Jemari Mulai Resah
Terdengar sayup suara seseorang memanggilku. Aku menoleh ke belakang, terbujur kaku menatap heran.. Itukah dirimu?? Rambut hitam sedikit ikal, alis yang tebal, tatapan lekat bola mata hitam itu menyorot padaku. Aku hanya diam, seolah terpaku di bawah sorotan lampu Ibu Kota malam itu. Kaki jenjangmu melangkah perlahan, tersungging senyum tanpa keraguan. Yaaah senyuman yang masih sama seperti aku terakhir melihatmu. Entah kenapa, degup jantungku kian berdebar, bibirku kaku tak bisa lentur membuat sedikit lengkungan. Sorot mataku yang berbicara melalui binar mata tak percaya. aku harap kamu tak menyadari itu. Tak lama jarak kita semakin dekat. Satu langkah lagi saja, akan membuatku terpanah cerita masa lalu. Seandainya aku bisa bebas berlari ke arahmu, memeluk erat tanpa melihat tatapan itu. Merasakan detak jantungmu di telingaku. Juluran tanganmu membuyarkan lamunanku. Tanganku menyambutnya tanpa ragu. Kami bersalaman, yaah mungkin hanya salam persahabatan. Aku merasakan kehangata...