Anjing, Monyet, Lintah

Tulisan di bulan April 2013



Cinta monyet..??? kenapa musti monyet yang jadi kambing hitam..ehm maaf juga yah.. ko gw jadi bawa2 lu mbing..?? yah ga maksud cari biang keladi siih..eitts keladi juga salah apa?? toh dia tumbuhan biasa?? ko jadi bawa2 si keladi juga yaak?? yah sudahlah.. Gak maksud apa2..

Tiba2 muncul pria hidung belang di TV, ah tidak ku pedulikan..Paling hanya  lelaki otak udang.. yang bisanya mencari bunga desa untuk dihisap madunya.. Dan pergi meninggalkannya tanpa jejak, seperti anjing yang baru saja kekenyangan makan.. dan kencing sembarangan..

Tiba-tiba babi itu datang, mengendus-endus..entah apa yang dia cari?? mungkin mencari sesuatu yang bisa dia jadikan santapan.. Atau hanya memang gayanya saja yang selalu mengendus hidung besarnya.. Si anjing ikut menggonggong, entah sebagai nyanyian atau teriakan..yah bisa juga sebagai ancaman..hmm atau mungkin pertanda jika dia hauuuus.. Haus akan kasih sayang, dan haus akan kehangatan.. Tetapi nyanyian burung seolah mengejeknya, melantunkan irama menggoda.. dan bersiul bahagia penuh suka cita.. Sorot mata si anjing hanya melotot.. Menaruh bola matanya pada bola mata su burung yang saling bertatapan.. entah hanya kepura-puraan saja dari si anjing..

Dalam kegelapan malam, muncul lah harimau.. Merasa menjadi pemilik dari segalanya.. mengauung tanpa melihat sekitarnya.. Selalu merasa menjadi yang terhebat.. Anjing berhenti menggonggong.. merasa takut melihat harimau.. Ah si babi juga hanya berani mengendus di belakang saja.. Harimau berjalan, menelusuri setapak tanah basah, menggerak2an alisnya.. Dan sesekali dia menengok.. Semua terdiam, ketika sang raja datang.. Bahkan si burung berhenti berkicau meledek anjiing..

Tak ada yang melihat lintah di ujung daun itu.. Dia meliuk-liuk dengan lincah, menari, merasa merdeka.. Tanpa disadari, lintah singgah di tubuh harimau..melucuti bulu-bulunya.. Dan lintah mulai menebarkan racunnya..

Babi merasa tidak terancam lagi..lintah menyerang harimau secara perlahan
Anjing memang..yah hanya tertawa..


Comments

Popular posts from this blog

Kisah Perjuangan Umi Tri Handayani Melawan Kanker

Amigdala - Ku Kira Kau Rumah

Cerita Rambut Merah Bilalang