Tak usah pedulikan.. Lenyapkanlah sudah

Pilihanku, kuganti segelas cokelat hangat yang baru. 
Kuhabiskan perlahan, agar rasa tetap sama tak jadi saru
Membiarkan rindu bercerita mewarnai langit biru
Menyalakan cahaya pekat semu
Mengalahkan Angin risau saat tersirat namamu
Menggigil bergerak diluar detak jantungku
Menunggu kehadiranmu bertamu ke bilik rinduku

Biarkanlah mendung langit
Pertanda hujan kan datang
Biarkanlah rindu ini terbersit
Tanpa mengetahui siapa yang akan datang









Bandung yang mendung, 30 September 2015


-------------------------- Ceuceumeo ------------------------
@nhaegerhana

Comments

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang