Mimpi Mendapat Beasiswa Yang Telah Menguap Lalu Kutangkap

Hal yang paling disesalkan adalah waktu yang terbuang sia-sia. Pastinya, kalo udah nyesel gak bisa kembali ke masa itu lagi. Kaya mutusin mantan, tapi gengsi buat minta balikan lagi.. Upsss..haha apaan siih nhae?

Oke, entah kenapa waktu berlalu begitu cepat.. 
Tak terasa waktu berlalu berganti (tebak lirik lagu apa??) 

Yaah, sekarang udah masuk hari pertama di tahun 2018.. Hampir setiap akhir tahun, saya selalu menulis resolusi, dan resolusi.. Pencapaiannya?? Dari sekian banyak no urut yang tertulis, paling hanya satu dua yang terealisir. Oh SAD :(

Salah satu yang sampai saat ini, masih hanya sekedar wacana dan khayalan adalah Get a scholarship.. Ikutan milis info soal beasiswa sih diikutin. Tapiii email yang masuk pun, rasanya gak saya baca.. Ampuni hamba ya Allah..
Karena hanya bermodalkan khayalan tingkat dewa, saya menyerah sebelum bertempur tentang beasiswa ke luar negri. Lalu munculah ide, ikut suami masa depan aja deh, yang dapet beasiswa di London aja..hahahaa.. Babu yang malas mulai ngayal =P

Sampai akhirnya, saya tertampar dan tergerak karena gak sengaja bertemu dengan Sophie malam itu, di pertengahan bulan Desember 2017. Rupanya itu hari terakhir dia ngantor. Dia memutuskan untuk resign, karena pekerjaan yang sekarang sulit membuatnya fokus untuk belajar bahasa Jerman. Teman saya itu, ceritanya banting stir karena skor IELTS yang masih kurang. Soo dia memutuskan untuk memulai dari nol, dengan belajar bahasa Jerman. Dengan harapan, peluang untuk dapat beasiswa lebih besar.

Yaah kalaupun gak dapat beasiswa, tekadnya bulat untuk sekolah ke luar dan bekerja disana. Lalu dia pun mengingatkan saya soal usia.. hiks.. Karena ada batas usia yang harus dikejar untuk mencapai target yang diinginkan.

Bukankah gak ada sesuatu yang kebetulan bukan? Karena pada malam itu, kami yang jarang bertemu di kantor karena memang lain divisi bisa bertemu. Saya pun mulai termenung dan rasa sesal kembali menyapa saya saat itu. Mengingatkan saya akan mimpi yang pernah saya idam-idamkan bertahun-tahun lalu. Sampai akhirnya mimpi itu menguap, dan hilang. Apakah saya terlena dengan zona nyaman? Terlalu menikmati apa yang sudah saya jalankan, tanpa punya target yang jelas selanjutnya.

Oke.. lalu saya membuka buku yang masih utuh, rapih dibungkus plastik. Buku yang saya punya 6 tahun lalu. Gilaaa, baru saya buka detik ini. Terbukti kalo mimpi saya hanya sekedar mimpi tanpa usaha. Inilah bukunya..




Buku ini saya dapat, waktu saya mengInterview penulisnya sendiri waktu siaran radio di Bandung sekitar 6 tahun lalu. Sesal kedua datang, karena buku ini sangaaat sangaaat menarik dan menginspirasi.. Dan saya baru membaca sampai tuntas setelah waktu berlalu.. Oh Nhae...

Penulisnya bernama Teh Aan Satriani. Beliau seoarang jurnalis, yang punya segudang prestasi. Dalam buku terbitan grafindo ini, banyak memberikan kiat-kiat pembakar semangat untuk merebut beasiswa ke luar negri.

Setiap judul selalu menyisipkan quotes motivasi di awal paragraph.. Tak lupa juga tips dan trik, serta serba-serbi pengalaman beliau waktu kuliah dan tinggal di Brisbane.

I know, its too late for me :(

But when you want something, fight for it. It's never too late to chase your dream.. :)

Buat yang punya cita-cita yang sama, jangan biarkan kesenangan, kesibukan, membuat mimpi kalian menguap dan hilang begitu saja.. Karena waktu terus berlalu tanpa henti.#tsaah

Semoga mengawali awal tahun dengan tulisan I Can Get a Scholarship ini, berbuah usaha dan tindakan yang nyata. Sampai akhirnya tulisan berikutnya saya udah ada di London.. Aamiin..

"Kesuksesan ditentukan oleh tindakan" - Tony Robbins 





Bandung, 01012018 

@nhaegerhana


Comments