Ketika Logika Memaafkan Rasa
Logika dan rasa menjadi sahabatku sejak lama Mereka kerap begitu dekat.. Terkadang bertengkar hebat Yaaaahhh... Sesekali berbeda pendapat Sebenarnya mereka lebih sering berselisih adu firasat. Aaahhh Tak jarang logika begitu keras Memaksa rasa membuang angan Merampas kenangan Membuyarkan harapan Bahkan memenjarakan mimpi, ia pun tak segan Banyak tahun memisahkan hari Dulu.. Logika dan rasa sering bercengkrama mesra Di setiap pagi dan petang Berbincang tentang alam dan masa depan Karena hal itulah yg membuat mereka sejalan tanpa perdebatan.. Hingga suatu senja.. Rasa memulai percikan kehadiran yang tak biasa Rasa terjebak dalam buaian yang katanya bernama cinta Hanyut dan hampir tenggelam terbawa suasana drama Logika tak bisa terdiam melihat saparuhnya luluh hampir runtuh Tak segan logika menampar rasa begitu keras Menghardik angan yang melambung Dan mengusirnya tanpa memberi ruang Hal yang samapun kembali berulang ...