Imposibble




Sudah jam berapa ini?? jam di tanganku menunjukan jam 4 sore.. Tapi aku sungguh tak percaya, karena diluar sudah sangat gelap.. Aku cek HP ku.. Dan ternyata jam menunjukan waktu yang sama.. Aaah ini tidak mungkin.. Mengapa diluar begitu gelap?? Aku mengurangi kecepatan motor vespa yang ku kendarai.. Dan berhenti depan bengkel kecil di pinggir jalan.. aku menanyakan padanya, jam berapa sekarang???? Dan jawabannya tidak lain adalah jam 4 sore..yah walaupun dia mengatakan jam 4 lebih sepuluh menit.. 

Tapi tetap saja ini masih jam 4.. Bagaimana mungkin??? Langit begitu gelap. Bahkan matahari sama sekali tak muncul.. sedikit pun tak ada..

Aneh sekali..aku mulai membenci waktu.. itulah yang membuat aku tak pernah melihat jam setelah setahun berlalu.. Tapi kali ini memang sedikit aneh.. Yaah sudahlah.. aku menghentikan lajuku.. 

Dan menikmati kebingungan ini sendiri.. Aku parkirkan vespa putih kesayanganku, melepas helm ku dan duduk di bangku taman.. mengeluarkan botol mineral water yang baru saja ku beli.. Dan tiba-tiba saat ku meminumnya, aku tersedak…oouuugghh..uhuk..  
Mengapa ada dua mahluk yang sangat ku benci disini.. Dua manusia yang sama sekali tak mau aku lihat?? bahkan tak ingin aku dengar namanya dalam hidupku.. mereka tanpak bahagia, saling berpegangan tangan, tertawa riang, dan berjalan mendekat ke arahku.


Di tangan kiri gadis itu, aku melihat dia memegang sekuntum mawar merah yang indah, dan harum..aku bisa mencium wanginya sampai sini.. Tangn kanannya begitu lekat mendekap tangan lelaki di sampingnya seolah takan mau melepasnya dan mengatakan dia hanya miliku, tak ada yang bisa merebutnya dariku.. Dan lelaki bertubuh tinggi itu, berjalan tegap, senyumnya begitu sumringah dan menatap wajah wanita di sampingnya tanpa melirik dan melihat sekitarnya.. yaah hanya tertuju padanya.. 
Tangan kanannya pun sesekali membelai lembut rambut panjang terurai gadis pujaan hatinya.. Mereka sangat serasi, saling mencintai, saling mengisi, dua sejoli yang seolah hanya mereka yang ada di dunia ini.. Dunia hanya milik mereka.. Sapaan lembut angin pun tak mereka hiraukan.. 

Bisingnya jalan raya pun, sama sekali tak mengganggu mereka.. Sama sekali tak dipedulikan oleh mereka yang sedang dimabuk asmara.. Langkah mereka, semakin terdengar, tawa renyah mereka semakin dekat, wangi bunga itu semakin terasa.. Aku hanya duduk terdiam, membeku, tak kuasa melihat, ingin rasanya berlari dan pergi dari keadaan ini.. 
Bagaimana jika mereka melihatku, dan menatapku dengan sinis seolah aku hanya sampah yang sudah tidak layak ada di hadapan mereka?? bagaimana jika mereka merasa menang dan puas melihat wajah lemas dan letihku..wajah pucat yang menggambarkan kekalahan, kesepian, dan kesendirian.. 
Apa yang harus aku lakukan Tuhan??? ijinkan aku menghilang sejenak.. jangan biarkan mereka melihatku.. DAn mereka semakin mendekat, semakin terlihat jelas bahwa mereka pasangan yang sangat serasi dan bahagia..


Jantungku berdebar, hatiku mengapa merasa diperas..?? bahkan lebih sakit dari itu.. Tulang kakiku mulai terasa linu, mati rasa, kepalaku berputar, perutku terasa mual.. semua bercampur aduk.. Tapi tak sehebat rasa sakitnya hati ini..Tercabik, tergores, bagai ditusuk tanpa henti…hentikan inii Tuhan.. Badanku melemas ketika mereka berjalan tanpa mempedulikanku.. tanpa melihat sedikit pun ke arahku. 
Dan aku merasa bukan apa-apa yang dianggap oleh mereka..Yaah bahkan debu yang terbang terbawa angin lebih berasa bagi mereka daripada keberadaanku..

