Bukan Sekedar Kampung Coklat Blitar

Halooow September..
Di minggu pertama bulan ke 9 ini, saya mau cerita tempat wisata yang ada di Kota hmmm... hmmm.. ada deeh.. hehe..^_^
Intinya sih, demi memenuhi tugas dan kewajiban #1minggu1cerita.. Dan semoga bisa bermanfaat buat yang baca yaa.. *kalo ada yang baca*.. haha..

Okeeeyy.. here we gooowwww ... :D


-------------------------------------------------------------------------------


Blitar, Agustus 2016


Siapa sangka, Kota Blitar yang dikenal dengan wisata sejarah, ternyata punya wisata kekinian. Kota yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur ini, tidak hanya meninggalkan semangat juang, dan jadi saksi para Pahlawan saat melawan penjajahan Gaaaannn...

Disinilah.. bisa menjadi pilihan kalian, untuk foto kekinian, instagraman, dan menambah pengetahuan. 


Namanya adalaaaahhhh....      KAMPUNG COKLAT






It’s heaven for all chocolate lovers.. yeaah like myself.. ^_^



Jujur ini yaaa, dari hati terdalam, kalo saya itu gak bisa lepas dari makanan yang maniiiiis-maniiiis.. Terutama coklat. Biarpun dilarang dokter kecantikan, dan ahli gizi pribadi saya sekalipun, karena makan berlebihan..Ehhmmmm *disorak masal* *ampun*
Biarpuun, saya akan tetap melanggar dengan makan dan minum coklat berlebihan.. hehe.. 

Oke lanjut pada cerita yaaa..
Lokasinya ada di jalan banteng blorok kabupaten Blitar. Masuk kesini,hanya membayar Rp. 5000,- / orang. Nuansa sejuk, dengan suasana dikelilingi kebun coklat di dalamnya. 



Memang, dulunya tempat ini merupakan kebun coklat biasa. Tahun 2014, mulai dikembangkan menjadi potensi wisata. Bahkan jadi wisata edukasi.

Kita bisa belajar dan mengenal lebih dekat dengan tanaman kakao. Mulai dari bibit, proses penanaman benih,  dari biji pohon unggul. Tentu dengan praktek langsung menanam atau penyemaiannya.
Penanaman di media tanam ini, dengan komposisi  pasir,  tanah,  dan pupuk kompos. Perbandngannya satu banding satu.


Edukasi mengenai kakao



Tanaman cokelat, dulunya tanaman liar di hutan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pertama kalinya dimanfaatkan dan diolah oleh suku Indian Maya dan suku Aztec.


Termasuk jenis tanaman daerah panas. Dia bisa berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Warna buahnya ungu atau kuning. Posisinya bergantungan pada batang-batang yang besar. Bentuk buahnya yang lonjong, mengandung biji-biji mirip kacang-kacangan. Biji-biji inilah yang diolah menjadi bubuk atau kristal. Jadilah dibuat minuman atau makanan. 









Ada trik khusu ketika panen buahnya. Saat memetik, jangan menggunakan tangan yaa. Karena dahan bisa rusak . Jika sampai rusak,  buahnya bisa gagal  tumbuh.
Sedangkan untuk memotong buahnya, tidak disarrankan menggunakan  pisau. Karena bisa merusak kualitas biji. Bisa dengan cara dipukul ke lantai. Boleh saja menggunakan pisau, asal jangan terkena bijinya. Karena pisau kontaminan. Ehmmm..maksudnya, biji bisa terkontaminasi gara-gara pisau. Noooo..


Cara memetik buah..

Ini dia kesegaran yang membuat saya merindukan tempat ini.. Ahhhhh es coklatt, nikmaat.




Setelah berkenalan dengan tanamannya,kita pindah ke olahannya. Di ruang inilah kita bisa membuat kreasi tulisan dari coklat. Dan hasilnyaa, bisa kita bawa pulang.







Okeei sekilas info dari sumber terpercaya yaa.. Coklat batang pertama kali dibuat tahun 1847. Dan ternyata, bau coklat bisa meningkatkan gelombang theta pada otak.  itulah yang membuat rasa santai dan tenang. 

Disini, kita juga bisa menikmati kuliner serba coklat.. seperti mie goreng coklat.. Harga menu sangat terjangkau. Dari mulai Rp.5.000 sampai Rp. 20.000,-
Untuk harga makanan dan minuman di tempat wisata, sangaaat murah dan terjangkau.







Apalagi, aneka rasa dan kombinasi coklat ada jugaa.. *kalap*







 
 
Buat keluarga yang membawa anak-anak, jangan khawatir.. Karena, ada juga area bermain untuk anak.. Perahu mini, dan juga terapi ikan.




Jika mau mencoba ke Kampung coklat, sebaiknya lebih leluasa di hari biasa yaa.. 







Pict by   : @dydaozzy
Sumber : petanihebat.com


--------------------------------- Ceuceumeo --------------------------------
@nhaegerhana



Comments

Popular posts from this blog

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Cerita Rambut Merah Bilalang