Tahun Baru Bukan Perayaan Buatku

Sepertinya... bunyi terompet hanya terdengar sesekali pada jam 7 malam tadi. Sekarang??? sama seperti hari-hari biasanya. Sepi.. Tak tampak kemeriahan, atau terdengar riuh suara di luar sana. Yaah, di komplek rumah saya yang berada di Bandung, ehm tepatnya Kabupaten Bandung =P,  memang tak antusias menghadapi malam tahun baru. Karena tak ada yang perlu dirayakan bukan?..

Biasanya, setiap malam tahun baru saya selalu berada di keramaian. Itu dulu yaaa. Tentunya dalam rangka pekerjaan. Hidup di dunia radio, event tahun baru, berada diantara teman-teman, tertawa riang, dan menikmati pergantian tahun dengan pesta pora.


Tapi tidak untuk saat ini, dan 5 tahun terakhir ini..
Saat ini..
Saya memilih diam di rumah, seperti tahun sebelumnya. Duduk depan TV, movie marathon, lalu pindah menatap laptop. 

Malam tahun baru, membawa ingatan saya terbang pada cerita 8 tahun lalu. Pastinya, kenangan itu tak akan pernah hilang.. Selalu mengalir pada malam-malam tahun baru berikutnya. 

Tanggal 31 Desember 2008, Apih (sebutan untuk Bapak saya) telah berpulang.. Beliau dimakamkan pada malam hari, menjelang detik-detik pergantian tahun baru 2009.
Suara terompet, bunyi petasan, kerlap kerlip kembang api menjadi saksi saat kami pulang dari pemakaman malam itu. Langkah kami pulang, beriringan dengan suara petasan yang saling bersahutan. Setidaknya air mata kesedihan, bisa saya sembunyikan dibalik gelapnya malam.

Semenjak hari itu, malam tahun baru menjadi lebih spesial bagi saya sebagai perenungan, dan menyadari betapa perihnya kehilangan. Lalu lahirlah berbagai bentuk penyesalan.

Doaku tak hanya pada awal tahun buatmu Apih..
Setiap langkah, selalu terucap doa untukmu..
Sebagai bentuk baktiku, semoga bisa menjadi anak solehah..
Dan Allah mengabulkan segala doa  terbaik untukmu Apih.. :)


--- Al-Fatihah ----


Bandung, 31122017

 Ceuceumeo




Comments