Terbang Mengais Harap



 

Pulang dengan hati senang terbang melayang
Mungkinkah aku  dimabuk kepayang?
Tuhan, wajahnya masih terbayang
Aku takut dia akan menghilang
Membuat hariku kembali tergenang
Terendam rasa pilu, rindu jadi adukan menggoyang

Pertemuan menyisakan kerinduan
Kedai kopi itu menjadi tempat peraduan
Secangkir kopi penuh rasa dan harapan
Setiap adukannya mengisahkan letupan-letupan
Ku seduh, kurasakan, kuhirup dalam perlahan
Berharap kamu ada pilihan
Dan Tuhan segera mengijinkan
Kita bertemu di pelaminan

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang