Terukir senyum di Madinah
Mataku menerawang, langkahku terhenti untuk menarik nafas panjang..Menoleh ke belakang, menengadahkan kepala berucap kata syukur.. Inikah Tanah Haram yang telah aku pijakan ???? Inikah negara pertama yang ingin aku jadikan cap pembuka di pasporku??? Inikah impianku yang melebur jadi nyata???? Tuhan..Allahku.. terima kasih Bandara King Abdul Azis jadi pendaratan harapku. Setelah pesawat emirates membawa kami terbang lebih dari sembilan jam perjalana. Alhamdulilllah..Akhirnya saya dan rombongan sampai dengan selamat. Dengan menggunakan bus, kami menuju Madinah. Ah 5 jam perjalanan saya nikmati dengan melihat pemandangan..Sambil berdzikir, mempelajari buku panduan ibadah umroh. Semangat empat lima masih terus bergelora, supaya ibadah maksimal ketika berada di Rumahnya. Ah sayangnya, perjalanan kami terkendala bus yang AC nya mati.. So kita harus menunggu satu jam lebih untuk bus baru yang datang..Kami menunggu di masjid sekitaran Jeddah. Panas y...