Mata Indah Bola Pingpong

Mata indah bola pingpong
masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
hidungmu yang aduhai

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita, aku puja



Lagu Iwan fals - Mata Indah Bola Pingpong tiba-tiba terdengar di telingaku. Lagu yang sebelumnya gak pernah masuk play list sama sekali. Lalu tiba-tiba berputar begitu saja. Semua berawal gara-gara percakapan aku dengan bunda tadi malam. 

"Ndaaa.. kalo dari deretan cowok yang pernah ada. Bunda pilih siapa?" tanyaku sambal bersender di bahunya.

"Kalo Bunda sih pilih Ochim." sambil asik menonton drama korea favoritnya

"Kenapa Nda??" tanyaku penasaran

"Dia anak peternakan Unpad. Anaknya baek. Apalagi waktu bawain donut buat kamu buka puasa, dia nolak waktu kamu nawarin dia. Katanya udah ngasih ga boleh diambil lagi." Bunda tersenyum menatap wajahku.

Ingatanku lalu terbang pada kejadian 7 tahun lalu. Awal perkenalan aku dengan Ochim, dan caranya memperlakukan aku dengan baik. Sebenarnya namanya Rangga Yudha Hikmawan. Tapi entah kenapa panggilan Ochim udah melekat pada dia semenjak SMA. Sayangnya, rasa ingin tahu aku sama dia ga banyak. Hal kecil dari nama aja aku sampe gak tau..hehe..

Aku kenal dengan dia dari Andika. Andika adalah teman SMA aku, dan dia sahabat Ochim di kampus. Andika mengenalkan Ochim padaku secara gak sengaja. Ochim yang memintanya mengenalkan padaku. Lalu setelah perkenalan Aku dan Ochim, Andika pun gak mau rugi. Aku juga harus mengenalkan dia pada teman perempuanku. haha.. Barter perkenalan ceritanya.

Sebenarnya, waktu itu aku lagi in relationship. Yaah pacarku bernama Rizki. Rizki lebih muda 3 tahun dari usiaku. Hubungan kami baru berjalan 2 bulan, tapi LDR. Dia sedang magang di sebuah hotel ternama di Jakarta. Ochim sama sekali gak tau kalo aku lagi ada seseorang.

Hubungan aku dan Rizki emang agak aneh. Kami jarang berkomunikasi, dan hanya sesekali untuk berbincang via telpon. Kadang aku merasa dia terlalu ABG, lalu aku masuk pada dunia nya. Seperti formalitas untuk pacaran, tapi rasa kepercayaan aku padanya belum 100 persen. Intinya aku menganggap aku dan Rizki hanya main-main.

Bukaaaan.. Jangan beranggapan aku yang play girl. Tapi karena sikapnya yang seolah terlalu berlebihan dengan ungkapan manis di sms (dulu belom ada WA..haha). aku menanggapi hubungan kami hanya sebagai obat dari rasa dan rinduku pada seseorang yang aku simpan. Itu saja.

Oke kembali pada Ochim. Kami beberapa kali jalan bareng. Makan siang, Jalan, dan dia menghampiri ke lokasi saat aku sedang ada event kerjaan. Telpon darinya, jarang aku angkat, SMS dari dia juga jarang aku balas. Aku gak begitu meresponnya.

Dari balik kaca mobil aku melihatnya berjalan. Sosoknya yang tinggi, kulit sawo matang, badan yang sedikit berisi itu terlihat mencari seseorang. Aku tahu dia mencariku. Dan aku bersembunyi, menghindar darinya. Entahlah aku malas bertemu dengannya.

Matahari yang cerah menemani acara Car free Day di dago pagi itu. Tapi hatiku mulai resah dengan Ochim yang terlalu gencar mengikuti setiap keberadaanku.

Sebelumnya, dia datang membawakanku donut tepat sebelum adzan magrib. Katanya buat aku berbuka puasa. Aku menemukan kertas dengan tulisan "Met berbuka cantik." lalu aku membuang tulisan itu karena khawatir jadi bahan ledekan teman-temanku. Jahatnya diriku yaaa..huhuhu. Maaf Ochim.