Aku terdiam membeku, hingga akhirnya tersadar dengan suara ambulance yang tiba-tiba mengagetkanku..

“Banguuuuun ka Nadjaaaaa…ngeeeng..ngeeeeng..” jimat mengagetakanku dengan mobil ambulance mainannya.. aah anak ini, mengapa bisa masuk kamarku??

Ya Ampuun, aku ternyata hanya bermimpi..mimpi yang aneh, dan mengapa selalu ada wajah dua manusia yang sangat ku benci itu??? Aku terdiam sesaat mencerna mimpi ku..



*************

Aku mulai berkemas, membereskan semua pakaianku, menatap kamarku, dinding yang penuh cat warna-warni, gitar kesayanganku, gugi.. dan tentu saja kupeluk pusi, kucing kesayangan keluargaku.. Dan ku memenggendong pusi menuju ruang makan..

“Awas jangan sampai ada yang ketinggalan.. Hp, Casan, dompet, pakaian, daleman..semua udah dimasukin?” tanya mamahku yang memang sangat tau anaknya ceroboh dan pelupa..

“Udiin maah..tenaang semua sudah masuk tas” jawabku cuek..

“Kamu ati2 disana, jaga diri baik-baik.. kalo tidur pake sarung, jadi kalo ngompol ga langsung kena seprai..” ledek mamahku sambilmemanyunkan bibirny


“Yee apaa siih maah.. siapa juga yang masih ngompol?”

Okee harus kuakui, terakhir ku ngompol di kasurku adalah sebulan yang lalu..yaah itu jarak yang lama kaan?? Ya kaan?? *sedikit memaksa..hihi.. 

eiitss jangan langsung memcibirku dulu.. semua itr tentu tanpa sengaja.. pasti kalian pernah mengalaminya, ketika mimpi adegan pipis, dan ternyata dalam keadaan nyata hal itu dilakukan di ranjangmu sendiri.. Dan itu bukan salahku..sama sekali bukan salahku.. Tapi salah si mimpi, siapa suruh mimpi kencing???


Aku memeluk erat mamahku, menciumnya, seakan tak percaya aku memilih jalanku untuk meninggalkannya sejenak..aku juga menggendong keponakanku jimaat yang sangat lucu dan bandeel, sambil berpamitan…

Putra, Kakaku sudah menungguku di dalam mobil.. setelah berpamitan, aku masuk dalam mobil, melambaikan tangan dan menatap lekat wajah keluargaku…perlahan mobil melaju menjauh dari rumahku..meninggalkan kotaku yang menyimpan sejuta kisah kehidupanku.. Dan kuharap aku bisa meninggalkan kenanganku, dan melupakaan rasa sakit ini.. Pikiranku terbang, melayang, mengingat 3 tahun yang lalu..


Take away my pain
Leave the cold outside
Please don’t let it rain
Don’t stumble on my pride
Take away my pain
I’m not frightened anymore
Just stay with me tonight
I’m tired of this fight
Soon I’ll be knocking at your door

Take Away My Pain - Dream Theater


*************

Apa yang salah dengan penampilanku saat ini? Mengapa dia memperhatikanku begitu dalam.. Rambut pendekku, pants, sepatu docmart, dan tentu saja gugi, gitar kesayanganku ku gendong di belakang punggungku… tapi rasa gugup ku membuatku tak mempedulikannya.. duduk dan menunggu giliranku

“Cassandra Nadja Tuzzahrah”


Terdengar namaku dipanggil..akhirnya saatnya.. kontan jantungku semakin berdebar.. Ini adalah audisi untuk menjadi gitaris band.. Band nya sudah terbentuk, dan cukup banyak penyuka musik indi, yang nge fans dengan band indie yang satu ini. Termasuk diriku.. Iseng-iseng berhadiah.. aku membranikan diriku mengikuti audisi..


“Semangat yaa..pasti kamu bisa” tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang tadi menatapku.. Dengan senyumnya yang ramah. Aku membalas senyumannya dan masuk ruang audisi..

Lega rasanya..apapun hasilnya, yang penting aku sudah mencoba.

“Bagaimana tadi? Deg-degan?? “ tiba-tiba suara itu muncul kembali.. suara yang tadi menyapaku..

