Terukir senyum di Madinah

Mataku menerawang, langkahku terhenti untuk menarik nafas panjang..Menoleh ke belakang, menengadahkan kepala berucap kata syukur..









Inikah Tanah Haram yang telah aku pijakan ????
Inikah negara pertama yang ingin aku jadikan cap pembuka di pasporku???
Inikah impianku yang melebur jadi nyata????

Tuhan..Allahku.. terima kasih
Bandara King Abdul Azis jadi pendaratan harapku. Setelah pesawat emirates membawa kami terbang lebih dari sembilan jam perjalana.  Alhamdulilllah..Akhirnya saya dan rombongan sampai dengan selamat. 



Dengan menggunakan bus, kami menuju Madinah. Ah 5 jam perjalanan saya nikmati dengan melihat pemandangan..Sambil berdzikir, mempelajari buku panduan ibadah umroh. Semangat empat lima masih terus bergelora, supaya ibadah maksimal ketika berada di Rumahnya. Ah sayangnya, perjalanan kami terkendala bus yang AC nya mati.. So kita harus menunggu satu jam lebih untuk bus baru yang datang..Kami menunggu di masjid sekitaran Jeddah. Panas yang begitu menyilaukan mata, berdiam di dalam masjid dirasa sangat nyaman.










Kami tiba di Madinah malam hari. Saya dan lucky teman yang bersama sama berangkat dari Bandung tak bisa membendung air mata kami.. Merasakan, apa yang kami rencanakan, Allah berikan.. Berada di Madinah, Kota jejak Rosululloh SAW.

Setelah makan malam, kami diajak ke raudah, mengunjungi makam Rosulullah.. Aaaaahhh rasanya seperti mimpi.. Saya akan melihat makam idola saya, kesayangan seluruh umat muslim.. Berasa mau ketemu beneran.. Ya Rosul, ah sedih, haru, teraduk jadi satu.






Suasana malam di masjid Nabawi yang tak pernah sepi. Seluruh umat maslim dari pelosok dunia berkumpul disini..Indahnyaaa..
Ukuran masjid nabawi, 100 kali lebih besar dari bangunan aslinya. Bukan hanya makam Rosululloh aja yang ada di dalam masjid. Makam sahabat Rosul, Abu bakar, Umar bin khattab juga ada di dalam masjid Nabawi. 





Masjid indah ini juga jadi masjid kedua di wilayah Utsmaniyah yang mendapatkan aliran listrik sesudah istana Sultan di Istambul

Hari kedua..

Hari kedua di Madinah, kami menuju masjid quba. Yappss.. Quba mosque is the oldest mosque in the world. The first stones were positioned by the islamic prophet Muhammad.

"Whoever makes ablutions at home and then goes and prays in the Mosque of Quba, he will have a reward like that of an 'Umrah." This hadith is reported by Ahmad ibn Hanbal, Al Nasa'i,Ibn Majah and Hakim Al-Nishaburi







Dari masjid Quba, kita ke pasar kurma. Lokasinya 600 meter sebelah selatan dari masjid Nabawi. Disini pusat oleh oleh Kurma..Lengkap deh jenis aneka kurmanya.. Silahkan dipilih bapa bapa, ibu ibuu..




Selama di Madinah, dijadikan kegiatan wisata sejarah, mengenal kota Madinah lebih dalam. Tentu juga memanfaatkan waktu untuk shalat di masjid nabawi. Saking kelelahan, saya dan teman sekamar pulang wisata sejarah, kami ketiduran dari jam 6 malam, sampai jam 12 malam.. Otomatis kami melewatkan jam makan malam..haha.. bukan itu sih yang sayang, tapi melewatkan shalat berjamaah di Nabawi. Tapi kami gak mau rugi, kami menebusnya dengan menuju masjid jam 3 pagi untuk shalat sunah sampai subuh, dan menunggu duha disana.

Sepulang dari masjid nabawi, kita bakal disuguhkan dengan pasar kaget. Buat kalian yang rencana bawa oleh oleh banyak, bisa menyicil belanja di Madinah. Eiitss tapi harga di toko yang berada di pinggir jalan kadang lebih murah dibandung harga barang di pasar kaget seperti ini. Untuk pakaian, kerudung, bisa jadi pilihan belanja di pedagang kaki lima yang memadati jalan keluar dari masjid.







Tapi kalo mau beli lipstik, cela, barang2 lainnya saya memilih di Toko. Selain nyaman, belanja tenang, saya dapat harga yang jauh lebih murah. hehehe.. Janga khawatir. mereka mengerti bahasa indonesia kook. Bahkan jangan heran kalo kalian tanya harga, pedagang akan menjawa, telu seket.. hahaha.. bisa bahasa jawa juga. Padahal mereka orang Arab. Mungkin Indonesia terkenal hobby shopping kali yaaa..

Oia sekedar tips aja niih.. Selama di Nabawi, jangan shalat di tempat yang itu itu aja. Tapi berpindah pindah yaa.. bisa di belakang, lalu ke depan, di pintu yang lain. Pokonya coba setiap sudut yang bisa kalian nikmati.. Termasuk shalat di luar..Kalo ini sih terpaksa kami lakuin, karena datang membawa tas belanjaan, juga ketauan bawa kamera digital.. Polisi penjaga wanita gak membolehkan masuk bawa tas belanjaan.. hihihi =P










Siang itu, kami meningglkan ibu kota kerajaan islam pertama di dunia.. Aah sedih juga mau meninggalkan Kota Madinah. Kota yang indah, tenang, bersahabat. Meskipun terik di luar dengan suhu 40 derajat, saya merasakan kesejukan yang luar biasa. Kota yang memiliki gelar Madina Munawwarah, kota yang bercahaya seakan jadi candu.. 

Ya Allah, semoga saya bisa membawa mamah, dan keluarga besar saya mengunjungi makam osulullah.. Berkali kali datang ke Tanah Haram.







Comments