Hari berganti.. Suatu sore Ochim mengajakku nonton. Teman di kampusku gak ada yang tahu Ochim menjemputku. Mereka juga gak tau cerita soal dia. Yaah aku merahasiakannya, karena aku pun sedang dekat dengan Indra. Memang sih, Indra bukan teman satu kampus. Tapi dia adik pacarnya Danis temanku. Tentu aku menyimpan rapih sendiri. Aku khawatir Danis nanti memberi tahu Indra kalo aku jalan sama cowo laen. Lagipula, aku sama Ochim masih berteman.

Hmmm... Ada yang mengganjal dalam hatiku.. Sku merasa ini bukanlah aku.
Aku yang gak pernah mendua sekalipun. Aku yang biasanya setia hanya sama satu orang. Tapi kali ini aku mentiga.. Oh Tidaaakk..

Aku sadar aku gak bisa kaya gini. Ada rasa bersalah pada Ochim yang begitu terlihat tulus. Dia terlalu baek kalo harus masuk pada permainanku yang gak biasanya ini. 

Dalam waktu bersamaan, ada 3 orang yang mengisi hari-hariku, Dan ini pengalaman pertamaku. Bukan keahlian aku untuk punya hati bercabang. Sebaiknya aku hentikan. Sebelum menyakitkan pada akhirnya.

Setelah nonton, Ochim mengantarku pulang, dan sesuai dugaanku. Depan gerbang rumahku, kami berdiri. Angin malam menghampiri dan menyapaku pelan. 

"Nadja.. Ochim sayang sama Nadja. Mau gak jadi pacar Ochim?" Ochim menatapku dengan wajah yang gugup dan kaku.

Dia menyatakan perasaannya. Aku terdiam. Berpikir sejenak..
Lalu aku pun menolaknya. Aku gak mau dia berharap lebih, dan menggantungkan rasanya padaku. Lebih baik langsung menolaknya daripada rasanya terlalu jauh bukan?. 

"Kasih Ochim kesempatan 1 minggu dulu untuk membuktikan kalo aku gak main-main sama kamu." pintanya padaku.

Aku semakin takut. Takut akan membawa hatinya terjerumus dalam. Aku punya pacar, aku juga dekat sama Indra Ochim.. Maaaf kamu terlalu baik. Bisiku dalam hati.


Keesokan harinya, ada inbox masuk darinya..

-------
Si Ochim yg Bodoh,, Kaku,, Ga Romantis, dan ga pintar dalam mengambil hati wanita.....

Aku Plong bgt rasanya,, bisa ngungkapin perasaan ke kamu td... walaupun,, ga bisa diharapkan cara nyatain nya. Parah abiz pokoknya, kacau wehlah.... hahaha

Aku suka ma Nadja,, Aku sayang ma kamu.. dan Aku ga maen2...

Memang aku blum punya apa2 yg bisa di banggakan. Aku sadar itu,, Kamu blum knal aku. Masih banyak lagi yg bikin kamu ragu...

Tp aku mohon ke kamu,, kasih  aku kesempatan buat buktiin. Aku sayang ke kamu. Apapun akan aku lakukan agar kamu ga ragu. Aku serius dengan hal ini..

Maaf Klo Tdi nyatainnya Kurang berkenan... Dan tolong di pikirkan lagi ya..??? Aku  Tunggu jwaban dari kamu..

Dan maaf Klo kirim Via Inbox,, Krn aku memang bukan org yg pintar berkata-kata kaya org-org.

3 jan 2011
---------- 

Aku hanya membalasnya singkat. Dan minta maaf padanya.

Maaf karena aku gak sebaik yang kamu kira.
Maaf atas semua kesempatan yang gak pernah aku kasih..
Maaf aku memilih bermain dengan mereka yang mempermainkan rasa..

Kamu terlalu baik..
Pantas mendapatkan yang lebih baik..



Lagu Iwan fals - Mata Indah Bola Pingpong masih berputar di telingaku. Dulu aku geli denger lagu yang dia kasih untuk aku ini. Sekarang aku kembali mendengarkannya.
7 tahun berlalu..



Maaf.
Jika pernah ada sakit yang pernah melekat..
Jika ada rindu yang terlalu singkat
Semoga kamu bahagia sahabat

Dimanapun kamu berada dengan siapun itu. 




-------- CERPEN NHAE -------

@Nhaegerhana


Padang, 26 Maret 2018






Comments