“He..yaah lumayan” jawabku datar..

“Dika..” tiba-tiba dia menjulurkan tangannya kepadaku..

“Nadja..” balasku sedikit jutek


Selang 2 hari, entah darima Dika, lelaki yangi mengajak ku berkenalan, tiba-tiba menelponku dan mulai sering sms, minta alamat line, dan komunikasi hampir setiap hari.. hingga akhirnya dia memaksaku agar kami bertemu.. Dengan sedikit mengerjainya, aku memberikan alamat rumah palsu padanya.. Dan kami gagal bertemu saat itu..


Satu bulan setelah audisi, HP ku berdering dan aku mendapat kabar bahwa aku lolos dan menjadi bagian dari Ilusi Band..aaaahhh ini akan menyenangkan..

Aku mulai berkenalan dengan masing-masing personilnya.. Padahal, aku sudah hapal benar siapa mereka, tanggal lahir mereka, dan tentu saja hampir semua biografi mereka aku tau.. 
Karena aku menyukai band ini..jenis musiknya, lirik lagunya.. Dan seperti mimpi, sekarang aku menjadi bagian dari mereka.. Perempuan satu-satunya disini, hmm bisa dibilang paling cantiik.. ggggrrrr :p

Bisma, dia adalah leadernya..dia manager yang mengatur semuanya.. Dindin bassis, Iqbal drumer, keyboard lucky, Melody Rangga, sexophone Dinar, 2 pemain angklung Diksi dan Dani..

Sedikit gugup, tapi mencair dengan keramahan dan kegilaan mereka semuanya. Selesai perkenalan dan latihan pertamaku.. aku pulang duluan.. tiba-tiba vesva ku mogook.. ooh tidak sekarang baby.. Hari sudah gelap, dan aku hanya bisa mendorongya.. 
Tiba-tiba mobil itu berhenti di depanku.. Pengemudinya keluar, tapi aku mencoba tak mempedulikannya.. Dan dia memanggilku..

Nadjaaa..


Dikaa?


Senyuman hangatnya .. senyuman yang sama ketika kami pertama berkenalan.. Dika mengantarku pulang, vesva disimpan di ebngkel terdekat..dan akhirnya dia tau rumahku.. Dika semakin sering menelponku, menawarkan jemputan untuku, mengantarku ke kampus, menjemputku, dan mulai perhatian yang berlebihan untukku.

Dia lelaki yang baik, dan aku mulai mengenalnya. Disaat aku sedang menyusun skripsi, ternyata dia baru kuliah semester 2.. Umurnya 4 tahun dibawahku.. Awalnya aku sama sekali tak percaya kalo umurnya semuda itu. Karena sikapnya jauh dewasa dibandingkan umurnya. Cara dia memperlakukanku seolah aku spesial untuknya. Jika menjemputku, pintu mobilnya selalu dia yang membukakan.. jika kami makan bersama, kursiku selalu dia yang mempersilahkan, dia mulai menggodaku dengan menyuapiku setiap kami makan bersama.


Dika anak yang supel, dia mudah masuk dalam lingkungan kampusku. Dia sudah mulai akrab dengan teman-tan bandku.. Dan selalu menemani setiap aku ada event dan manggung. Aku mulai tau kesukaannya.. Semua koleksi film Warkop dia punya, gaya canda ku mulai terbawa gayanya yang meniru gaya kasino dalam adegan WARKOP DKI. 
Dan aku mulai terbawa menyukai aliran musik punk yang dia puja.. Semakin lama kami semakin dekat, dan aku mulai menyukai Dika Mahardika..yah sepertinya begitu..


