Terbuai Rasa Semu

Aku mengira hatiku saja yang sedang hujan.. ternyata di luar memang sedang turun hujan.. Mereka menari, menyentuh dan semakin menyerbu seluruh ruang kosong.. Ku sentuh kaca mobil, yang membuat pandangan sedikit berkabut.. 
Ibu kota yang macet, diiringi nyanyian hujan, lengkaplah sudah kepadatan jalanan ini..
Kusenderkan kepalaku, berharap pening di kepala segera pergi dan menghilang, terbuang, tak usah datang.. 
Ditemani radio yang memutarkan lagu  -The Script - The Man Who Can’t  be moved

Couse if one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I Could be

Kulihat jam sudah menunjukan jam 10 malam.. aah perjalanan yang melelahkan..ditambah kekesalan yang sedang memuncak.. Rasanya ingin segera merebahkan tubuh ini, dan bertemu dengan sahabat-sahabat di kamar.. Kulihat dari balik jendela..bulan bundar bermandikan cahaya..

Hanya karena ada sesuatu yang tertinggal, aku harus kembali ke kantor ini.. Itulah aku, penyakit pelupa ini rasanya belum terusir.. Jika saja penyakit pelupa ini bisa melekat di hati.. Betapa mudahnya melupakan seseorang itu bukan.. ah sudahlah.. Tak semudah itu..
Kuparkirkan kendaraanku, dan bersiap menuju lift.. kutekan tombol 7.. Dan tiba-tiba lift terbuka, aku tidak mempedulikannya..Hanya tertunduk lemas..

Tiba-tiba tangan yag berukuran besar menutup mataku..
“aaaaggghhh siaaallll.. apa2an ini????” teriaku
Badannya yang besar mendorong tubuhku.. badanku yang lemas, terdorong.. Dengan sekuat tenaga aku coba melawan dan membuka tangan besar yang menutup mata ini..
“Iiiih lepaaas gaaa???” teriaku kembali..
“Tolooooooong”

Setelah berhasil melepaskan tangan besar itu, ku dorong sekuat tenaga.. Dan ternyata , tangan itu adalah, DIA.. DIA!!!!

“Odooool.. gila lu ngagetin gw aja.. bangkee emang” bentaku kesal, menyembunyikan rasa kagetku

“Hahahaha.. lagian ngapain jam segini ke kantor??” balasnya

DIA..!!! Kalo boleh jujur dan memberikan bocoran disini, sumpaaaaahhh seneeeeeng banget bisa ngeliat mahluk jail ini di lift.. dan ssssttt jantungku berdetak lebih kencang..hanya kusembunyikan looh..

Lift sudah berhenti di lantai 7.. Dan dia menutupi pintu lift.. Menekan tombol 10.. Dan meledek-ledeku dengan gayanya yang menyebalkan.. yah sebenarnya itu membuat hatiku terhibur..
“Daaaah.. gw duluan yaaa” ledeknya sambil menarik rambutku.. aah siaaal..

Entahlah, tiba-tiba perasaan lemas, pening, kesal, dan marah yang sebelumnya kurasakan tiba-tiba pergi dan menjauh.. Semua terbalut dalam rasa yang tak ku mengerti.. Apa rasa ini akan berbuah menjadi rasa rindu?? ku redam segera pikiran khayal alam bawah sadarku.. Yang ku tau, senang luar biasa telah melebur menjadi satu..
Aku menekan tombol 7 kembali, dan segera mengambil barang yang tertinggal dan kembali pulang.. Ditemani perasaan melayang, terlukis selalu senyuman, kengocolan, dan keisengannya..

Radit Wiratama..

Itulah dia.. Sosok yang menjadi vitamin semangatku menuju kantor.. Pelipur laraku.. My Mood booster.. dan tentu saja inspirasiku.. Yaah ternyata senyuman sapanya, kehadirannya, bisa membuat adrenalin semangatku meningkat 100 persen..luar biasa bukan?? 

Saat ini hanya dia, meskipun semua terbungkus tanpa dia tahu.. Karena kami hanya berteman.. Hanya teman.. sekali lagi, hanya teman.. dan rasanya tidak mungkin lebih dari itu.. hanya sekedar teman..

Kulanjutkan perjalanan menuju pulang.. ditemani perasaan riang.. yang terus terbayang… melayang.. membuatku terbang… Angin bertiup bercabang…
Ternyata, percikan rasa ini kembali membawaku menuju ruang rindu baru.. Harapan semu .. Wajahmu membuai mimpiku..
Akankah menjadi satu???


—— Ceuceumeo——–
@nhaegerhana

Comments

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang