Desember 2012 Wajah yang kian menghitam, kulit yang sudah mulai terbakar sinar matahari, tetap membakar semangat kami untuk melanjutkan petualangan di hari ke 16.. Tersisa 5 hari lagi perjalanan berakhir. Setelah Jogja, Bali, Lombok, perjalanan terakhir adalah Flores.. Ngurah Rai International Airport menjadi saksi bisu kami membunuh waktu menunggu pesawat tiba. Tepat di hari Natal, 25 Desember 2012, teman kami Roland gak bisa merayakan natal bersama keluarga tercinta.. Sooo kami menghiburnya dengan kado kecil, es kriiim Wooow Travelsiana emang kereeeennn.. 21 hari, 4 pulau kami arungi.. Bukan sekedar tempat, tapi cerita di dalamnya..mengutip kalimat Trinity.. "It's not about destination, it's about the journey" Terimakasih Tuhan, memberiku kesempatan dalam petualangan seru kali in...
Sebelom mulai cerita, saya punya tebak-tebakan dulu niih.. Apa bedanya soto sama coto?? Hayoooo siapa yang bisa jawab?? Tau kan coto? Itu loooh kuliner coto makassar yang ngehitzzz abiis.. Naah bedanya sama soto apaaan?? ......... Teet toot.. Salaah ......... Nyeraaah??? Okeeey, jawabannya.. Hmm.. . . . Kalo soto, pake daging sapi.. Naah Kalo coto, pake daging capiiiii ^_^ Wkwkwkkw *DitimpukMasal Ketawa dwooooooong.. jangan senyum sinis gitu.. hahahaha.. Dilucu-lucuin aja yaaa, biar happy, senang, dan bahagia.. :)) ------------------------------------------------------------------- Postingan kali ini ada kaitannya sama jawaban tebak-tebakan tadi. Tentang capi, eeh sapii.. hihihi. Sesuai janji dipostingan sebelomnya Mantra Tapak Rinjani , akhirnya tulisan ini bisa diketik..hehe. Saya mau ajak kalian semua mencari Sapi. Tapii eh ta...
" Taqabalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullah Alaik" Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterimaNya serta disempurnakanNya. آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ Waaahh..gak berasa udah lebaran lagiiii.. Seperti lebaran di tahun-tahun sebelumnya, saya dan keluarga setelah shalat Id, dan hajar makan ketupat. Kami menuju makam keluarga. Makam yang sederhana, terletak di halaman belakang rumah Mamih. Mamih adalah panggilan untuk adiknya Nin (Baca : Nenek) Halaman yang cukup luas, karena sudah menampung Almarhum dan Almarhumah kakek dan nenek buyut, aki, suami mamih, anak bibi, dan Almarhum Bapak. Sekilas pikiran saya menerawang.. tersimpan pertanyaan.. Dimana kelak anak cucu berikutnya tinggal di rumah masa depan?? Masih cukupkah menampung kami-kami yang lainnya kelak?? ...
Comments
Post a Comment