*************

Aku tidak mengerti hubunganku dengan Dika seperti apa. Perhatiannya, sapaan lembutnya, sorot matanya, tingkahnya, selalu ada untukku.. Sesekali dia mengirimkanku sms yang bilang ‘sayang’ atau kadang ‘luv u’ aku menahan diri untuk terbang tinggi bersama keinginan untuk memiliki hubungan yang lebih. Karena sampai saat ini, setelah 4 bulan kami selalu bersama, dia tak pernah menyatakan sesuatu padaku. 
Okei sampai kapan perasaan ini di gantung?? Hal yang tidak terduga telah terjadi, besok adalah hari terpenting karena aku wisuda.. Malam itu, Dika menjemputku dan membawaku ke suatu tempat yang bisa dibilang romantis. Dia datang disaat yang tepat, disaat aku membutuhkan kehadirannya..karena aku rindu akan kehadiran sosok Ayahku yang setahun lalu tiada.. 
Besok aku wisuda tanpa kehadirannya, padahal inilah saat yang ditunggu seorang ayah, melihat anaknya memakai Toga.. Rasanya malas untuk menghadiri wisuda besok, untuk apa jika Ayahu tak bisa hadir dan menyaksikan semua ini?? Toh wisuda hanya formalitas..


Tapi malam itu, Dika menghiburku.. membawaku melihat bintang berhamburan, merasakan sapaan angin, berada disampingnya, dan bersandar di pundaknya yang sedikit bidang. Rasa nyaman, rindu, menjadi satu.. Jaketna yang kumal tetap menghangatkan dinginnya malam, dan kelembutannya menghangatkan hatiku.. Hatiku semakin berdebar ketika semakin dekat dengannya.. 
Apa aku benar-benar jatuh hati pada anak yang usianya 4 tahun lebih muda dariku ini?? Tapi bagaimana dengan perasaannya padaku?? Aku hanya memejamkan mata, menikmati malam dengan sinar bintang bersamanya..


*************

Semua orang sibuk berdandan dan menggunakan kebaya terbaik mereka.. Rasanya wisuda ini tidak penting untukku.. hambaaar.. semua tampak bahagia.. Keluarga yang lengkap. Ayah, Ibu, keluarga, dan tentu saja pendamping.. Ketika upacara ceremonial selesai, kami berhamburan keluar gedung.. kakiku melangkah keluar, dan aku melihat sosok yang kukenal.. 
Memakai kemeja rapi, dilengkapi dengan jas..rambut yang tampak menggunakan gel, sepatu mengkilap, bukan sepatu belelnya.. Tapi senyum hangat itu, tatapan mata itu, pundak itu.. aku tau dan sangat mengenalnya.. Dia datang untuku, membawa seikat bunga di tangannya.. Semua terasa hanya ada dia yang kulihat..Keriuhan dan keramaian disekeliling tak kupedulikan, bahkan tampak tak ada suara dan sepi..yang kulihat hanya sosok Dika Mahardika.. Memberikan seikat bunga untuku.. dan hari itu, dia sangat tampan


*************

Dia sudah masuk ke duniaku, tapi tidak denganku..Dia mengenal keluargaku, tapi aku tak mengenal dan bahkan tak pernah dikenalkan kepada org tuanya. Suatu saat aku dijemput Dika, dan dia mengajakku ke Toko kue.. Katay nya adik nya berulang tahun. Kami memberi kejutan kecil di rumahnya.. Disitulah aku mengenal adiknya, mengetaui rumahnya, tapi ada sesuatu yang membuatku terheran dan sedikit aneh. Ketika orang tuanya datang, aku disembunyikannya.. dia terlihat panik dan menyuruhku bersembunyi di dalam kamar.. mengunci diriku di dalam kamar , dengan waktu yang cukup lama.. ada apa ini?? Mengapa harus bersembunyi.. 
Toh jika dia tidak mau memperkenalkanku sebagai ehm pacarnya.. aku bisa berpura-pura menjadi temannya.. apa yang terjadi?? Dan harus berapa lama aku terkurung dalam kamar ini?? Tapi dika tak pernah menjelaskan apa yang terjadi. Dia hanya bilang itu tidak penting.. Yang penting aku dan kamu, bukan mereka..

Dika mengantarku pulang, dan hanya keheningan sepanjang perjalanan.. Hingga sampai depan rumahku, aku belum turun, hingga akhirnya aku berani bertanya..


“Memang ada apa dengan kita?” tanyaku kaku

“Ada hal yang gak bisa aku jelasin sama kamu..”

“Ada apa?” tanyaku

“Hubungan kita, yah aku sayang sama kamu.. Tapi aku juga takut.. Aku takut kamu kecewa.. Aku takut kamu gak bisa nerima aku..”

Aku terdiam sama sekali tak mengerti perkataannya..

