Posts

Showing posts with the label Coretan

Hapus Saja.. Beres Bukan

Dari zaman masih kuliah, saya punya hobi menambah teman dan nomor kontak di handphone. Yaah kalo bisa, sehari punya satu nomer baru. Hehehe =P Menambah teman, relasi dari berbagai kalangan. Saat kuliah sambil kerja membuat saya punya peluang untuk selalu menambah teman baru. Bisa dari tempat kerja, dan dari kampus. Di tempat kerja yang kebetulan saya bekerja di dunia radio, menambah kontak baru tentu saja jadi lebih mudah. Bisa dari label musik, manager artis, supir, polisi untuk ngurus perizinan event, penjaga pasar, preman pasar, mahasiswa yang mau kerjasama promosi atau magang, pendengar, dan masih banyak lagi peluang untuk berteman dengan siapa saja. Berteman dengan semua kalangan. Apalagi setelah dapat kesempatan bekerja di media lain, menambah nomer telepon berpeluang lebih banyak. sehari bukan hanya satu nomer. Bisa lebiih.. Senang rasanya punya banyak teman bahkan saudara.. Kalo lagi rajin, saya tulis satu persatu nomer kontak sesuai daerah masing-masing.. Yaaa, saya pu...

Kembali Diingatkan Dengan Kabar Yang Sama

Image
Pukul 17.24 WIB, ponselku berdering. Panggilan dari saudara sepupu mengejutkanku. Tumben, ada apa nih ? Karena kami biasa komunikasi via chat di WA. "Assalamualaikum.." sapaku Hanya ada suara tangisan.. "Teeeh.." Ayang, sepupuku mulai memanggilku "Ayang kenapa??" tanyaku heran.  Pikiranku menerawang. Dia kenapa? ada masalah apa? dia dimana? Sepupuku masih menangis.. hanya memanggil namaku.. Dan nama Bibiku.. "Iya kenapa?? Ada apa??" "Bi Nyai.." "Kenapa??" "Bi Nyai  meninggal.." suaranya bergetar, dengan tangisan yang masih terdengar. "Kata siapa ayang? Masa???" Aku masih mencerna kalimatnya. Terdiam.. setengah tak percaya..  Ditengah keramaian suasana kantor, seolah semua tiba-tiba menjadi diam tak bergerak.. "Innalillahi Wainaillahi Rojiun.." Rasanya suasana seperti ini, baru saja terjadi beberapa bulan yang lalu. Tepatnya di bulan Januari.  H...

Filosofi Semut

Gerombolan semut berwarna hitam, tampak sedang menikmati santap siangnya. Remahan kue cokelat yang tercecer di lantai kamarku, sepertinya menjadi hidangan lezat bagi mereka. Tak banyak memang semut yang berkerumun sambil menyantap sisa makanan itu . Jika kuhitung, ada sekitar 9 ekor, dan 1 ekor semut baru saja ikut bergabung.  Ahh kubiarkan mereka yang sedang pesta. Tak tega rasanya mau membubarkan disaat sedang asyik merasakan manisnya remahan kue cokelat. Toh, semut hitam dengan ukuran super kecil ini juga tidak menggangguku.  Tiga jam berlalu..Mereka pun menghilang, beserta sisa remahan. Aku yakin, perut mereka sudah kenyang.  Keesokan harinya, datang tamu baru. Kali ini semut yang berwarna kemerahan. Jumlah mereka lebih banyak. Yaa, ada sekitar 15 ekor semut yang mengerumuni sisa minuman cokelat hangat dalam gelas, sebagai sarapan pagiku. Aku biarkan mereka merasakan manisnya susu cokelat. Anggap saja sedekah untuk semut yang sedang kehausan. Selama kalian t...

Wanita Tercantik di Dunia Dan Standar Kecantikan

Image
"Kok kamu jadi gosong gitu?" "Aku udah putihan belum?" "Memangnya gw keliatan gemuk yaaa?" "Kok kamu makin subur sekarang?" "Ciye yang udah kurus." Pertanyaan dan pernyataan seperti itu, kayanya udah biasa ya di lingkungan perempuan. Hal pertama yang dibahas kalo ketemu itu biasanya soal berat badan. Seneng bukan maen kalo dibilang kurus, atau malah jadi kepikiran dan mulai resah kalo dibilang gendaats.. hahaha.. upsss.. :P Semua ini karena pengaruh budaya, dan asupan media yang selalu menonjolkan model wanita cantik, nan ideal.  Yaaa,  Mitos kecantikan berakar setelah meningkatnya industrialisasi. Industri kapitalis yang memproduksi berbagai produk dengan tema kecantikan. Membuat perempuan cemas, sehingga tertarik membeli produk tersebut.  Oiaa, saya pernah baca buku yang judulnya "Mitos Kecantikan, Kala Kecantikan Menindas Perempuan".  Dalam buku itu, mencerita kan, pada ...

Mengabaikan Virus Corona, atau Pesan Yang Belum Tersampaikan ???

Setelah kehadiran virus corona COVID-19, dunia mulai gempar. Virus berukuran 125 nano meter atau 0,125 mikro meter ini, sukses merubah gaya hidup milyaran manusia di muka bumi.  Termasuk di Indonesia. Berawal dari terungkap adanya kasus positif pada bulan maret 2020 lalu, kita mulai percaya, ternyata virus ini benar-benar ada. Apalagi, sekarang dia tak main-main. Penyebarannya semakin luas dan sukses membuat sebagian masyarakat cemas. Pemerintah pun berupaya melakukan pencegahan. PSBB, Social Distancing, karantina mandiri diberlakukan. Manusia dipaksa melakukan aktifitas belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Yaaa, Stay at home.  Cuci tangan, jaga jarak, gunakan masker, di rumah aja, stay safe, stay healty digaungkan untuk saling mengingatkan. Semua hanya untuk satu tujuan. Memutus rantai penyebaran si virus sampai waktu yang belum dapat diprediksikan. Teknologi menjadi pemeran utama selama pandemi. Wabah COVID-19 menjadikan kita lebih akra...