Tari Biola Dari Desa Adat Fatumnasi Nusa Tenggara Timur


Saking banyaknya pesona yang ditawarkan Nusa Tenggara Timur, saya jadi bingung mau cerita yang mana duluan. Karena NTT itu gak hanya cantik dari segi alam. Tapi kaya akan budaya, kuliner, dan kearifan lokal. Duuh kayanya udah berjejer rapih ngantri pengen saya tulis satu persatu.. Kaya rasa aku yang masih rapiih buat kamu.. Eeeaaa..
Hush.. Udah ah jangan Baper Oiiii..haha..
Baiklah.. saya mau cerita tentang Biola..
Kalo biasanya biola hanya sebagai alat musik. Berbeda dengan masyarakat adat di Desa Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Yaaapss, karena masyarakatnya punya tarian biola.







Dulunya tarian ini sering dipentaskan ketika menyambut kedatangan pahlawan dari medan perang. Maksudnya siih, karena ada suka cita bisa berhasil kembali ke kampung halaman. Sebenernya tarian diiringi alat musik semacam gitar. Tapi mereka menyebutnya biola. Alat musik yang masih dibuat secara tradisional ini, mirip gambus gitu. Terbuat dari jenis batang pohon yang ringan.

Karena masih sangat tradisional, senar gitarnya terbuat dari tali perut kuskus loooh. Kebayang kaan cari binatangnya udah jarang sekarang..hehe. PR uga tuuh. :P

Cara memainkannya sih sama seperti gitar dengan 4 senar. Tapi alat music yang satu ini suaranya terdengar lebih nyaring.

Kembali ke tarian. Tari Biola termasuk unik karena ada syair yang diucapkan selama menari. Syair berupa pujian terhadap Sang Pencipta, atau syair tentang gunung, sumber mata air, hutan, rumah adat, alam dan juga hewan. Intinya sih ucapan penuh rasa syukur.

Masyarakat adat di Desa Fatumnasi meyakini manusia harus menyatu dengan alam. Mereka percaya pada Tuhan, dan sangat menghormati leluhur. Itulah yang membuat masyarakat disini sangat menjaga nilai-nilai budaya yang ditinggalakan leluhurnya. 

Mereka juga memiliki upacara adat ritual ketika musim panen datang. Sayangnya saya datang bukan pada musim panen. Acara tahunan dengan ritual adat menyambut musim panen sepertinya bakal seru yaa..


-- Trip Januari 2018 ---

@nhaegerhana

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Cerita Rambut Merah Bilalang