Pohon Menari di Pantai Walakiri Sumba Timur



Menjelajahi Sumba Timur, memang gak ada habisnya. Banyak view kece instagramable dengan pesona alam yang cantiik..
Cerita sebelumnya ada di sini : Pantai Tarimbang, Nasi Jagung Dan Kuah Ikan Santan Ala Kampung Adat Raja PrailiuCantiknya Kuda SandelBukit Merdeka .. (monggo diklik aja, untuk destinasi wisata lainnya eeaaa :) 

Sekarang saya mau cerita tentang Pantai Walakiri..
Sore itu, kami bergegas menuju Pantai yang katanya bisa melihat pohon menari. Jarak dari Kota Waingapu Sumba Timur, menuju lokasi 24 km. Pantai ini terletak diantara Kota Waingapu dan Kapubaten Melolo Sumba Timur. Hanya perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai tujuan. 
Langit yang sedikit mendung, menemani perjalanan kami. Kanan kiri dipenuhi dengan pepohonan dan rumput sepanjang jalan. Sesekali saya melihat rombongan Sapi, dan domba yang hendak pulang kandang. Diantara mereka, ada yang dengan santai tiduran di tengah jalan. Pemandangan yang mahal, tak bisa kita lihat di Kota Besar. Sayang gak sempet ambil gambarnya :(
Setelah menempuh jarak hampir 24 km, Roda kendaraan pun berhenti. 
"Su Sampai. Ini dia Pantai Walakiri." suara Bang Erik yang menjadi fixer selama di Sumba Timur mengagetkan saya.
Wow. MashaAllah..






Angin sepoy-sepoy, dan barisan pohon unik menyambut kami. Tak heran, jika pohon-pohon ini, dikenal dengan nama pohon menari. Yaa, Pohon yang jadi ikon di Pantai Walakiri ini berbentuk seperti manusia yang sedang menari. Pohon yang tertata rapih dengan liukannya yang cantik.

Pohon menari sebenarnya adalah pohon bakau. Pohon dengan akar tunjang yang bercabang ini, biasanya tumbuh di daerah  antara pasang tertinggi dan surut terendah. Tanaman bakau memang tumbuh di air yang mengandung garam. 

Pohon Bakau ini ternyata bisa menyaring garam masuk melalui permukaan akarnya. Tapi.. ada juga sih bakau yang menyimpan garam pada daun, lalu membuangnya. Hebatnya, Si pohon ini juga punya akar napas yang menyerap oksigen dari udara supaya bisa bertahan hidup. Luar biasa yaaa.. Allah memang sudah menciptakan mahluk hidup sedemikian rupa dengan memperhatikan detail bagaimana cara pertumbuhannya. 


Oiaaa.. Bukan hanya pohon menari yang menarik di sini. Air lautnya yang tenang, dengan pasir putih, plussss warna langit senja membuat pemandangan makin eksotis
Sebaiknya, jika berkunjung ke pantai Walakiri itu sore hari. Saat matahari terbenam, kamu bisa melihat siluet pohon, dan foto dengan backround senja. Cakep beneer deeeeh. hehehe.

Apalagi buat kamu si penikmat senja, pantai walakiri wajib jadi pilihan salah satu detinasi.
Eeh Gaissss.. Saran dari saya, jangan datang ke sana sendirian dan terlalu lama hingga malam yaa. Pas adzan magrib, sebaiknya langsung pulang. 
Bukan… Bukan soal bakalan galau meratapi sepi sendiri, ditemani senja nan jingga di sini. hehehe. ^_^
Tapi, waktu saya di sana, saya mendapat info ada wisatawan yang datang sendirian sampai malam di pantai ini. Lalu ia ditodong, diminta paksa memberikan kamera yang sedang ia bawa. Si pelaku malah gak mau dikasih uang atau benda lain. Dia mau nya kamera. Mungkin pelaku sudah tau, harga kamera itu memang harganya cukup mahal. Akhirnya, wisatawan pun menyerahkan kamera yang ia pegang dengan terpaksa.
Kejadian itu saya dengar dari fixer kami tahun 2018 lalu. Semoga sih sekarang sudah aman ya. Intinya, kalo bepergian di daerah asing dan tidak terlalu ramai, sebaiknya ditemani tour guide atau warga lokal selama di sana. 

Solo traveling ndak apa-apa, apalagi kalo ke sana sama pasangan halal.. Ehmm itu makin ndak papa..haha.. Yang penting, ada warga lokal yang menemani ke setiap lokasi.


Semoga setelah virus corona berlalu, kita bisa kembali bertemu.. :) 



--------------- Ceuceumeo ------------------

Comments

  1. Pas ke sini gua cuma lihat pohon menarinya dan jadinya ga banyak berfoto menjelang senja, pengunjungnya terlalu banyak hahahah. Jadilah saya menikmati pantai-pantainya sambil melahap Indomie dan kelapa muda hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas kesana musim kemarau ya? biasanya banyak kalo pas musim itu. Tapi kalo pas musim hujan dikiiit..wkwk. Kalo view sih bagusnya pas kemarau

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Cerita Rambut Merah Bilalang