“Jadi.. mau kamu gmn?” tanyaku memberanikan diri agar hubungan ini jelas

“Ada masa laluku yang ga bisa aku ceritain.. Dan itu yang jadi bebanku untuk hubungan kita.. Tapi plis jangan paksa aku untuk cerita.”

Hening

Aku hanya tertunduk diam membisu.. Dika menatapku, mengangkat daguku dengan tangannya.. menatapku dalam, wajahnya yang sayu, berusaha tersnyum padaku, dan mengatakan..

“Aku sayang kamu.. aku gak mau kehilangan kamu.. luv U..”

Aku hanya bisa memeluknya.. Rasa penasaran akan masa lalunya terlupakan dengan kalimat, tatapan, senyumnya, dan aku hanya diam…seolah telah tersihir tanpa peduli cerita masa lalu seperti apa.. Yang aku pedulikan dia menyayangiku, seperti aku menyayanginya.. itu sudah cukup, karena bahagia itu sederhana..


*************

“Sudah sampai..”

Suara Kakaku mengagetkan dan membangunkanku dari lamuanan sepanjang perjalanan Bandung – Jakarta.. Inilah rumah baruku.. kamar baruku.. Dan kehidupan baruku akan dimulai di tempat ini..


*************


Hari ini adalah hari pertamaku di kantor baru..Sudah lama keinginan untuk bekerja di TV, akhirnya bisa terjadi.. Meskipun ada beberapa yang ku korbankan.. Bandku.. padahal kami sedang mempersiapkan album indi kedua kami.. Album pertama, memiliki respon yang sangat baik.. Banyak gigs yang mengundang kami di beberapa event.. Bahkan respon dari negara lainpun cukup membuat kami bangga.. karena kami diundang tampil di ausi..Tentu saja dengan membawakan lagu-lagu karya sendiri. Bandku ini memang unik, nyentrik, dan masih mempertahankan nilai-nilai budaya kedaerahan.. 
Alat musik yang dipakai tidak hanya alat modern, tapi juga alat tradisional seperti angklung, kecapi, gong, dan perkusi.. Aku pasti akan meindukan kebersamaan latian dan stage, suara tepuk tangan penonton yang puas dengan lagu-lagu kami. Tapi yaah sudahlah, semua itu pilihan.. Aku memilih karir baruku di Televisi, bekerja sesuai keinginanku sejak kecil.. menjadi Tim Creative..

1 bulan ini menjalani masa training.. menghirup udara pagi jakarta dan merasakan kemacetannya, selamat pagi jakarta..plis be nice to me.. Setelah satu bulan training dengan materi-materi.. akhirnya sudah mulailah masa bekerja dan bersiap menjalani tugas baru..

Aku mulai melepas satu persatu tindikan di telingaku.. anak baru tidak harus mencolok.. Wajah-wajah senior yang brutal, jutek, dan angkuh.. Inilah dunia kerja.. kita tidak bisa memaksa orang untuk ramah..Yang pasti, seberapa juteknya mereka, sehebat apapun mereka, aku tidak merasa takut.. senyum ku tebar dimana..dimana.. tak mengharap balasan, cukup kepuasan member senyuman to everyone..


*************


Mimpi kemarin masih menghantuiku..mengapa dua mahluk itu selalu hadir dalam mimpiku.. Itulah sebabnya aku membenci waktu.. 3 tahun berlalu, dan aku masih belum dapat melupakannya.. Pantas saja yang terlihat dalam mimpiku, jam 4 sore tapi hari sudah begitu gelap..itu hanya sedikit gambaran hatiku.. ah mimpi memang bisa mentafsirkan sesuatu yang kasat mata..


I remember years ago
Someone told me I should take
Caution when it comes to love
I did


And you were strong and I was not
My illusion, my mistake
I was careless, I forgot
I did


And now when all is done
There is nothing to say
You have gone and so effortlessly
You have won
You can go ahead tell them


Tell them all I know now
Shout it from the roof tops
Write it on the sky line
All we had is gone now

James arthur - impossible

Comments

  1. ini cerita pribadi ya nhae...sundanya meni kelihatan, nulis vespanya jadi vesva hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha..tadiny mau nulis pespa loh..hahha.. sssttt cerita batur..haha.. yeeaah akhirny ktemu lgi kitaaah di blog mbaaa.. misyuuu

      Delete

Post a Comment